Biar Puasanya Lebih Kuat, Inilah Cara Mengatur Pola Tidur yang Baik di Bulan Ramadan

Source: pexels.com

Hai, Miks!

Memasuki bulan Ramadan ini, selain harus menjaga pola makan yang sehat, kita juga harus menjaga pola tidur yang baik karena pola tidur yang baik akan mempengaruhi kesehatan juga. Semakin seseorang membiasakan diri dengan pola tidur yang tidak teratur, maka tidak menutup kemungkinan ia akan lebuh mudah terserang penyakit. Gejala yang paling ringan yang ditimbulkan dari kurangnya jam tidur adalah sakit kepala.

Seperti yang kita ketahui bahwa jam tidur akan berkurang seiring dengan bertambahnya usia. Misal, di usia 3—5 tahun membutuhkan waktu tidur 10—13 jam per hari, sedangkan di usia 6—13 tahun membutuhkan waktu tidur 9—11 jam per hari. Terakhir, di usia 14—17 tahun membutuhkan waktu tidur 8—10 jam per hari. Dan seterusnya. Itulah waktu tidur atau jam tidur ideal menurut para ahli kesehatan.

Namun, tidak menutup kemungkinan ada beberapa faktor yang mempengaruhi pola tidur seseorang. Entah itu karena terlalu banyak pikiran, kesibukan, bahkan terlalu lelah bekerja seharian akan menyebabkan seseorang tidur dalam waktu yang lebih lama daripada biasanya.

Nah, meskipun sekarang berada di bulan Ramadan dan tentunya pasti ada jam tidur yang tersita. Misalnya, waktu sahur. Yang biasanya kita masih tidur, akan tetapi sekarang harus bangun untuk sahur. Ada sekitar 1—2 jam tidur yang tersita. Jangan sampai karena hanya beberapa jam tidur yang tersita ini kita menjadi rentan terserang penyakit. Itu artinya kita harus lebih ekstra dan mengatur pola tidur yang lebih teratur.

Tanpa kita sadari pola tidur yang teratur itu akan mempengaruhi tenaga atau kekuatan kita dalam berpuasa. Agar selalu kuat puasanya, yuk, simak penjelasan berikut bagaimana caranya mengatur pola tidur yang baik di bulan Ramadan.

1. Usahakan untuk Tidur Siang

Selain karena menjadi ibadah saat tidur siang di bulan ramadan, ternyata ada beberapa manfaat tidur siang yang mungkin belum kita ketahui. Misalnya, mengurangi kelelahan, meningkatkan suasana hati, dan meningkatkan performa kerja, secara fisik dan mental.

Untuk meminimalisasi atau mengganti waktu tidur yang tersita oleh waktu sahur, kita bisa menggantinya dengan tidur siang. Mulai dari 30—90 menit itu sudah cukup untuk mengganti waktu tidur yang tersita oleh waktu sahur.

2. Jangan Tidur di Atas Pukul 23:30 

Jangankan menurut ilmu kesehatan, menurut logika saja jika dibayangkan tidur di atas jam 23:30 lalu bangun kembali sekitar pukul 03:00—04:00 untuk sahur itu pasti akan menimbulkan efek sakit kepala karena jam tidur yang terlalu singkat.

Bahkan, hal buruknya adalah mampu melemahkan sistem kekebalan tubuh, hipertensi, stres dan depresi. Itulah mengapa usahakan untuk tidak tidur terlalu larut malam, apalagi di bulan ramadan ini. Kita harus pintar-pintar mengatur pola tidur yang teratur, ya.

Jika sistem kekebalan tubuh melemah maka tentunya itu akan mempengaruhi kekuatan tubuh kita dalam berpuasa. Apalagi di tengah pandemik virus corona ini, kita harus lebih ekstra dan hati-hati dalam menjaga kesehatan kita.

3. Usahakan Setidaknya Jam Tidur Jangan Kurang dari 7 Jam

Mengingat idealnya jam tidur orang dewasa itu 7—8 jam, maka kita harus mengusahakan diri untuk waktu tidur yang lebih teratur. Selain berefek pada kekuatan tubuh ketika berpuasa, akan tetapi memiliki efek yang berbahaya juga untuk kesehatan dari luar maupun dalam tubuh. Misal, penyakit jantung dan gangguan kulit yang akan berubah menjadi tidak sehat.

Duh, jangan sampai terjadi, ya. Pokoknya apa pun alasannya kita harus menjaga pola makan dan pola tidur yang teratur. Ingat, sehat itu mahal dan harta yang paling berharga adalah kesehatan. Jadi, selagi ada kesempatan, yuk, dijaga baik-baik kesehatannya dan semoga puasanya selalu diberi kekuatan dan kemudahan.

0 Shares:
Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You May Also Like