Inilah 5 Tips Sahur ala Rasulullah agar Puasa lebih Berkah

Source: ohmedia.my

Hai, Miks!

Sahur adalah salah satu hal penting yang harus dilakukan selama bulan puasa. Meskipun sahur dihukumi oleh ulama sebagai amalan sunah. Akan tetapi, sahur juga menjadi salah satu faktor penting yang membantu seseorang bertahan tidak makan dan tidak minum selama waktu berpuasa.

Meskipun hanya menjadi amalan sunah, sejatinya sahur digalakkan untuk seluruh kaum muslimin. Meskipun tidak jarang banyak orang yang sudah sahur, tetapi di siang harinya masih merasa lapar dan haus. Bisa dibayangkan, jika tidak sahur pasti cepat sekali laparnya. Nah, berikut penjabaran singkat sahur ala Rasulullah. Simak, yuk!

Tidak Pernah Melewatkan Sahur

Makan di waktu matahari belum terbit memang sejatinya tidak mudah, bahkan banyak kaum muslimin melewatkan sahurnya agar bisa tidur lebih lama. Padahal, sahur sangat penting bagi kesehatan selama berpuasa.

Nabi adalah satu insan yang tidak pernah meninggalkan sahur, bahkan dalam hadis dari Abdullah bin Al Harits dari seorang sahabat berkata,  “Aku masuk menemui Nabi Muhammad saw. ketika makan sahur, beliau berkata, ‘Sesungguhnya makan sahur adalah berkah yang Allah berikan pada kalian, maka janganlah kalian tinggalkan.”‘ (HR An Nasaa`i dan Ahmad)

Mengakhirkan Waktu Sahur

Salah satu ujian orang berpuasa adalah hadirnya rasa lapar dan haus, sedangkan waktu berbuka masih lama. Oleh sebab itu, Islam menganjurkan untuk selalu mengakhirkan waktu sahur sebagaimana yang diajarkan oleh Nabi.

Nabi selalu mengakhirkan waktu sahurnya dan kamu juga bisa melakukannya setengah jam sebelum azan Subuh, supaya rasa kenyang kamu lebih tahan lama.

Tidak Terlalu Banyak Makan dan Minum

Salah satu cara supaya perut kita tahan lapar seharian adalah dengan memperbanyak makan dan minum sampai kenyang. Akan tetapi, terlalu banyak makan dan minum juga tidak diperbolehkan. Sebab, hal ini bisa berdampak negatif, di antaranya yaitu masalah pencernaan dan rasa malas ketika berpuasa.

Allah Swt. berfirman di dalam Al-Qur’an

يٰبَنِيْۤ اٰدَمَ خُذُوْا زِيْنَتَكُمْ عِنْدَ كُلِّ مَسْجِدٍ وَّكُلُوْا وَاشْرَبُوْا وَلَا تُسْرِفُوْا ۚ اِنَّهٗ لَا يُحِبُّ الْمُسْرِفِيْنَ

“Wahai anak cucu Adam! Pakailah pakaianmu yang bagus pada setiap (memasuki) masjid, makan dan minumlah, tetapi jangan berlebihan. Sungguh, Allah tidak menyukai orang yang berlebih-lebihan.” (QS. Al-A’raf 7: Ayat 31)

Makan Kurma

Kita semua tahu, kurma adalah makanan favoritnya Rasulullah. Bukan hanya di bulan Ramadan saja, tetapi kurma juga selalu dikonsumsi Rasulullah di bulan-bulan lainnya. Ditambah lagi, Madinah merupakan kota penghasil kurma terbesar. Di zaman jahiliyah, orang Madinah juga memberi makan kurma kepada untanya. Menurut penelitian dokter, kurma adalah zat besi yang sangat bagus bagi orang berpuasa.

Beribadah Setelah Sahur

Rasulullah tidak pernah tidur lagi setelah sahur atau salat Subuh. Rasulullah selalu melakukan aktivitas-aktivitas setelah subuh, baik itu ibadah maupun melakukan perjalanan untuk berdagang. Rasulullah juga tidak menganjurkan para umatnya untuk tidur setelah subuh. Di samping bisa mengurangi keberkahan rezeki, Rasulullah juga memperingatkan tidur setelah subuh bisa berpengaruh terhadap ketajaman ingatan. Oleh karena itu, Rasulullah cinta kepada umatnya yang mengawali paginya dengan kegiatan yang bermanfaat.

اللَّهُمَّ بَارِكْ لأُمَّتِى فِى بُكُورِهَا
“Ya Allah, berkahilah umatku di waktu paginya.” .(HR. Abu Daud no. 2606)

Itulah beberapa hal yang dilakukan Rasulullah ketika sahur agar tetap sehat dan fit dalam menjalankan ibadah puasa seharian. Semoga artikel ini bermanfaat, Miks!

4 Shares:
1 comment
Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You May Also Like