Bolehkah Menyusui Ketika Hamil? Simak Penjelasan Berikut, Miks

Source: beritagar.id

Hai, Miks!

Pasti pernah di antara Anda, para ibu, hamil lagi ketika masih menyusui. Pastinya akan jadi masalah terberat. Di satu sisi kasihan pada si kakak, di sisi lain khawatir dengan perkembangan janin di dalam rahim. Lalu, muncullah sebuah pertanyaan, apakah boleh dalam keadaan hamil kita menyusui?

Sebelum membahas masalah NWP atau menyusui ketika hamil, kita perlu tahu tugas terberat ibu. Bukan hanya proses mengandung dan melahirkan saja yang membuat Anda seorang ibu berdebar-debar. Akan tetapi, proses setelahnya dan lebih panjang, yaitu menyusui. Terkadang menyusui menjadi momok tersendiri bagi para ibu baru. Berbagai pertanyaan dan ketakutan berkecamuk dalam hati. Antara lain, takut ASI tidak keluar, takut bayi tidak mau menyusu, sakit ketika disusu si bayi, dan masih banyak lagi.

Menyusui Merupakan Jembatan Kasih Sayang

Menyusui memang bukan hal yang remeh. Mungkin ada yang berpikiran, kalau menyusui itu mudah karena hanya proses menyusui antara ibu dan bayi saja. Namun, ternyata tidak semudah itu. Menyusui merupakan jembatan kasih sayang, kedekatan emosional, investasi gizi, dan kecerdasan. Adakalanya ujian bagi ibu dan bayi itu sendiri.

Menyusui bukan masalah remeh prosesi alamiah antara ibu dan bayi belaka. Namun, menyusui adalah jembatan kasih sayang, fase pembentukan kedekatan emosional, investasi gizi, dan kecerdasan, termasuk menyusui kadang menjadi ujian dan tantangan kehidupan bagi ibu dan bayi. Seperti, payudara bengkak, puting digigit bayi, juga bayi yang mengalami bingung puting.

Nah, ujian terbesar ibu adalah saat si kakak belum cukup umur untuk disapih dan masih menyusu, tiba-tiba hamil lagi. Pasti Anda akan merasakan kegalauan yang tinggi. Ingin menyapih si kakak, kasihan karena memang belum waktunya berhenti menyusu. Terus menyusui, khawatir janin dalam kandungan kekurangan gizi. Pasti mengalami dilema.

Bolehkan Menyusui ketika Hamil?

Banyak juga para ibu yang bertanya apakah boleh tetap menyusui si kakak, padahal kita sedang hamil? Jawabannya boleh.

Memang menurut orang tua zaman dulu, jika hamil lagi, maka si kakak harus disapih. Sebab, janin dalam kandungan akan kekurangan gizi. ASI si ibu juga sudah tidak bagus dan tidak ada gizinya bagi si kakak. Si kakak hanya minum air putih saja, tidak ada kandungan apa-apanya. Percuma juga disusui hanya akan menyebabkan si kakak kurus dan bodoh. Anggapan semacam itu sama sekali tidak benar.

Jika, Anda akan melakukan NWP maka harus tebal telinga. Anda harus keras kepala, agar tidak terpengaruh oleh anggapan orang-orang zaman dulu.

Memang menyusui ketika hamil kadang bisa menyebabkan kontraksi ringan, tetapi ini aman dan tidak akan mengalami keguguran. Oleh karena itu, ibu hamil dan masih menyusui disarankan rutin kontrol ke dokter kandungan.

NWP ini boleh dilakukan bagi setiap ibu asal tidak mengalami pendarahan, kontraksi yang berlebihan, tidak mengalami riwayat keguguran. Jadi, aman-aman saja menyusui meskipun dalam keadaan hamil. Tubuh akan tetap memproduksi ASI yang cukup untuk si kakak.

Pastikan Ibu Mengonsumsi Makanan Bergizi

Pastikan Anda mengonsumsi makanan dengan gizi seimbang agar kecukupan bagi si kakak dan janin dalam kandungan tetap terpenuhi. Tidak harus makan dengan porsi tiga kali lipat. Percuma makan dengan porsi tiga kali lipat, tetapi gizinya tidak seimbang. Makan sesuai dengan kemampuan Anda, asal gizinya seimbang. Pastikan juga rutin kontrol setiap satu bulan sekali.

Namun, jika Anda mengalami hal-hal seperti di bawah berikut, segera konsultasikan ke dokter. Apakah tetap boleh menyusui atau harus menyapih si kakak?

1. Kehamilan yang memiliki risiko tinggi atau mengalami persalinan prematur.

2. Hamil kembar.

3. Mengalami pendarahan atau nyeri pada rahim.

Menyusui ketika hamil sah-sah saja, asal pastikan kondisi tubuh sehat dan mampu. Bukan hanya sekadar ikut tren. Kondisi setiap ibu itu berbeda, harus konsultasi pada Spog masing-masing. Pilih yang pro ASI. Jangan memaksakan tubuh yang tidak mampu melakukan NWP.

Semoga informasi ini sedikit bisa membantu Anda semua. Terima kasih.

 

0 Shares:
3 comments
Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You May Also Like