3 Tradisi Ramadan Ini Tetap Dilaksanakan Walau Kondisi Pandemi

Source: klook.com

Hai, Miks!

Wah, tidak terasa sudah memasuki minggu ketiga bulan Ramadan. Pasti kita semua sempat merasa sedih ketika awal memasuki bulan Ramadan karena kondisi yang tidak sama seperti Ramadan di tahun-tahun sebelumnya. Saat ini, umat Islam menjalankan ibadah puasa wajib bulan Ramadan di tengah pandemi virus korona  yang mengharuskan tetap tinggal di rumah.

Dalam bayangan kita, Ramadan kali ini akan begitu sepi dan tidak ada lagi acara-acara atau tradisi-tradisi yang biasa ada hanya di bulan Ramadan. Akan tetapi, sudah di pertengahan Ramadan di antara kita mungkin masih melihat beberapa tradisi saat Ramadan masih dilaksanakan meskipun dalam suasana Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB): Berikut di antaranya:

1. Ngabuburit

Berdasarkan asal katanya, ngabuburit berasal dari bahasa Sunda yaitu burit yang berarti sore. Akan tetapi, kata ngabuburit ini sudah masuk di Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) yang berarti menunggu azan magrib menjelang berbuka puasa pada waktu bulan Ramadan.

Nah, ketika ngabuburit ini, bisa dilakukan dengan jalan-jalan menggunakan kendaraan, sekadar ngumpul atau nongkrong bareng teman-teman, dan lain sebagainya. Biasanya, pada bulan Ramadan, setiap menjelang waktu magrib pinggiran-pinggiran jalan, taman-taman kota  atau tempat nongkrong asik lainnya akan dipenuhi banyak orang. sekadar bencengkrama menunggu waktu berbuka puasa.

Kegiatan ngabuburit ini masih dilakukan oleh orang-orang di beberapa daerah, meskipun dalam suasana pandemi dan peraturan PSBB.

2. Berburu Takjil

Takjil merupakan makanan atau minuman untuk membatalkan puasa. Kegiatan khas di bulan Ramadan adalah dengan berburu berbagai kuliner untuk takjil. Ada kolak, es buah, kue basah, atau roti-roti lainnya. Kegiatan berburu takjil ini hanya ada di bulan Ramadan.

Meskipun berpuasa di tengah pandemi corona, masyarakat tetap melakukan kegiatan berburu takjil. Beberapa tempat yang biasa dijadikan tujuan untuk berburu takjil ini pun masih ramai dikunjungi pembeli. Misalkan, Pasar takjil Benhill atau Jalan Panjang Kebon Jeruk Jakarta Barat, dan beberapa tempat lainnya yang biasa menjadi pusat penjualan takjil.

Selain itu, berburu takjil kini juga mengalami perubahan. Kalau beberapa orang masih melakukan transaksi langsung di tempat. Nah, selama pandemi ini beberapa produsen takjil menyediakan jasa layanan online untuk pemesanan takjil yang diinginkan. Jadi, selain datang langsung ke tempat, tradisi berburu takjil juga bisa dilakukan di rumah saja.

3. Buka Puasa Bersama

Buka puasa bersama adalah hal yang paling ditunggu ketika bulan Ramadan. Keseruan makan bersama dengan teman-teman atau keluarga merupakan hal yang paling dirindukan. Akan tetapi, peraturan PSBB menghalangi untuk melakukan kumpul bersama.

Meskipun begitu, tradisi buka puasa bersama tetap dilakukan dengan cara yang berbeda. Berkumpul bersama lewat video call dan makan bersama, sedikit banyak bisa mengobati kerinduan pada sanak keluarga.

Nah, tradisi Ramadan apa lagi yang masih kamu lakukan saat ini, Miks?

0 Shares:
Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You May Also Like