4 Tips Manajemen Waktu untuk Ibu Saat Ramadan

Foto: pexels.com

Hai, Miks!

Bukan hal yang aneh lagi bagi ibu-ibu, kalau bulan Ramadan merupakan bulan yang paling spesial, sekaligus paling sibuk di antara bulan-bulan lainnya. Spesial karena bulan ini penuh berkah dan kebaikan. Sibuk karena di bulan Ramadan keluarga berkumpul di dua waktu, yaitu waktu berbuka dan sahur untuk makan bersama. Oleh karena itu, ibu harus bersiap untuk memasak hidangan sahur dan berbuka.

Apa lagi saat ini sedang masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di mana anak-anak sekolah diliburkan dan sebagian pekerja bekerja dari rumah. Maka, sebagian besar anggota keluarga berkumpul di rumah. Hal tersebut menyebabkan kesibukan seorang ibu bertambah menjadi beberapa kali lipat.

Namun, seorang ibu pasti tetap melaksanakan semua kegiatan itu dengan senang hati dan penuh cinta. Untuk itu, sangat perlu manajemen waktu untuk ibu agar tidak habis waktu dan tenaga saat puasa. Selain itu, dengan manajemen waktu yang baik, maka tugas dan pekerjaan bisa selesai secara efektif dan efisien.

Berikut tips manajemen waktu untuk ibu:

1. Tentukan Prioritas

Seorang wanita, selain sebagai istri, berperan juga sebagai ibu, dan seorang karyawan jika bekerja. Karena adanya pemberlakuan WFH (Work From Home) maka semua pekerjaan tertumpuk di rumah, belum lagi tugas membimbing anak-anak belajar.

Untuk itu, ibu harus menentukan prioritas utama dari semua tugasnya. Misalkan masak sahur dan berbuka, membimbing anak mengerjakan tugas, dan tugas kantor lainnya. Urutkan semua tugas dari yang paling prioritas sampai yang tidak terlalu prioritas untuk dilakukan.

2. Kerjakan dari yang Paling Mendesak

Setelah menentukan prioritas tugas, ibu dapat me-range waktu mengerjakan semuanya satu persatu. Tentukan dari yang paling mendesak. Ada kalanya tugas kantor sudah dikejar tenggat waktu untuk dikumpulkan, maka kerjakanlah itu terlebih dahulu atau anak-anak diminta mengumpulkan tugas oleh gurunya dalam waktu tertentu, maka kerjakan itu terlebih dahulu.

Pilih yang sekiranya mendesak untuk dilakukan lebih awal. Jika waktu yang dimiliki tidak cukup untuk melakukan semuanya dalam satu hari, mintalah pengertian pasangan atau keluarga untuk membantu dan mencari jalan keluar bersama. Misalkan, ketika tugas pekerjaan menumpuk dan ibu tidak sempat untuk memasak buka puasa, maka bisa meminta pengertian pasangan dan keluarga untuk membeli saja di warung lauk-pauk.

3. Sisihkan Waktu untuk Me-time

Menjadi hal yang wajib dimiliki seorang ibu untuk mempunyai waktu me-time. Sekadar menjadi waktu menenangkan diri dari kesibukan yang ada. cukup dengan 5 sampai 10 menit sehari, ibu bisa menyisihkan waktu sendiri. Jadikanlah itu jadwal tetap. Hal ini berguna untuk mengembalikan stamina dan fokus pikiran seorang ibu. Salah satu me time yang paling efektif dilakukan adalah dengan melakukan ibadah secara khusyuk. Biarkan semua lelah berpulang kepada sang Pemilik Kehidupan.

4. Bangun Lebih Pagi

Nah, khusus di bulan Ramadan, ibu harus bisa bangun lebih pagi dari biasanya. Kalau misalkan biasanya bangun saat subuh, maka di bulan Ramadhan bangun pukul 03.00 atau selambat-lambatnya pukul 03.30. Sebab, waktu-waktu ini dipergunakan untuk mempersiapkan makan sahur keluarga. Selain itu, dengan bangun lebih pagi, ibu bisa beribadah salat Tahajud terlebih dahulu.

Demikian tips manajemen waktu untuk ibu. Semoga bermanfaat. Selamat mencoba, Miks.

0 Shares:
2 comments
Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You May Also Like