Membuat Kebun Gizi di Rumah Minimalis? Bisa!

source: netralnews.com

Hai, Miks!

Kita sudah tahu bahwa untuk memenuhi kebutuhan gizi lengkap harus mengonsumsi makanan empat sehat lima sempurna. Salah satu dari empat sehat tersebut adalah sayuran. Sekarang ini harga sayuran mulai meningkat sedikit demi seikit menyebabkan cukup besar kocek yang harus dikeluarkan.

Nah, mari kita mulai menanam sayuran di halaman rumah untuk memenuhi kebutuhan gizi sayuran sehari-hari. Tidak harus di halaman luas, di rumah minimalis pun bisa.

Sayuran dapat ditanam langsung di tanah, dalam pot, polybag, kantung plastik bekas makanan, botol bekas minuman atau di wadah lainnya. Media tanam dapat dibeli di toko pertanian atau jika ingin lebih hemat dapat membuat campuran sendiri.

Komposisi media yang dapat digunakan ada tanah, sekam padi (sekam bakar atau segar), dan kompos dengan perbandingan 1:1:1. Kompos bisa berasal dari kotoran binatang atau dari tumbuhan. Dapat ditemukan dengan mudah di kios pertanian atau tanaman.

Ada beberapa jenis tanaman sayuran yang cocok untuk ditanam di halaman rumah. Misalnya:

Cabai

Ada beberapa jenis cabai, yaitu cabai rawit, cabai keriting, cabai jalapeno, dan cabai besar atau cabai hias yang dapat dikonsumsi. Contohnya cabai bulat berwarna merah mirip paprika mini.  Benih cabai bisa dibeli di toko pertanian atau membuat sendiri, yaitu dengan mengeringkan biji dari cabai yang sudah benar-benar tua dan berwarna merah sempurna.

Tomat

Tomat buah merupakan salah satu jenis tomat yang biasa dijual dipasaran. Ada juga tomat cerry yang cocok sebagai hiasan pada kebun. Buahnya yang kecil, bergerombol, berwarna merah, dan rasanya agak kecut membuat banyak orang mulai tertarik untuk menanamnya di halaman rumah. Benihnya dapat dibeli atau dibuat sendiri, dengan cara mengambil biji dari buah tomat yang sudah benar-benar tua, kemudian dijemur hingga kering. Benih pun siap disemaikan.

Terong

Terong dengan warna ungu dan berbentuk kurus panjang memiliki rasa yang lebih enak, dengan sedikit rasa manis.  Terong ungu yang lebih gemuk dan pendek memiliki rasa yang hampir sama dengan terong ungu kurus dan panjang. Terong warna hijau bercitarasa paling berbeda dengan terong lainnya. Terasa sedikit getir dan tidak ada rasa manisnya. Sebaiknya benih dibeli di toko karena membenihkan terong sendiri tidak semudah membenihkan cabai dan tomat.

Selada

Tanaman ini termasuk tanaman semusim yang dimanfaatkan daunnya sebagai lalapan. Kandungan gizi dan mineralnya lengkap sangat bagus untuk memnuhi kebutuhan gizi keluarga. Selain rasanya enak, bentuk daunnya yang cantik, bisa digunakan untuk menghias halaman.

Ada beberapa jenis selada. Selada daun pada umumnya, berciri daunnya keriting, menjuntai satu satu, tidak membentuk bulatan. Selada rapuh atau biasa disebut lettuce, daunnya tidak keriting, lebih tipis, tidak menjuntai, tetapi membentuk crop, rasanya lebih renyah dan ada sedikit manisnya sehingga jenis ini lebih disukai. Ada pula selada merah. Sama dengan selada di atas, tetapi daunnya berwarna merah.  Untuk benihnya bisa dibeli di toko-toko pertanian.

Sawi

Jenis sawi yang populer di pasaran adalah sawi hijau atau biasa disebut pakcoi. Batang dan daunnya lebih tebal, memiliki rasa sedikit pahit. Ada juga yang membuatnya menjadi asinan untuk menghilangkan rasa pahitnya.  Sawi huma atau biasa disebut sawi bakso. Jenis ini mempunyai daun dan batang yang lebih tipis, tidak ada rasa pahit sehingga jenis ini lebih disukai oleh masyarakat. Benihnya bisa didapatkan di toko-toko pertanian.

Kangkung Darat atau Cabut

Kangkung jenis ini mempunyai helai daun kecil meruncing. Berbeda dengan kangkung air, daunnya lebih lebar dan tidak meruncing. Kangkung darat rasanya lebih renyah dan lebih cepat lunak bila dimasak. Kangkung darat pada umumnya dipanen dengan cara dicabut, tetapi untuk kebun gizi di rumah agar lebih hemat, kangkung bisa dipanen beberapa kali dengan cara memotong batangnya saja. Dari sisa batang yang dipotong akan tumbuh tunas yang bisa dipanen lagi. Benihnya dapat dibeli di toko-toko pertanian.

Bayam Cabut atau Bayam Akar

Ada dua jenis bayam ini, yaitu yang berdaun hijau dan yang berdaun merah. Bayam ini sangat mudah ditanam. Umur panennya pun sangat pendek, sangat cepat panennya. Bayam biasanya dipanen dengan cara dicabut, tetapi agar lebih hemat, bisa dipanen dengan memotong ujung daunnya saja sehingga batang sisa akan tumbuh tunas baru yang bisa dipanen lagi. Benihnya dapat dibeli di toko pertanian atau dibuat sendiri dengan membungakan tanaman induknya.

Sebelum benih (biji) ditanam di tempat penanaman, benih harus disemaikan (ditumbuhkan) dulu di tempat penyemaian benih. Tempat penyemaian bisa dilakukan pada nampan atau kaleng bekas yang dberi ilubang pada bagian bawahnya agar air dapat mengalir setelah disiram sehingga air tidak tergenang.

Benih ditabur ditempat penyemain dan ditimbun sedikit dengan menaburkan media tanam di atasnya kurang lebih 1cm. Dapat juga pembenihan dilakukan di atas kapas yang diberi air hingga basah. Setelah 5 sampai 10 hari, benih sudah berdaun kurang lebih 5 lembar dan bisa dipindahkan ke tempat penanamam yang sudah disediakan.

Untuk menambah jumlah luasan tanam, pot yang digunakan dapat digantung tersusun secara vertikal. Misalnya Anda gunakan botol air mineral bekas yang dipotong terbalik. Dapat juga menggunakan toples bekas atau kaleng bekas. Susunan ini akan menambah jumlah sayuran yang dapat ditanam dalam luasan tempat yang sama.

Tanaman sayuran harus disiram setidaknya satu kali dalam sehari. Dapat dilakukan di pagi hari atau sore. Sawi, pokcai, selada, bayam, dan kangkung sudah dapat dipanen setelah 30 hari, sedangkan lombok, tomat, dan terong baru mulai berbunga setelah kurang lebih 30 hari dan baru bisa dipanen kurang lebih 30 hari kemudian.

Itulah tips membuat kebun sayur di rumah minimalis. Ayo, kita mencoba untuk membuat kebun gizi keluarga! Selain mudah, kita dapat memberi contoh yang baik pada orang di sekitar kita dan mendapatkan manfaat dari hasil kebun.

Selamat mencoba, Miks!

0 Shares:
4 comments
  1. Subhanallah , Mbah Agus …
    Artikel inspratif dan bermanfaat bagi keluarga dimanapun berada. Hal ini dapat salah satu alternatif untuk menghasilkan sayuran dan buah-buahan organik higenis dan sehat bagi kelauarga.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You May Also Like