Petunjuk untuk Bang Napi

Source: pinterest/huffingtonpost

Akhirnya, Abrory kembali merasakan menaiki bus setelah sekian lama. Ia duduk di belakang sopir dalam perjalanan pulang. Tuntas sudah ia menjalani tiga tahun masa kurungan penjara. Kini, ia mulai risau, adakah yang menantikan kepulangannya?

Ia mengingat kembali sepucuk surat yang ditulisnya untuk Namira dua minggu yang lalu. Barangkali pujaan hatinya itu sudi menerimanya kembali setelah apa yang terjadi. Namun, Abrory hanya bisa pasrah menerima kenyataan bahwa surat itu tak pernah berbalas.

Namira sayang,
Kalau kau menerima surat yang kutulis ini, ketahuilah bahwa aku hampir bebas. Jika kau masih bersedia menerima diri dan hatiku, sudilah kau memberi petunjuk. Ikatlah sehelai pita kuning melingkar pada batang pohon beringin tua tempat kita dulu sering bertemu melepas rindu.
Apabila aku tidak melihat tanda itu dari kejauhan, aku akan tetap bertahan di dalam bus dan melupakan tentang kita, juga mengutuki diriku sendiri.
Akan kulakukan apabila aku tidak melihat sehelai pita kuning itu.
“Pak Sopir, tolong lihatlah untukku,” ujar Abrory tak kuasa menahan cemas. “Aku mungkin tidak akan sanggup menerima kenyataan,” lanjutnya gusar.

Sopir bus itu hanya mengangguk pelan berusaha menenangkan Abrory. Sepanjang perjalanan, dia bersama seluruh penumpang bus telah menyimak kisah lelaki mantan napi itu.
Kisah tentang Abrory yang tubuhnya telah terbebas dari penjara, tetapi hatinya masih terkurung gelap gulita.
Hanya Namira, gadis pujaan hati Abrory itulah yang membawa kunci untuk membebaskan hatinya.
Kunci berupa sehelai pita kuning yang terikat di batang pohon beringin tua sebagai petunjuk bahwa cintanya diterima atau justru tidak ada pita kuning sama sekali sebagai tanda penolakan.

Abrory beringsut bersimpuh memejamkan mata tak kuasa membendung rasa khawatir. Satu belokan lagi sebelum pohon beringin tua yang dimaksud akan terlihat. Apakah Namira akan menerimanya? Ataukah Namira tak lagi menginginkannya?

Jantung Abrory berdegup kencang ketika tiba-tiba mendengar seluruh penumpang bus bersorak dan bertepuk tangan riuh. Dia membuka mata dan tidak percaya pada apa yang dilihatnya. Ratusan helai pita kuning terikat melingkar pada batang pohon beringin tua itu!
——————————

0 Shares:
1 comment
  1. Kisah nyata seseorang sulit ditulis secara gamblang atau tulisan sesuai dengan faktanya. Hal itu, dapat mengakibatkan membuka aib diri sendiri atau orang lain . Dengan demikian kisah nyata dapat ditulis berupa bentuk cerita fiksi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You May Also Like
Read More

Surat Gugatan

Alex, pria paruh baya itu duduk termenung di sofa besar di ruang tamu yang sunyi. Tidak ada seorang…
Read More

Lelah

“Aku lelah. Aku mau tidur dulu,” ucap suamiku sambil meletakkan tas kerjanya di atas meja. Aku yang sedari…
Read More

Selembar Surat

Sehari setelah kepergian Ibu, aku seperti kehilangan separuh hidupku. Apalagi mengingat pesan beliau, tentang sebuah kotak berwarna hitam…