Jenuh sebagai Ibu Rumah Tangga? Segera Lakukan 9 Trik ini!

Hai, Miks!

Sebuah hal yang wajar bila Anda berada di titik jenuh. Entah itu dengan pekerjaan, pasangan, anak-anak, hobi bahkan kesibukan Anda sebagai ibu rumah tangga yang konon katanya kesehariannya hanya habis di dapur, sumur dan kasur. Ini adalah pemikiran dulu, ya! Kenapa? Karena Anda bisa melihat banyak juga, kok, ibu rumah tangga yang berprestasi di luar sana.

Prestasi wanita bisa diraih bukan hanya ketika dia berada di luar rumah. Berapa banyak penulis, pebisnis, novelis, reseller yang banyak menghasilkan omset jutaan rupiah perbulannya memiliki background ibu rumah tangga? Banyak!

Ingat, sekarang adalah era digital. Jadi, tak ada kata tak bisa bekerja dari dalam rumah. Intinya, bila terus ditekuni dan terus belajar menjadi lebih baik maka, bukankah itu bagian dari nilai pekerjaan? Bahkan, Kiki Barkiyah, ibu rumah tangga dengan lima orang anaknya bisa dikenal karena menuliskan bagaimana dia membersamai kelima anaknya. Bukankah ini layak dicontoh?

Nah, apa saja yang perlu Anda lakukan agar titik jenuh bisa terlewati dan tidak berakhir di titik nadir?

1. Syukuri saat Ini Juga

Kenapa harus bersyukur? Karena tidak semua orang memperoleh nikmat seperti yang sedang Anda miliki saat ini. Pasangan yang setia bahkan ikhlas bila Anda ditugaskan cukup menjaga anak-anak di rumah. Bersyukur adalah cara terampuh membalikkan hati yang tadinya merasa jenuh. Maka nikmat Tuhan mana lagi yang harus didustakan?

Ingat, mungkin yang Anda keluhkan saat ini bisa saja menjadi harapan wanita banyak di luar sana. Syukuri karena Anda sudah dititipkan Tuhan amanah yang tidak diberikan oleh orang lain. Percayalah, di luar sana ada banyak yang menunggu hingga puluhan tahun mendapatkan pasangan atau momongan. Ada juga yang rela bersabar bahkan terapi  hingga ke luar negeri untuk mendapatkan momongan. Jadi, bersyukurlah! Bukankah Tuhan pun menjamin akan menambah setiap nikmat yang berhasil disyukuri?

2. Lihat ke Bawah

Lihatlah orang-orang di bawah Anda. Masih banyak di sekitar kita anak-anak yatim, orang miskin, lansia tanpa keluarga yang mengurusinya yang perlu uluran tangan. Tengoklah mereka, berikan sedekah terbaik! Dan, ajaklah anak-anak ketika mengantarkan sedekah agar mereka bisa belajar berbagi.

Bila jenuh melanda segeralah, bersedekah. Bukan hanya materi saja, ilmu pun bisa disedekahkan. Percayalah setelah Anda berbagi, maka rasa bahagia akan mengurangi rasa jenuh Anda. Ingatlah, bahwa kesibukan di dalam rumah ternyata tak hanya mengikis rasa jenuh, tetapi bisa menjadi muara bahagia orang-orang yang memang butuh uluran tangan Anda.

3. Maknai Lebih Dekat

Maknai lebih dekat segala kesibukan Anda saat ini. Belajarlah menjadi ibu yang lebih sabar lagi dengan segala tingkah anak-anak saat ini. Bila target yang harus dicapai anak-anak terlihat terlalu tinggi, maka turunkanlah sedikit. Karena mendidik anak bukanlah hal yang mudah apalagi instan, berapa menit diajarkan lantas mendarah daging.

Mereka juga manusia seperti kita yang terkadang bisa lupa bahkan membuat salah. Pengulangan adalah kunci efektifnya sambil kita pun belajar konsisten dengan segala yang kita arahkan. Intinya, bila Anda merasa senang ketika anak-anak bisa belajar dari kehadiran Anda. Maka, Anda pun harus senang belajar dari kehadiran anak-anak Anda. Belajar bagaimana bila Anda berada di posisi anak.

4. Agendakan Me-Time

Bila jenuh melanda sempatkanlah untuk me time. Me time tidak harus selalu pergi ke salon, belanja yang terkadang belum diperlukan atau sekadar hura-hura menghilangkan rasa hampa. Mengunjungi tempat wisata, museum, perpustakaan atau tempat-tempat yang sedang viral bersama keluarga pun bisa menjadi pilihan.

Bila keuangan belum memungkinkan? Tak perlu kecewa atau iri dengan wanita lain yang selalu bisa kemana-mana. Justru Me-time bisa dilakukan dengan Anda bangun di sepertiga malam, mencurahkan segala masalah yang ada. Me time seperti ini dipercaya lebih bermanfaat bagi kondisi kejiwaan Anda. Tak percaya? Cobalah!

Sebagaimana yang bisa dikutip dari buku “Diary Ibu Bahagia” karya Rena Pusa dkk, “Jika saat ini Anda sedang tidak sabaran akan apa pun terutama saat menghadapi anak-anak. Maka ceklah kondisi ruhiyahmu. Ceklah kedekatanmu pada Rabbmu—pemilik dirimu. Di sanalah kuncinya.”

6. Targetkan Tantangan Baru

Terkadang dengan adanya tantangan baru, rutinitas Anda yang tadinya hanya di seputaran rumah bisa bergeser sedikit berada di luar rumah. Misalnya, Anda ingin belajar mengemudikan kendaraan dengan tujuan agar bisa mengantarkan anak-anak ke sekolah berhubung suami jarang di rumah. Hal ini tentunya tak lagi menjadi keinginan, tetapi menjadi kebutuhan.

Bisa saja Anda ingin belajar menjahit, menulis, memasak atau keterampilan lain untuk mengusir atau mengisi waktu luang. Nah, semua ini bisa Anda masukan ke dalam jadwal harian agar keseharian Anda lebih berwarna dan punya tantangan baru.

7. Ikutilah Kegiatan di Luar

Mengikuti seminar, kajian atau bergabung bersama komunitas bisa menjadi salah satu trik mengusir rasa jenuh. Tinggal Andalah yang memilih, mau bergabung dalam bentuk offline atau online. Intinya, setiap komunitas pasti memiliki visi, misi serta target yang ditentukan. Nah, inilah yang akan membangkitkan adrenalin Anda untuk mengerjakan hal-hal baru hingga jenuh pun akan menjauh.

8. Perkuat Arah Mimpi

Bila anak-anak akan lebih bersemangat mengerjakan sesuatu karena berharap adanya hadiah atau tergapai mimpinya. Anda pun seperti itu. Mimpi akan selalu membuat Anda bersemangat. Jangan jadikan status ibu rumah tangga menjadi kendalanya.

Apa mimpi Anda? Apa yang perlu dikerjakan agar mimpi tak sekadar menjadi harapan saja? Perlukah mengikuti kelas berbayar agar mimpi bisa terwujud? Komunikasikan bersama pasangan agar jenuh bisa terobati dengan passion yang akan mewujudkan mimpi Anda.

9. Tuliskan Saja Dulu

Pernah membaca atau bahkan menonton film Ainun dan Habibie? Apakah Anda tahu bahwa itu adalah bentuk terapi almarhum BJ Habibie atas meninggalnya sang istri tercinta? Beliau melakukan proses terapi dengan menuliskan segala hal yang pernah dilalui bersama kekasih hati. Kehilangan orang yang dicintai untuk selamanya tentu memerlukan energi yang kuat. Nah, beliau menjadikan terapi menulis sebagai salah satu pilihannya.

Dengan menuliskan segala masalah atau emosi yang sedang atau telah dilewati, diyakini bisa membuat psikis menjadi lebih tenang. Itu sebabnya menulis saat ini bukan sekadar mencurahkan isi hati, tetapi manfaatnya jauh lebih banyak. Menulis layaknya selokan yang bisa menjadi tempat mengaliri segala emosi negatif dan ini dipercaya bisa mengobati bahkan mencegah terjadinya depresi. Anda ingin membuktikan? Silakan.

Itulah 9 Trik yang bisa dicoba ketika jenuh mulai terasa di dalam rumah. Segera lakukan agar bahagia kembali terasa, ya, Miks!

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.