Hindari Gibah dengan Melakukan 3 Hal Ini

Sorce: tribunnews.com

Hai, Miks!

Membahas tentang gibah, rasanya seperti tidak bisa terlepas dari yang namanya manusia, bahkan hal tersebut melekat sangat erat. Hampir semua manusia di dunia pasti pernah menggibahkan orang lain. Nah, bagaimana dengan Anda?

Menggibah hal yang baik-baik itu boleh-boleh saja, tetapi kalau sampai menggibah tentang kejelekan orang lain sepertinya tidak perlu, ya, Miks. Ingat, saat Anda membicarakan atau membuka aib orang lain, saat itu juga Anda telah menunjukkan keburukan juga kepada orang lain.

Seperti yang kita ketahui bahwa pengertian dari gibah adalah membicarakan keburukan orang lain atau bisa disebut dengan menggunjing. Jangankan di bulan Ramadan, di bulan biasa saja sangat dilarang untuk membicarakan keburukan orang lain. Apalagi jika sampai dilebih-lebihkan, itu nanti jatuhnya fitnah. Duh, serem banget, ya.

Oleh karena itu, di bulan Ramadan ini mari perbanyak kebaikan dan pahala agar kita tidak melewatkan Ramadan ini dengan sia-sia. Perihal pahala memang tidak ada yang tahu, bahkan kita tidak tahu apakah ibadah kita diterima oleh Tuhan atau tidak. Akan tetapi, sebagai manusia yang baik, kita harus selalu mengupayakan diri untuk selalu berbuat kebaikan, baik itu untuk diri sendiri maupun kebaikan untuk orang lain.

Tidak ada kata terlambat untuk melakukan kebaikan. Di bulan Ramadan ini kurang-kurangin gibahnya, yuk, dengan melakukan 3 hal di bawah ini. Jangan sampai mengurangi pahala puasa, ya!

1. Perbanyak Melakukan Kegiatan Positif

Ada begitu banyak kegiatan positif yang bisa dilakukan di sekitar kita. Baik yang disadari ataupun tidak. Hanya saja mungkin tingkat kepekaan kita yang belum terasah, makanya terkadang kita sampai bingung harus melakukan kegiatan apa lagi.

Nah, salah satu cara paling ampuh untuk menghindari gibah adalah dengan cara memperbanyak melakukan kegiatan positif. Misal, melatih kemampuan atau skill diri sendiri, membantu orang yang sedang kesusahan, menjaga kebersihan, dan masih banyak kegiatan positif lainnya.

Ketahuilah, dengan memperbanyak melakukan kegiatan positif, pikiran kita akan terfokus kepada kegiatan tersebut dan otomatis kita tidak ada waktu untuk membicarakan keburukan orang lain.

2. Kurangi Berkumpul dengan Banyak Orang

Seringkali inilah yang menjadi alasan dan pemicu terjadinya gibah. Zaman sekarang banyak orang yang merasa bahwa kumpul tanpa gibah itu rasanya tidak lengkap. Nah, ini adalah pernyataan yang sangat keliru. Mungkin karena terbiasa berkumpul sambil membicarakan keburukan orang lain, maka setiap adanya perkumpulan pasti tidak akan pernah lepas dari yang namanya gibah.

Mumpung sekarang bulan Ramadan, yuk, sedikit demi sedikit kita ubah kebiasaan buruk itu menjadi kebiasaan baik. Jika terbiasa menggibahkan orang lain, kita juga pasti bisa terbiasa menghilangkan gibah itu. Tidak ada sesuatu yang sulit untuk dihilangkan selama kita ingin mencoba. Apalagi di bulan Ramadan ini, jangan sampai hanya karena gibah, puasa kita jadi sia-sia.

 3. Mulailah untuk Menerapkan Prinsip, “Lebih Baik Diam daripada Berbicara Tanpa Makna”

Adanya prinsip ini akan sangat berguna dan menunjang untuk perlahan sedikit demi sedikit menghilangkan kebiasaan membicarakan keburukan orang lain atau gibah. Prinsip adalah dasar pemikiran atau pegangan hidup atas pemikiran seseorang, jadi saat kita berprinsip seperti ini, kemungkinan besar yang akan terjadi adalah menyusutnya kebiasaan gibah itu sendiri.

Hal ini tentunya sangat berpengaruh juga bagi kehidupan kita. Coba pikirkan, saat kita membicarakan keburukan orang lain, apa yang kita dapat? Uang? Jabatan? Atau apa? Tidak ada keuntungan sama sekali, bukan? Yang ada kita hanya buang-buang waktu karena telah menggibahkan orang lain. Rugi banget, ya?

Akan tetapi, masih banyak orang yang belum menyadari hal ini. Masih banyak orang yang lebih memilih mengikuti nafsunya daripada memikirkan bahwa apa yang dilakukannya itu sama sekali tidak bermanfaat.

Nah, itulah penjelasan dari 3 hal yang bisa kita lakukan untuk mengurangi kebiasaan menggibahkan orang lain. Semoga puasanya lancar dan kuat selalu. Ingat, ya, puasa itu tidak hanya menahan diri dari minum dan makan saja. Akan tetapi, menahan diri juga dari segala nafsu yang ada, termasuk membicarakan keburukan orang lain.

 

0 Shares:
2 comments
Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You May Also Like