Jangan Anggap Remeh! 5 Ciri Ini Adalah Tanda Anak Stres

Source: elshinta.com

Halo, Miks!

Tidak bisa dimungkiri memang kurikulum anak-anak sekolah sekarang makin lama sepertinya makin memberatkan. Kalau zaman sekolah dulu, ketika baru masuk SD anak-anak tidak dipaksa untuk bisa membaca. Akan tetapi sekarang, kebanyakan sekolah meminta anak yang masuk SD bisa membaca.  Tidak ada yang bisa disalahkan, semua karena memang kebutuhan dan kurikulum yang semakin berat.

Dengan kurikulum seperti ini, orang tua pun harus menyesuaikan. Hal ini pastinya akan berimbas pada cara orang tua mendidik. Kalau dulu, pulang sekolah masih sempat untuk membantu orang tuanya di sawah atau bermain. Sekarang mungkin tidak. Beberapa anak yang bersekolah pulang sore, ditambah harus les,  belum lagi tugas-tugas dan pekerjaan pekerjaan rumah yang mereka bawa dari sekolah ataupun dari tempat lesnya.

Untuk anak usia sekitar 6-8 tahun, hal seperti itu akan cukup membuatnya stres. Sebab,, anak-anak yang masih berumur sekitar di bawah 8 tahun, otaknya belum berkembang sempurna. Masih terus berkembang, termasuk mempelajari emosi diri. Mereka terkadang tidak mengerti tentang apa yang dirasakan dan masih bingung bagaimana mengungkapkan ketidaksukaan atau keberatan pada aktivitas yang dilakukan. Sehingga, anak-anak melakukannya tanpa banyak membantah untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. Semua dipendam sendiri.

Hal-hal yang tidak dapat diungkapkan tersebut, merupakan pemicu untuk datangnya stres. Untuk itu,  orang tua perlu pandai membaca emosi dan perasaan anak-anak. Apakah ia sedang senang atau pun sebaliknya karena anak seringkali tidak menyadari bahwa dirinya stress. Oleh karena itu, orang tua perlu membantu mengenali gejala stres pada anak.

Berikut beberapa tingkah laku anak-anak yang mengindikasikan anak mengalami stres:

Marah-Marah atau Menangis Tanpa Sebab

Anak-anak yang sewaktu-waktu marah atau sewaktu-waktu menangis tanpa alasan jelas, mungkin mereka sudah mengalami stres.

Sakit Tanpa Sebab Jelas

Kondisi tubuh merupakan cerminan dari kondisi pikiran. Begitu juga anak-anak. Ketika anak sedang stres kemungkinan besar akan mengalami sakit, misalkan: panas, terlihat lemah, tidak bersemangat.

Tidur Tidak Nyenyak

Ketika tidur pikiran yang berfungsi adalah pikiran bawah sadarnya. Ketika ada hal-hal yang tidak enak pada dirinya dan itu belum terselesaikan akan terus terbangun. Menyebabkan anak menjadi sulit tidur atau tidur tidak nyenyak.

Mengasingkan Diri

Anak yang sedang mengalami stres, terkadang lebih banyak mengasingkan diri dari keluarga. Mereka cenderung diam dan betah sendiri. Karena, mungkin mereka sedang menelaah masalah yang dialami atau bisa jadi sedang meratapi nasib sendiri.

Mengompol

Hal yang jarang terjadi di usia anak 6 tahun ke atas. Akan tetapi, jika anak Anda yang biasanya tidak pernah mengompol tiba-tiba mengompol, perlu dicurigai bahwa ia sedang stres.

Demikian lima tanda anak sedang stres. Setelah mengetahui ini, diharapkan orang tua bisa lebih memperhatikan anak-anaknya dan lebih peduli pada emosi dan perasaan mereka.

Bagaimana dengan Anda, Miks, pernah mengalami tanda-tanda di atas?

0 Shares:
2 comments
Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You May Also Like