Inilah 5 Langkah Mudah Menerbitkan Buku

Source: unsplash.com

Halo, Miks!

Mempunyai buku terbit memang cita-cita bagi seorang penulis. Lantas, bagaimana, sih, menerbitkan buku itu?

Mempunyai buku cetak yang bisa dipeluk sekaligus bisa dipamerkan itu sangat menyenangkan, lo, Miks. Apalagi Anda yang punya hobi bercerita lewat aksara. Orang-orang yang awalnya menganggap pekerjaan yang Anda tekuni itu remeh, dapat dipastikan mereka mulai angkat topi. Terutama saat buku Anda meledak di pasaran dan nama Anda diperbincangkan oleh banyak orang. Lalu, apakah Anda tahu langkah apa yang harus diambil untuk menerbitkan buku?

Menerbitkan buku tidak semudah menjahit baju ke taylor, ya, Miks. Ada proses panjang yang harus Anda lalui sehingga kisah Anda layak dibaca orang lain. Namun, jangan berkecil hati, asalkan Anda sabar dalam prosesnya, suatu hari nanti buku Anda bakal mejeng di rak buku best seller. Itu sangat menyenangkan, lo, Miks. Nah, berikut 5 langkah yang harus Anda lakukan supaya mempunyai buku terbit.

Ide

Anda tidak mungkin menulis sesuatu tanpa rencana, kan, Miks? Semua berawal dari ide. Ide yang bagus adalah yang segar. Memang, tidak ada origininalitas tentang ide, semua tentang modifikasi dari yang pernah ada. Hanya saja, Anda dituntut menyajikan ide tersebut berbeda dari yang lain. Menyamai hanya berakibat karya Anda dinilai menjiplak padahal mikir sendiri, atau akan dibandingkan dengan karya orang lain. Itu tidak enak banget, lo, Miks.

Berbicara tentang ide, ide bisa ditemukan di mana saja. Tidak harus spektakuler yang terpenting adalah bagaimana nantinya Anda mengeksekusinya. Dalam hal ini jam terbang memang sangat menentukan, tentunya Anda dituntut untuk sering latihan. Belum menyerah menerbitkan buku, ‘kan, Miks?

Tulis

Setelah ide matang, dikoreksi judulnya, jalan ceritanya, karakter tokohnya, serta setting-nya di mana, lanjut tulis. Menulis sebuah buku, ada yang hanya menulis secara mengalir begitu saja karena sudah tahu ending-nya nanti bagaimana. Namun, jangan salah, jika Anda tidak bisa mengerem, cerita bisa melebar ke mana-mana. Yang tadinya Anda mau membahas tentang olimipiade bisa sampai bumbu masakan. Enggak lucu, ‘kan, kalau begitu?

Jika Anda bukan tipe orang yang setia pada ending yang telah ditentukan, ada baiknya untuk melakukan cara yang berbeda. Sebagian orang melakukan cara ini untuk menghindari perlebaran cerita yang tidak sesuai tema awal maupun ide yang sudah dimatangkan. Cara tersebut dengan membuat kerangka karangan. Kerangka karangan atau yang sering disebut dengan outline bisa menjadi rambu-rambu yang tidak akan dilanggar penulis. Nah, Anda tipe yang mana, Miks?

Revisi

Setelah tulisan menemui kata ending, langkah selanjutnya adalah revisi. Anda akan membaca ulang cerita yang sudah  dibuat. Anda akan tahu di mana letak salahnya, baik penulisan atau logika cerita. Tidak ada salahnya Anda meminta bantuan orang lain untuk menjadi proof reader. Dia akan memberi komentar sesuai kapasitasnya sebagai seorang pembaca. Hal ini akan mempermudah langkah Anda dalam memperbaiki naskah.

Pilih Penerbit

Setelah Anda yakin sudah memperbaiki naskah, mulailah cari penerbit yang bisa menerima cerita yang sudah Anda buat. Dalam hal ini Anda harus jeli. Tidak semua penerbit menerima naskah fiksi, begitupun sebaliknya. Ada beberapa penerbit yang menolak naskah fantasi atau fans fiction. Jadi, pelajari setiap penerbit yang sekiranya ingin Anda tuju. Asal kirim naskah kemungkinan besar akan membuat naskah ditolak.

Kirim

Nah, setelah 4 langkah di atas sudah Anda lakukan, langsung kirim saja, Miks. Akan ada proses jeda untuk menunggu kabar, apakah naskah diterima atau ditolak. Setiap penerbit mempunyai peraturan yang berbeda. Jadi, jangan tidak sabaran dengan mengontak mereka terus-menerus. Rata-rata waktu tunggu naskah diterima atau ditolak itu sekitar 3 bulan. Selama waktu itu, Anda bisa gunakan untuk menulis cerita yang lain. Lebih bermanfaat, ‘kan?

Miks, tidak terlalu sulit untuk menerbitkan buku, ‘kan? Anda hanya harus tekun dan sabar saat menjalani prosesnya satu per satu. Tidak ada yang mustahil dengan mimpi, kok. Selama Anda yakin, Anda akan bisa memeluk buku Anda sendiri. Semoga langkah-langkah di atas bisa Anda kerjakan dengan menyenangkan.

0 Shares:
Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You May Also Like