Mainan Si Kecil Berserakan? Ini 6 Tips agar Anak Mau Merapikan Mainannya Sendiri

Source: vospitulya.ru

Hai, Miks!

Berapa lama rumah Anda bisa bertahan rapi saat si kecil ada di rumah? Apalagi hampir dua bulan ini memang dianjurkan untuk di rumah saja. Anak-anak makin terpusat beraktivitas di dalam rumah.

Anak dan mainan memang bagaikan pasangan yang sulit untuk dipisahkan. Di mana ada mainan, di situ ada anak. Di mana ada anak, pasti ada mainan. Karena pada hakikatnya anak itu suka bermain, jadi wajar kalau anak-anak suka bermain.

Hanya saja, setelah anak bermain terkadang semua mainan berantakan tak beraturan. Melihat mainan berserakan di berbagai tempat tentunya membuat kita mengelus dada. Pagi hari Anda sudah membersihkan rumah, siang hari sudah nampak berantakan lagi. Makin sore makin kelihatan amburadul, saat malam tiba pun sudah tak terelakkan seperti kapal pecah.

Kesal, pasti ada, tetapi rasa kesal itu tak lantas membuat mainan beranjak segera rapi. Daripada marah-marah tak jelas, lebih baik Anda coba beberapa tips ini agar anak mau merapikan mainan.

1. Membuat Kesepakatan

Sebelum si Kecil bermain, Anda bisa ajak anak berdiskusi untuk membuat kesepakatan. Sampaikan pada anak untuk merapikan lagi mainannya setelah selesai bermain. Untuk anak di atas 5 tahun bisa kita tetapkan aturan yang lebih tegas. Anda bisa tentukan sanksi yang diterima anak jika tidak membereskan mainan. Misalnya, mainan favorit si kecil disita dalam jangka waktu tertentu, tidak boleh menonton TV atau tidak boleh bermain di luar.

2. Kemas dalam Aktivitas yang Menyenangkan

Karena anak-anak itu suka bermain, maka Anda bisa buat kegiatan membereskan mainan itu sebagai kegiatan yang menyenangkan. Misalnya, Anda bisa membuat semacam kompetisi atau balap membereskan mainan dalam waktu 1 menit.

Anda bisa memberikan arahan untuk si kecil mengumpulkan 3 mainan pada 10 detik pertama, 5 mainan pada 10 detik selanjutnya, dan seterusnya sampai 1 menit atau ajak anak Anda memasukkan mainan ke dalam wadah sambil diiiringi lagu favorit Anak.

3. Berikan Contoh

Anak itu seorang peniru yang ulung. Nah, Anda bisa berikan contoh cara membereskan mainan dengan baik dan benar kepada anak tanpa mengeluh. Sambil Anda katakan hal positif pada anak “Nak, mainannya rapikan, ya, kalau sudah selesai bermain. Kita masukkan lagi ke tempat semula, seperti ini. Adek pasti bisa, ya, merapikan mainan sendiri.” Anak pun akan meniru apa yang kita lakukan.

4. Sediakan Tempat Khusus Menyimpan Mainan

Usahakan setiap jenis mainan memiliki tempatnya masing-masing. Ini agar mempermudah si kecil untuk mengambil dan merapikannya kembali ke tempat semula. Anda bisa memilah mainan berdasarkan jenisnya atau memberi tanda untuk memudahkan anak mengetahui di mana saja mainannya berada.

5. Sediakan Ruangan Bermain

Untuk menjaga kekacauan mainan lebih terkontrol, Anda bisa buatkan area lingkungan bermain yang ramah anak. Tak perlu ruang khusus, bisa juga Anda sediakan space bermain di ruang keluarga atau kamar. Hal ini akan membantu Anda dan si kecil agar tak terlalu menghabiskan tenaga dan waktu yang lama saat merapikan mainan.

6. Seleksi Lagi Mainannya

Terkadang Anda membelikan banyak mainan dengan alasan kasih sayang atau sebagai hadiah. Ada baiknya Anda bisa membatasi jumlah mainan si kecil. Jika dirasa sudah terlalu banyak, Anda bisa mulai memilah untuk menyumbangkan mainan lama anak Anda.

Makin banyak mainan malah membuat Anda kerepotan juga dalam mengelola mainan itu. Batasi juga jumlah mainan yang boleh dimainkan si kecil dalam sekali main, jangan sampai semua mainan dikeluarkan. Bisa dibuatkan jadwal, misal mainan lego pagi hari, main mobil-mobilan siang hari.

7. Berikan Apresiasi

Bagaimanapun hasil pekerjaan si kecil setelah membereskan mainannya jangan dikomplain, ya. Wajar bila masih tidak sesuai ekspektasi.  Yang terpenting berikan pujian agar anak Anda merasa dihargai. Selain itu, jangan langsung turun tangan merapikan mainan agar semua cepat beres. Biarkan anak kerjakan sesuai kemampuannya.

Intinya jadikan kegiatan merapikan mainan sebagai aktivitas yang menyenangkan bagi si Kecil. Bukan suatu beban, tetapi tanamkan rasa tanggung jawab di dalamnya agar kelak menjadi kebiasaan yang positif hingga dia dewasa. Yang tak kalah penting, berikan apresiasi untuk si Kecil atas apa yang sudah dia kerjakan.

Selamat beres-beres!

 

 

0 Shares:
2 comments
Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You May Also Like