Memiliki Tetangga yang Suka Mencibir alias Nyinyir? Inilah Tips Cara Menghadapinya

Halo, Miks!

Rezeki tidak selalu berupa materi. Memiliki tetangga yang baik merupakan salah satu rezeki yang sangat berharga. Tetangga adalah orang yang sangat dekat dengan kehidupan kita. Di saat kita sakit atau ada musibah tetanggalah orang terdekat yang bisa menolong. Untuk itu, sudah sepatutnya kita harus menjaga hubungan baik dengan tetangga. Jalin hubungan harmonis dengan mereka, hindari saling bertikai apalagi sampai tidak ingin saling mengenal.

Namun, hidup tidak selamanya berjalan mulus. Ada kalanya hidup bertetangga pun tak lepas dari konflik. Tidak ada manusia yang sempurna dan tidak semuanya berjalan sesuai keinginan. Kita tidak bisa memilih siapa yang akan menjadi tetangga. Bagaimana jika ada sesama tetangga yang tidak saling menyukai bahkan saling mencibir? Tentu sangat tidak nyaman, kehidupan kita akan sangat terganggu dengan sikapnya.

Apa yang harus dilakukan jika mempunyai tetangga yang suka mencibir diri Anda atau mencibir orang lain di depan Anda? Yuk, intip cara menghadapinya!

Kuatkan Mental dan Hadapi dengan Senyuman

Jika Anda sudah mengetahui tabiat buruknya, setiap mendengar cibirannya hal yang pertama harus dilakukan adalah kuatkan mental. Bersikaplah lebih sabar. Cukup balas dengan senyuman walau itu sungguh menyakitkan. Bersikaplah elegan karena akan menunjukkan kualitas hidup Anda.

Jangan Terpancing Emosi untuk Membalasnya

Salah satu kunci sukses menghadapi cibiran tetangga adalah menahan diri agar emosi Anda tidak terpancing untuk membalas. Ketika Anda menjadi korban cibirannya bersikaplah tak perduli. Lebih baik diam, diam adalah emas. Untuk apa menanggapinya? Hanya akan membuang energi saja. Lebih baik melakukan hal positif lainnya. Jika seandainya Anda terpancing untuk mengomentari, itu akan membuat dia senang karena Anda menganggapinya dan akan membuat cibirannya semakin menjadi-jadi.

Namun, ketika mendengar dia mencibir orang lain di depan Anda dan Anda tahu itu tidak benar segera meluruskannya dengan baik sesuai fakta. Tidak mengajak untuk berdebat. Cukup memberitahu sekali saja karena kewajiban Anda pun meluruskan apa yang sebenernya tidak terjadi.

Berbincang Seperlunya

Jika keadaan tidak bisa terhindarkan harus berpapasan dengan si tukang cibir berbincanglah seperlunya. Jangan memberikan kesempatan untuk dia mulai membicarakan hal-hal yang tidak penting dan jangan biarkan dia tahu urusan Anda karena itu bisa dijadikan bahan untuk cibirannya. Apa pun yang Anda kerjakan baik atau buruk di mata dia akan tetap terlihat buruk.

Jadikan Cibirannya sebagai Penyemangat Anda untuk Lebih Berhasil

Ketika Anda menjadi korban cibiran tetangga, jadikan cibiran itu sebagai penyemangat untuk melakukan hal yang lebih baik lagi. Ambil sisi baik yang bisa dijadikan bahan introspeksi diri. Tunjukan prestasi. Tunjukan bahwa Anda mampu menjaga kualitas hidup. Namun harus diingat, tunjukkan tanpa kata-kata, tetapi dengan bukti langsung.

Ajaklah Berbicara Empat Mata Jika Cibirannya Sudah Sangat Berlebihan

Jika dirasa cibirannya sudah diluar batas kewajaran ajaklah secara baik-baik untuk berbicara empat mata, berbicara dari hati ke hati. Tanyakanlah apa maksud dari semua cibiran ini. Sampaikan ucapan terima kasih bahwa Anda sudah mendapatkan perhatian lebih. Namun, tetap jangan sampai terbawa emosi.

Tutup Telinga, Life Must Go On

Jika Anda sudah melakukan berbagai macam cara untuk bertahan diri dari cibirannya, tetapi tetap tidak berhasil menghentikannya yang harus dilakukan selanjutnya adalah tutup telinga rapat-rapat, kuatkan diri, selalu sabar dan perbanyak doa. Dia bukan segalanya. Cobalah untuk memaafkannya karena dengan cara inilah hidup Anda akan lebih tenang dan damai. Tak perlu lagi buang energi untuk menanggapinya karena itu sudah merupakan tabiat buruknya. Tetap lanjutkan hidup dan lakukan yang terbaik.

Nah, sekarang Anda sudah tahu bagaimana menghadapi tetangga yang suka mencibir alias nyinyir. So, tetap semangat, Miks!

 

 

 

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.