Sering Update Status, Lima Hal Ini Membuat Tulisan Worth to Read di Media Sosial

Source: pexels.com
Hallo, Miks

Sekarang ini, kita sulit untuk lepas dari ponsel dan media sosial. Setiap inchi dari permukaan kehidupan muncul di sini. Dari menjadikan media sosial sebagai tempat menambah penghasilan, tempat bersosial, tempat berbagi ilmu, memperoleh berita atau sekedar tempat curahan perasaan. Setiap postingan menjadi konsumsi semua orang. Nah, sebelum memposting sesuatu di media sosial hal berikut ini perlu dipertimbangkan supaya tulisan worth to read untuk semua orang:

Pikirkan sebelum memposting

Ketika akan memposting sesuatu, sekuat hati tahan dulu sebentar. Ketik hapus sambil berfikir. Apakah perlu orang lain tau? Menulis saat emosi menggebu, terkadang merasa malu dibaca sendiri saat diri dalam keadaan normal. Menyaring sesuatu ketika hendak memposting membantu diri sendiri dan orang lain.

Tulisan positif akan mempengaruhi orang lain untuk berfikiran positif. Tulisan penuh kebencian, berisi umpatan akan ikut menaikkan emosi pembaca. Menciptakan karakter buruk tanpa disadari jika disodorkan berkali-kali.

Jaga privasi diri

Dahulu, jika bertamu ke rumah orang lain, orang tua berpesan jangan celingukan ke kamar, ke dapur. Tidak sopan. Sama halnya dengan dunia nyata, di media sosialpun perlu berkomunikasi dengan baik, bahasa yang baik serta menjaga sopan santun. Lalu, bagaimana kalau tuan rumah malah merelakan setiap inci kehidupannya untuk dikonsumsi semua orang? Bahkan kotoran cicak yang menempel di karpetpun orang lain tahu dari media sosialnya.

Menjaga privasi diri tentu dianjurkan. Mengingat tidak semua orang di media sosial baik. Bisa saja, mereka mencuri data privasi kita untuk hal yang buruk. Didengki, dibenci, dibully bahkan didoakan yang buruk gara-gara sebuah postingan.

Tidak menyingkat tulisan

Postingan yang menginspirasi, membumi dan worth to apply bila diposting dengan cara disingkat akan diskip pembaca. Meskipun dibaca, sedikit membuat mata kelilipan. Sangat tidak dianjurkan menyingkat tulisan.

Menggunakan teknik soft selling

Menjadikan media sosial sebagai tempat penambah penghasilan, meningkatkan trust diri, atau berbagi ilmu adalah hal yang positif. Apapun fungsinya hendaknya menggunakan teknik soft selling, yaitu tidak secara langsung tetapi melalui tulisan konten atau postingan yang bersinggungan dengan kehidupan sehari-hari namun sangat bermanfaat dan meningkatkan share dan like.

Gunakan gambar

Gambar bukan inti dari sebuah tulisan untuk menjadi worth to read. Namun, dengan melihat gambar yang relevan, disukai, membuat pembaca di sosial media penasaran lalu mengklik “baca selanjutnya.” Gambar menarik pembaca untuk berhenti dan bertahan pada postingan yang dibuat.

Jadi pada hakikatnya media sosial sama dengan dunia nyata. Meskipun halaman media sosial punya pribadi tetapi perlu diperhatikan dalam membuat postingan agar tulisan worth to read. Sehingga tidak bersinggungan dengan orang lain, tidak menimbulkan bullyan, yang pada akhirnya postingan menjadi pundi amal juga. Mari kita isi media sosial dengan tulisan yang positif dan bermanfaat. Teruslah berbagi dengan memperhatikan Lima hal yang membuat postingan di media sosial worth to read ya, Miks!

Tantangan Makmood Publishing hari ke-1

 

 

2 Shares:
Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You May Also Like