Ini Dia 3 Kiat agar Tulisan Menjadi Penenang Jiwa

Source: unsplash.com

Halo, Miks!

Buku harian atau diari tentu tidak asing lagi bagi Anda. Buku harian adalah tempat menuliskan berbagai kisah dan mencurahkan segala perasaan. Dengan demikian, apa yang mengganjal dalam hati akan lepas dan menenangkan jiwa melalui kalimat-kalimat yang Anda tulis. Nah, Miks, tulisan seperti apa yang dapat berperan sebagai penenang jiwa? Kenali tiga kiat menulis sebagai penenang jiwa, yuk.

1. Mengubah Kalimat Bermakna Negatif Menjadi Kalimat Bermakna Positif

Kalimat bermakna positif memberi kenyamanan bagi penulis atau pembaca. Pengubahan kalimat tersebut berhubungan dengan struktur kalimat. Struktur kalimat umumnya terdiri dari subjek, predikat, objek, dan keterangan (SPOK).

Subjek berfungsi sebagai pokok dalam kalimat, sedangkan predikat berfungsi untuk menjelaskan subjek. Kalimat dapat dipahami maknanya sekurang-kurangnya terdiri dari subjek dan predikat. Unsur predikat lebih cepat dicerna oleh otak. Oleh karena itu, untuk membuat kalimat yang bermakna positif predikatnya harus kata-kata yang positif.

Coba Anda bandingkan dua kalimat berikut.
Kalimat 1: Saya kesal siang ini, jalanan macet sekali. Saya bosan menunggu.
Kata kesal dan bosan akan dicerna oleh otak dan akan menimbulkan ketidaknyamanan. Kata bermakan negatif akan menimbulkan dampak negatif pada jiwa Anda, seperti timbul rasa gelisah dan emosi yang tidak terkontrol.

Kalimat 2: Saya kurang nyaman siang ini, jalanan kurang bersahabat. Saya mendengarkan musik saja untuk mengusir kebosanan ini.
Kalimat tersebut memberikan makna positif sehingga akan memberikan kenyamanan saat membacanya. Kenyamanan akan berdampak pada ketenangan jiwa.

2. Mengubah Kalimat Keluhan Menjadi Kalimat Motivasi

Kalimat keluhan akan berdampak negatif pada jiwa Anda. Lebih baik menuliskan solusi dari masalah yang Anda hadapi.
Coba Anda bandingkan dua kalimat berikut.
Kalimat 1: Saya bingung bagaimana cara memasak rendang. Memasak rendang itu membutuhkan waktu yang lama. Saya capek memasaknya.

Kalimat 2: Memasak rendang sebenarnya mudah. Sayalah yang belum tahu bumbu dan cara membuatnya. Saya harus mencari tahu dari buku atau artikel resep di media daring. Setelah itu, saya harus mempraktikkannya. Suami saya sangat suka rendang. Apabila saya berhasil memasak rendang, tentu suami senang.

Kalimat kedua lebih memberikan dampak kenyamanan saat membacanya. Selain itu, dapat memberikan solusi dan motivasi kepada seseorang agar bisa memasak rendang.

3. Mengambil Hikmah dari Kejadian yang Dialami

Kejadian yang tidak menyenangkan akan membuat perasaan menjadi sedih, jengkel, atau marah. Tulislah hal yang terjadi dengan kalimat bermakna positif agar jiwa menjadi tenteram. Selain itu, Anda dapat mengambil hikmah dari kejadian tersebut.
Contoh:
Gagal seleksi naskah pada sayembara penulisan cerita anak.
Naskah saya tidak lulus seleksi. Mungkin naskah saya belum sesuai dengan kriteria yang ditetapkan oleh panitia. Saya harus belajar lagi cara menulis cerita anak yang bagus. Untuk itu, saya giat berlatih dan ikut kelas menulis. Semoga, sayembara berikutnya memberikan hasil yang menyenangkan.

Miks, semoga kiat-kiat tersebut dapat memberikan pencerahan dan dipraktikkan untuk mencapai ketenangan jiwa Anda.

0 Shares:
Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You May Also Like