5 Manfaat Berkebun Bagi Keluarga Masa New Normal

Source: pexels.com

Tantangan Makmood Publishing Hari Ke-1

Senin, 22 Syawal 1441 H/15 Juni 2020 M

 

Halo, Miks!

Tentu ada bertanya-tanya dalam hati sendiri, apa dan seperti apa ya new normal tersebut? Masa new normal adalah perubahan sikap atau perilaku untuk tetap menjalankan aktivitas normal. Kegiatan masa normal tersebut  harus menerapkan protokoler kesehatan guna mencegah terjadinya penularan Covid-19. Prinsip  penting dari new normal itu sendiri adalah dapat menyesuaikan dengan pola hidup sesuai protokoler kesehatan new normal. Interaksi sosial, pasti akan mengalami sesuatu bentuk new normal atau kita harus beradaptasi. Masa new merupakan  masa transisi dari masa pandemi COVID-19 ke masa normal. Semua aktivitas, dan bekerja, dan tentunya harus mengurangi kontak fisik dengan orang lain, dan menghindari kerumunan, serta bekerja, bersekolah dari rumah.

Bagaimanakah langkah yang diambil keluarga untuk menghadapi masa new normal ini!. Salah satu langkah atau aktivitas alternatif yang bisa dilakukan keluarga adalah berkebun. Berkebun dapat mengaktifkan semua anggota keluarga.  Berkebun bagi keluarga masa new normal, nah inilah manfaatnya;

 

  1. Aktivitas Positif Masa New Normal

Berkebun yang dilakukan keluarga merupakan salah satu aktiviats positif masa new normal. Orang tua, baik ayah atau ibu berkarier di luar rumah, tentu disibukkan kembali dengan rutinitasnya.  Sela-sela kesibukan rutinitas harian seperti aktif kembali bekerja di kantoran, para guru sibuk mengolah nilai akhir tahun ajaran dan aktivitas lainnya. Waktu luang tersebut dimanfaatkan aktivitas berkebun. Aktiviats  berkebun tentu  menjadi kenikmatan tersendiri. Semua anggota ikut aktif  seperti menanam tanaman baru. Kemudian merawat tanaman, seperti menyiram atau sekadar menata tanaman agar  tampak rapi dan segar.

Aktiviats berkebun bersama keluarga menciptakan  ikatan yang kuat dan kerja sama antar anggota keluarga. Selain setiap anggota keluarga dapat merasakan saat-saat  bahagia dengan melakukan kegiatan di luar rumah. Aktiviats  di luar rumah sangat bermanfaat bagi  semua anggota keluarga.

Aktiviats berkebun menanamkan tanggung jawab pada anak. Setiap anggota berperan aktif  di kebun. Sebab aktivitas di kebun tersebut, setiap anak diberi kesempatan untuk menanam tanaman yang mereka sukai. Sehingga  anak akan bertanggung jawab merawat dan  menjaga tanaman yang ditanamnya dengan baik.

 

 

  1. Terapi Kesehatan Fisik dan Psikis

 

Aktivitas berkebun yang dilakukan oleh anggota keluarga. Semua aktivitas secara tidak langsung  berkebun di tengah udara segar disinari cahaya matahari, mampu menghilangkan stress atau tekanan. Stress atau tekanan  akibat  pandemi COVID-19 dan pemberlakukan masa new normal oleh pemerintahan Indonesia. Walaupun aktivitas kehidupan mulai normal kembali tetapi tetap mengikuti protokoler kesehatan.

 

Ternyata berkebun juga baik untuk kesehatan fisik. Ini disebabkan, berkebun termasuk dalam olahraga. Aktiviats berkebun merupakan salah satu jenis gerakan fisik baik bagi tubuh. Berkebun dengan waktu cukup lama dapat membakar kalori dalam jumlah yang relatif tinggi. Berkebun sama dengan berolahraga. Tetapi berkebun tidak menguras  tenaga cukup ektra  seperti berlari atau bermain bulu tangkis.

 

  1. Wahana Wisata Alam Menyenangkan Bagi Keluarga

 

Aktiviats berkebun bukan hanya sekedar pengisi waktu luang keluarga, tetapi lebih dari itu bisa juga sebagai wahana rekreasi atau refreshing. Masa new normal membutuhkan kehati-hatian ekstra terhadap kesehatan dan keselamatan anggota keluarga. Walaupun aktivitas kehidupan sudah mulai normal lagi tetapi berbeda dengan kehidupan sebelum pandemi COVID-19 melanda negeri. Tetapi dunia usaha yang bergerak di bidang wisata masih dibatasi. Pembatasan tersebut karena semua aktivitas tetap menerapkan protokoler kesehatan masa new normal. Oleh karena itu, berkebun di lingkungan perkarangan rumah atau dekat rumah bisa berfungsi sebagai wahana wisata bagi keluarga.

 

Kegiatan membersihkan lahan, menyemai benih, menanam, merawat sampai memanen hasil tanaman sayur dan buah-buahan di kebun sendiri. Semua kegiatan tersebut  menjadi hiburan atau wisata alam menyenangkan bagi anggota keluarga. Setiap anggota ayah, ibu dan anak-anak satu sama lain asyik dengan aktivitas masing-masing di kebun. Aktivitas di kebun tersebut sesuai dengan kemampuannya. Menanam “yes”, hiburan  juga “ok”.

 

 

  1. Menghasilkan Sayuran dan Buahan Organik

Tidak hanya orang dewasa butuh makanan segar dan sehat. Tetapi begitu juga dengan anak-anak. Anak-anak masa tumbuh dan kembangnya membutuhkan makanan segar dan sehat. Apalagi makan segar dan sehat itu, hasil kebun sendiri. Sayur dan buahan segar  itu, dikenal juga  sayuran dan buahan organik. Memakan hasil kebun sendiri akan terasa lebih segar dibandingkan dari pasar tradisonal, supermarket atau di tempat-temat penjual sayur dan buah karena tanpa pestisida, bahan pengawet dan zat-zat berbahaya lainnya.

 

  1. Sarana Mendekatkan Diri Kepada Allah Maha Pencipta

Tanaman yang di tanam di kebun sendiri, bermanfaat untuk memenuhi kebutuhan sayur dan buahan keluarga. Berkebun tidak hanya sekedar memenuhi kebutuhan tersebut. Tetapi berkebun lebih dari itu, bisa  menjadi sarana mendekati diri kepada Allah. Sebab semua tanaman itu tidak ada dengan sendirinya. Tetapi tanaman tersebut diciptakan, dihidupkan, sampai bisa dipanen atas kuasa Allah Swt. Tanaman di kebun termasuk makhluk yang diciptan-Nya.

 

Kalaulah Allah tidak menumbuhkan bibit yang disemai tentu tidak ada tanaman yang akan ditanam. Apabila Allah tidak menurunkan hujan, apakah bisa tanaman bisa tumbuh subur dan bisa panen, tentu tidak kan? Oleh karena itu, sepatutnya orang tua memberikan pemahaman kepada anak-anaknya untuk dekat dengan Allah. Cara pendekatan diri dengan Allah, dilakukan sesuai dengan tingkat perkembangan usia anak.

 

“Anak ku,  Ibu mau bertanya? Apakah bibit jagung ada penciptanya? Tentu mereka menjawab pertanyaan Ibunya. “Ya Ibu? Tahukah anak Ibu siapa yang menciptakannya. Anak menjawabnya secara spontan “Allah Bu?” Oleh karena itu, perlu atau tidak keluarga kita bersyukur atas rezeki yang dberikan Allah. Spontan anak akan menjawab “perlu Bu?” Apabila selalu melakukan pendekatan seperti itu.  Sehingga sejak dini anak  merasa dekat dengan Allah. Insyaallah sampai dewasa dan kapanpun anak akan hamba-hamba dekat dan selalu bersyukur kepada Allah Swt. Begitu juga masa new normal ini, setiap anggota keluarga menjalani kehidupan dengan tenang, nyaman dan tawakal kepada Allah. Aamiin Yaa Rabbal’alamiin.

 

Nah itulah Miks,  lima manfaat berkebun bagi keluarga masa new normal. Silahkan dicoba, semoga bermanfaat.

 

1 Shares:
Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You May Also Like