Inilah 7 Tips Menghadapi Pertanyaan Anak tentang Seks

Source: palembang.tribunnews.com

Hi, Miks

Apakah anak Anda pernah bertanya tentang seks? Apa yang Anda rasakan saat itu? Panik, marah, atau grogi? Banyak orang dewasa yang merasa canggung untuk membahas masalah seks dengan anaknya. Namun, hal ini bukan berarti pertanyaan anak salah dan tidak perlu dijawab. Orang tua wajib menjawab pertanyaan ini. Bagaimana caranya? Berikut 7 tips mengahadapi pertanyaan anak tentang seks.

1. Tenang dan Santai

Di saat sang anak melontarkan pertanyaan terkait seks, Anda jangan panik atau marah. Tetaplah tenang dan santai. Tidak perlu terburu-buru menanggapi pertanyaan itu. Beri jeda untuk menyiapkan jawaban yang pas. Pertanyaan ini wajib dijawab.

Jika mereka tidak mendapatkan jawaban dari orang tua, maka anak akan mencari tahu sendiri apa yang mereka inginkan dari lingkungan. Sehingga anak cenderung percaya hal-hal yang mereka dengar dari teman atau orang dewasa di sekitarnya. Hal ini akan mempengaruhi pengetahuan mereka tentang seks itu sendiri.

2. Jawab dengan Singkat dan Jujur

Orang tua terkadang kesulitan menjawab pertanyaan anak tentang seks karena bingung harus memulainya dari mana. Jawablah sesuai tingkat pemahamannya. Jika dia bertanya tentang awal kehadiran adik bayi, maka Anda dapat menjelaskan bahwa bayi bisa hadir karena bertemunya sperma di tubuh ayah dengan telur yang ada di tubuh ibu.

Dalam menjawab pertanyaan anak Anda juga harus bersikap jujur. Ketika ada pertanyaan yang sulit dijawab, tidak perlu mengalihkan topik pembicaraan apalagi sampai memarahinya. Hal ini akan membuat anak terus menerus penasaran.

Katakanlah Anda kurang yakin dengan jawabannya. Kemudian yakinkan dia bahwa Anda secepatnya akan mencari tahu jawaban yang tepat. Dengan begitu, anak tidak akan merasa pertanyaannya diabaikan sehingga dia akan tetap menunggu jawaban dari orang tua bukan kata temannya.

3. Diskusikan dengan Pasangan

Pendidikan seks kepada anak sangatlah penting. Sebelum anak mulai penasaran dengan seks, ada baiknya Anda mendiskusikan hal ini dengan pasangan. Berlatihlah membuat jawaban atas pertanyaan-pertanyaan yang mungkin saja muncul dalam benaknya.

Jika ada pertanyaan yang sulit dijawab, coba tanyakan kepada teman atau ahli dalam hal pendidikan seks. Cara ini dapat memudahkan Anda menghadapi pertanyaan yang tiba-tiba akan muncul di tengah percakapan dengan sang anak.

4. Gunakan Bahasa yang Tepat

Penggunaan bahasa yang tepat sangat penting dalam komunikasi antara anak dan orang tua. Ketika sedang membahas topik seks, Anda tidak perlu menggunakan istilah tertentu. Katakanlah vagina, penis, testis, dan payudara secara tepat tanpa menggantinya dengan istilah-istilah lain.

Tujuannya adalah agar anak tidak merasa bahwa topik-topik tentang seks itu terlarang dan memalukan. Selain itu, Anda juga dapat berbicara dengan nyaman ketika pertanyaan anak mulai mendalam.

5. Dukung Minatnya

Ketika anak bertanya, jangan sekali-kali Anda berkomentar, “Dari mana Adik dapat pertanyaan seperti itu?” Terlebih jika komentar itu diiringi tatapan tajam. Anda juga tidak seharusnya melontarkan pertanyaan baru di luar topik tersebut dengan tujuan untuk menghindari pembahasan tentang seks. Jawablah pertanyaannya meskipun hanya sedikit.

Sebelum menjawab pertanyaannya Anda dapat berkata, “Pertanyaannya bagus sekali, Nak” atau pujian lain yang bisa membuatnya berpikir bahwa pertanyaannya tidak salah. Setelah anak memperoleh informasi yang dia butuhkan, Anda dapat mengakhirinya dengan, “Lain kali, tanyakan saja apa yang ingin kamu ketahui.” Hal ini akan menjadikan anak percaya bahwa orang tuanya merupakan sumber informasi terbaik.

6. Manfaatkan Waktu Luang

Pentingnya pendidikan seks terhadap anak dapat menjadi satu alasan untuk menerangkannya, meskipun mereka tidak bertanya. Dalam kehidupan sehari-hari kita mungkin pernah membahas seks dengan sang buah hati.

Contohnya ketika melihat kucing yang hamil atau baru saja melahirkan, melihat ayam bersama induknya, dan lain sebagainya. Saat anak hendak tidur, di dalam mobil, atau di ruang keluarga dapat Anda jadikan kesempatan untuk membahas tentang seks, misalnya cara menjaga kebersihan dan akibatnya, jika tidak menjaga kebersihan tubuhnya.

7. Ajarkan Privasi

Jika anak mulai mengenali seks, maka penting bagi kita untuk menyampaikan padanya tentang pentingnya menjaga privasi. Sebagai orang tua, Anda juga harus memberikan contoh. Misalnya menutup pintu ketika berada di kamar mandi atau saat mengganti pakaian di kamar, tidak telanjang di depan kakak atau adik yang beda jenis kelamin, atau menutupi badan dengan handuk ketika selesai mandi.

Anda juga dapat menyampaikan pada anak tentang bagian tubuh mana saja yang tidak boleh dilihat dan disentuh orang lain. Hal ini dapat membantu anak terhindar dari kasus pelecehan seksual.

Nah, itulah 7 tips menghadapi pertanyaan anak tentang seks. Mulai sekarang, Anda tidak perlu menghindari pertanyaan-pertanyaan mereka tentang seks. Jadilah sumber informasi terpercaya bagi buah hati.

0 Shares:
1 comment
  1. saya sedang mengalami hal ini sekarang miks…anak saya baru akan menstruasi. wah tulisan ini sangat membantu, makasih miks

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You May Also Like