Inilah 7 Trik agar Stamina Belajar Mengendarai Mobil Tetap Terjaga!

Foto: okezoneotomotif.com

Hai, Miks!

Belajar mengendarai mobil memang terbilang susah, tetapi bukan berarti wanita tidak bisa. Kenapa sulit? Karena mengendarai mobil memang membutuhkan banyak konsentrasi dan keterampilan ketika mengendarainya. Anda harus bisa menyeimbangkan kopling dan gas agar mesin mobil tetap hidup. Di samping itu Anda juga harus hafal bagaimana cara memindahkan persneling.

Mengingat sulitnya belajar mengendarai mobil, tak sedikit wanita yang akhirnya memilih untuk berhenti. Belum lagi bila ditambah adanya trauma yang terjadi ketika sedang belajar mengendarai mobil.

Nah, apa yang perlu Anda lakukan bila stamina belajar menurun? Entah karena efek trauma atau Anda kurang bersemangat bila harus belajar bersama pasangan? Yang konon lebih tidak sabaran menghadapi Anda ketika sedang belajar mengendarai mobil. Berikut 6 trik yang bisa Anda lakukan!

1. Mantapkan Niat

Apa niat dan tujuan Anda belajar mengendarai mobil? Apakah agar Anda bisa mengantar jemput si kecil yang sebentar lagi akan bersekolah? Atau mungkin agar bisa bergerak lebih leluasa ketika suami tak ada di rumah? Seperti pergi ke tempat seminar, kajian atau sekadar berkumpul bersama teman?

Apa pun tujuannya, catatlah agar suatu saat ketika stamina belajar menurun Anda bisa membacanya kembali. Ini dipercaya bisa menjadi tamparan yang keras agar Anda tak berhenti berlatih. Tuliskan maksimal sepuluh alasan beserta keuntungan yang bisa didapatkan bila Anda berhasil belajar mengendarai mobil.

Menuliskan segala keuntungan yang akan diperoleh nantinya akan merangsang Anda berpikir jauh lebih ke depan. Hal ini bisa menjadi antibodi yang kuat agar semangat belajar Anda tetap terjaga. Sekalipun belajar mengendarai mobil itu sulit, bila pikiran Anda jauh lebih hebat membayangkan segala keuntungannya yang didapat nanti maka, inilah yang akan mempermudah proses belajar Anda.

2. Ikuti Kursus Mengemudi

Kursus mengemudi bisa menjadi salah satu alternatif yang bisa Anda lakukan. Mengapa hal ini perlu? Karena di tempat kursus mental Anda akan dilatih bisa mengendarai mobil di berbagai medan. Anda akan belajar langsung di jalanan baik yang macet, kecil, tikungan, tanjakan, dan sebagainya.

Lagi pula, mobil di tempat kursus sudah didesain khusus untuk belajar. Jadi, risiko adanya tabrakan lebih kecil karena pelatih bisa mengendalikan rem dan kopling di saat panik menguasai Anda. Selain itu, mereka akan memberikan beragam trik mengemudi agar Anda bisa melewati berbagai medan yang sudah ditargetkan.

Bukan itu saja, biasanya berlatih dengan tenaga profesional akan membuat Anda merasa nyaman. Tak ada intonasi suara yang meninggi ketika Anda berbuat salah, layaknya ketika berlatih dengan pasangan atau saudara. Selain itu, mereka juga jauh lebih sopan ketika menyampaikan di mana letak kesalahan Anda. Inilah yang akan menambah rasa percaya diri Anda terbangun untuk bisa mengendarai mobil.

3. Komunikasikan Bersama Pasangan

Bila waktu berlatih di tempat kursus sudah habis dan Anda ingin berlatih bersama pasangan, maka komunikasikan terlebih dahulu apa yang menjadi harapan Anda. Ini penting agar selama latihan hubungan baik Anda bersama pasangan tetap terjaga. Jadi, tak ada istilahnya pergi berwajah ceria, pulang berwajah datar.

Awalnya, Anda mungkin akan membandingkan bagaimana pembawaan pasangan dan pelatih selama proses latihan. Pelatih, biasanya akan lebih sabar mendampingi Anda dibandingkan pasangan. Ini hal biasa dan wajar pula bila Anda sempat kecewa atau marah dengan sikap pasangan.

Cara termudahnya adalah komunikasikan bersama pasangan. Katakan Anda akan lebih mudah belajar bila nada suara pasangan tetap sama semenjak pergi dan pulang berlatih. Mintalah dia agar lebih menguatkan kesabarannya agar Anda pun merasa nyaman ketika sedang belajar. Bagaimana pun belajar dengan suasana bahagia akan lebih memudahkan Anda belajar dibandingkan dengan suasana penuh emosional.

4. Terus Berlatih

Pilih dan agendakan waktu yang tepat kapan Anda akan bersedia berlatih. Bagaimana pun latihan terus-menerus sngat diperlukan agar Anda bisa menguasai keterampilan yang beragam. Bagaimana menyalib kendaraan lain, melewati pertigaan, perempatan juga tanjakan yang paling sering memicu Anda panik. Semua ini hanya butuh dengan Anda menjadwalkan latihan.

5. Berpikir Positif

Setiap waktu dari latihan yang Anda lakukan baik sendiri maupun bersama teman atau pasangan pastinya memiliki kesan yang berbeda-beda. Misalnya, hari ini Anda lebih banyak belajar mengendalikan kopling dan rem karena harus melewati jalanan sempit. Keesokannya, Anda lebih banyak belajar mengendalikan stir karena banyak tikungan.

Tetap berpikir positif dengan semua latihan yang Anda lakukan saat ini. Hal ini tak lain agar stamina belajar Anda tetap terjaga. Masalah selama di perjalanan kapan saja boleh muncul, yang terpenting Anda memaknainya secara positif. Hal ini jelas akan menguntungkan Anda.

6. Ingat Tujuan Anda Belajar

Perasaan ingin berhenti berlatih karena adanya kejadian menegangkan bisa saja terjadi kapan saja. Entah itu karena hampir menabrak kendaraan lain, atau banyaknya klakson yang datang ketika Anda menjadi penyebab kemacetan. Bila perasaan ini datang bahkan, membuat Anda kepikiran maka, bacalah kembali apa yang sudah Anda catat sebelumnya. Iya, apalagi kalau bukan catatan niat dan keuntungan yang diharapkan bila Anda berhasil lancar mengendarai mobil.

7. Belajar dari Kesalahan

Seusai latihan pastikan Anda selalu belajar dari setiap kesalahan yang Anda lakukan. Misalnya, hari ini Anda lupa menyalakan lampu perempatan maka, keesokan harinya pastikan Anda tak mengulanginya kembali. Begitu juga bila keesokannya mesin mobil mati karena Anda melakukan rem terlalu kuat dan lupa menginjak kopling. Belajarlah, ingatlah dan terus berlatih agar Anda bisa lancar mengendarai mobil.

Itulah 7 trik yang bisa Anda lakukan agar stamina belajar mengendarai mobil tetap terjaga. Tetap semangat belajar dan berlatih ya, Miks!

2 Shares:
1 comment
Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You May Also Like