6 Trik Menjaga Lisan agar Berbicara Tetap Bermanfaat

Source: madaninews.id

Hai, Miks!

Menyampaikan atau membicarakan hal-hal baru yang belum banyak diketahui orang memang sangat menarik, tetapi berhati-hatilah menyampaikan hal baru apalagi belum diketahui kejelasan masalahnya.

Sebagai orang yang bersosial dan beriman harus pandai menempatkan pembicaraan sebagaimana mestinya. Perlu diingat bahwa setiap tempat ada temanya dan setiap tema ada tempatnya. Untuk itu, sebelum berbicara pikirkan betul apa yang akan dibicarakan, penting atau tidak, membawa manfaat atau mudarat, dan  sekarang atau lain waktu. Bagaimana upaya agar lisan tetap terjaga dan berbicara kita bermanfaat? 6 trik ini bisa digunakan untuk latihan.

1. Selalu Bersedekah Melalui Kalimat Baik

Sibukkan lisan dengan hal-hal yang bermanfaat. Kalimat yang baik adalah sedekah. Jika tidak dilakukan, otomatis lisan ini akan sibuk dengan yang tidak bermanfaat. Perbanyak membaca dari pada mendengar dan lebih banyak mendengar daripada berbicara

2. Pandai-pandai Membawa Suasana Pembicaraan

Jangan selalu menjadi obyek atau pendengar dari sebuah pembicaraan. Kita harus aktif dalam berbicara sehingga bisa mengendalikan mana pembicaraan yang pantas dan mana yang tidak pantas. Hindari perdebatan walau benar.

3. Pilih Pergaulan yang Positip

Carilah pergaulan yang sehat dan positif. Berteman dengan orang yang jelas kehidupannya di masyarakat membuat terbiasa berbicara tentang hal-hal yang penting saja. Salah satu faktor yang sangat mempengaruhi pembentukan karakter seseorang adalah lingkungan pergaulannya. Supaya lisan bermanfaat, pilihlah bergaul dengan orang yang pandai menjaga lisannya.

4. Tidak Mengutuk dan Berbicara Kotor

Hindari berkata kotor yang menyebabkan orang lain menjauh dan tidak bisa menerima. Jangan sampai menjadi orang yang mencaci, menggunjing, dan merendahkan orang lain. Ingatlah pepatah “Karena mulut badan binasa”, mendapat masalah baru akibat dari lisannya sendiri.

5. Tidak Bersuara Keras

Bersuara keras atau tertawa terbahak-bahak tidak mencerminkan sikap yang baik. Berbicara yang baik  adalah pelan dan penuh kelembutan. Namun, tidak berarti bersuara keras itu dilarang, ada hal-hal yang dibolehkan meninggikan suara seperti azan, mengimami salat dan juga ada kebutuhan seperti memanggil orang yang jauh dan sulit didekati, serta memperingatkan adanya bahaya.

6. Berdoa

Meminta pertolongan kepada Allah Swt. agar lisan terjaga dari dosa. Berusahalah membasahi lisan dengan kalimat thayyibah. Segera beristighfar jika menyadari ada kekeliruan dalam ucapan dan berjanji tidak akan mengulanginya.

Memang tidak mudah untuk bisa menjaga lisan yang membawa manfaat, apalagi lingkungan tidak mendukung. Namun, tidak ada jeleknya kalau dimulai dari sekarang. Mari mulia dengan menjaga lisan.

0 Shares:
2 comments
  1. Subhanallah Mbak Lilik, pas banget artikel dengan suasana Ramadhan, untuk puasa jg lisannya dari hal-hal yq tidak positif

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You May Also Like