Ini Dia 7 Tips Menyapih Tanpa Sedih

Source: review.bukalapak.com

Halo, Miks!

Anda mempunyai anak usia 2 tahun? Ingin menyapih, tetapi tidak ingin anak dan Anda sendiri menjadi sedih? Bagi Anda yang menyusui, tibanya waktu menyapih seringkali menimbulkan masalah. Di satu sisi, Anda menyadari bahwa anak sudah saatnya disapih. Namun, kedekatan antara Anda dan anak selama proses menyusui membuat proses menyapih menjadi emosional. Menyapih memang bukan perkara yang mudah, baik bagi anak maupun bagi ibu.

Nah, berikut 7 tips agar Anda dapat melalui proses menyapih dengan baik tanpa meninggalkan rasa sedih.

1. Lakukan Dialog

Proses menyapih dapat dilakukan dengan cara dialog/musyawarah. Walaupun usia anak masih kecil, melakukan dialog dan memberikan pengertian terhadap suatu perubahan ternyata memberikan waktu bagi anak untuk mempersiapkan diri.

Beberapa bulan sebelum waktu menyapih tiba, katakan pada anak setiap malam saat ia hampir tertidur bahwa pada saatnya nanti, ia tidak boleh lagi menyusu (minum ASI).

Ucapkan kata-kata tersebut setiap malam, sambil menidurkan anak dan mengusap lembut kepalanya. Biasanya ucapan kita akan direspon anak dengan mengangguk. Pada siang hari, sampaikan juga pada anak melalui proses mendongeng atau memberi contoh anak yang lebih besar.

2. Mulailah Proses Penyapihan secara Perlahan-Lahan

Saat usia penyapihan tiba, mulailah mengingatkan anak sesuai proses dialog yang telah Anda lakukan. Meski dilakukan bertahap, mengingatkan anak sangat penting. Proses menyapih lebih mudah dimulai pada siang hari. Saat anak minta menyusu, Anda dapat mengingatkan dan mengalihkan perhatiannya dengan hal lain.

Namun, saat anak nampak tidak dapat mengendalikan keinginannya, berikan ASI padanya karena ia membutuhkan kenyamanan. Mengurangi frekuensi menyusu secara perlahan akan membuat anak siap secara mental untuk disapih.

Hal ini juga menguntungkan bagi Anda karena risiko membengkaknya payudara akan berkurang. ASI secara alamiah juga akan berkurang dan berhenti berproduksi dengan sendirinya. Kurangi terus frekuensi pemberian ASI pada anak hingga pada malam hari pun anak sudah tidak lagi harus tidur sambil menyusu.

3. Ubah Cara Tidur

Bila anak terbiasa ditidurkan dengan cara disusui, cobalah untuk menidurkannya tanpa disusui secara bertahap. Ajak anak berdialog agar ia juga dapat memberikan ide dengan cara seperti apa ia akan tidur. Ciptakan ritual tidur yang menyenangkan dan sesuai dengan keinginan anak.

4. Libatkan Ayah atau Anggota Keluarga yang Lain

Saat anak memiliki keinginan untuk menyusu, alihkan perhatiannya dari Anda dengan bermain bersama ayah atau anggota keluarga yang lain.

5. Gunakan Pakaian yang Berbeda

Saat masih menyusui, tentu Anda akan menggunakan pakaian yang mempermudah proses menyusui. Namun, saat waktu menyapih tiba, Anda dapat menggunakan pakaian yang berbeda sehingga memori tentang menyusu dapat dihilangkan dari anak.

6. Berikan Minum dengan Menggunakan Gelas

Saat proses menyapih dilakukan, hindari penggunaan botol susu, ya. Mengubah kebiasaan anak ke botol susu akan menimbulkan masalah baru di kemudian hari. Nanti Anda harus memisahkan lagi anak dari botol susu, kasihan ‘kan?

7. Peluk, Sentuh, dan Gendong Anak Lebih Sering

Peluk, sentuh, dan gendong anak lebih sering agar ia tidak merasa diabaikan setelah disapih.

Tips di atas boleh dicoba. Namun, yang terpenting adalah pada saat menyapih, fokuskan perhatian pada kenyamanan anak dan Anda sendiri. Tidak perlu membandingkan proses yang Anda lakukan dengan orang lain karena tiap anak adalah unik. Adalah penting memiliki tenggat waktu kapan anak akan disapih. Namun, akan lebih baik untuk fleksibel terhadap tenggat tersebut selama prosesnya tidak berlarut-larut. Nah, Miks. Selamat memulai proses menyapih, ya.

0 Shares:
1 comment
Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You May Also Like