Anak Sulit Dinasihati? Lakukan Triknya Tepat di 5 Waktu Ini!

Hai, Miks!

Menjadi orang tua milenial tentu memiliki tantangan sendiri. Apalagi bila Anda bersama pasangan ingin menerapkan pengasuhan terbaik bagi buah hati. Bukan sekadar agar anak bisa sukses di masa depan nanti, tetapi sampai di akhirat kemudian.

Anak-anak sama halnya orang dewasa, setiap hari bahkan setiap detik pasti pernah berbuat salah. Entah masih balita, anak-anak atau menginjak usia remaja. Dinasihati? Terkadang hanya sekadar masuk telinga kanan lalu keluar telinga kiri. Hari ini dilakukan besoknya terkadang harus diulangi lagi. Nah, ini pertanda nasihat yang Anda berikan belum berkesan juga tepat sasaran.

Menasihati anak ketika sedang emosi atau ketika selesai membuat salah terkadang kurang tepat. Kenapa? Karena otak anak ketika itu tidak dalam kondisi rileks. Sama halnya bila Anda makan terlalu banyak atau setiap jam harus makan. Apa yang Anda rasakan? Tentulah kekenyangan. Nah, menasihati anak pun seperti itu. Lantas kapan waktu yang tepat menasihati anak?

1. Menjelang Tidur

Sebagaimana yang diketahui bahwa menjelang tidur otak berada dalam kondisi alpha atau rileks. Nah, sebisa mungkin Anda sempatkan waktu untuk menasihati anak ketika ia menjelang tidur. Ingat, jangan langsung menasihati, akan tetapi lakukan pertanyaan pemanasan dulu. Misalnya, tanyakan seharian tadi dia melakukan apa? Pernah melakukan salah atau? Terus solusinya kira-kira bagaimana?

Bisa juga dengan membacakannya buku cerita terlebih dahulu. Setelah itu barulah mengevaluasi bagaimana kesehariannya tadi kemudian berikan dia nasihat. Ingat, lakukan ini berulang-ulang. Jangan berharap hanya melakukan sehari lantas menginginkan hasil yang lebih.

2. Ketika Berada di Perjalanan

Ketika Anda bersama keluarga sedang dalam perjalanan, entah itu menuju toko buku, rumah saudara, atau sekadar pergi berbelanja kebutuhan harian. Momen ketika di perjalanan ini bisa Anda gunakan untuk menasihati anak.  Bukankah biasanya suasananya pun mendukung? Biasanya, suasana di perjalanan itu santai, bahkan sering Anda pun menyediakan camilan agar di perjalanan tetap terasa nyaman.

Suasana seperti ini sangat cocok bagi Anda yang seharian tadi mungkin saja tengah emosi karena aktifnya anak-anak. Ingat, lakukan pertanyaan pemanasan dulu sebelum menasihati seperti contoh di poin pertama. Hal ini pun pernah dilakukan Rasulullah, itu artinya Rasulullah sangat tahu kapan waktu yang tepat menyentuh hati anak dengan nasihat.

3. Ketika Anak Sakit

Ketika anak sedang sakit, entah karena terjatuh, demam, batuk atau sakit lainnya kebanyakan mereka membutuhkan kasih sayang yang lebih dari biasanya. Itulah kenapa anak-anak lebih terlihat manja dan sensitif ketika sedang sakit.

Percayalah, ini adalah salah satu waktu yang tepat bagi Anda memberikan buah hati nasihat. Di saat sakit, hati anak-anak biasanya lebih lembut sehingga lebih mudah menerima nasihat. Anda bisa melakukannya sambil membelai rambutnya atau ketika sedang membalurkan minyak kayu putih di tubuhnya.

4. Ketika Sedang Bermain Bersama Anak

Momen ini pun pernah dicontohkan oleh Rasulullah ketika sedang menasihati cucu-cucunya. Sebagaimana yang kita tahu ketika sedang bermain bersama anak suasana pasti terasa santai. Otak anak pastinya dalam kondisi siap menerima nasihat. Jadi manfaatkan waktunya, ya.

5. Ketika Makan Bersama

Makan bersama keluarga adalah momen yang baik untuk menasihati si kecil. Ingat, menasihati pun tentu ada adabnya. Jangan sampai Anda menasihati sambil membuka aib anak ketika momen makan bersama, apa lagi bila saudara-saudaranya sampai tahu akan kesalahannya.

Akan lebih baik bila anak yang masih kecil dinasihati bagaimana adab yang benar ketika sedang makan. Yakni makan dengan tangan kanan, makan sambil duduk juga mengambil makanan yang berada di dekatnya.

Itulah 5 waktu yang tepat bagi Anda memberikan nasihat buat anak. Jadi, semua ada waktu terbaiknya. Selamat mencoba, ya, Miks!

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.