Teknik Free Writing Untuk yang Mau Belajar Menulis

Stuck menulis sebelum mulai!

 

Itu adalah kendala yang sering dihadapi oleh para penulis pemula. Sulit mencari ide, bingung mengawali tulisan, atau ribet mengembangkan konten yang dipilih. Tapi semua itu bisa ditepis dengan lakukan free writing.

 

Free Writing merupakan salah satu teknis menulis yang dipelopori oleh Dorothea Brande. Dia menerbitkan sebuah buku dengan judul Becoming a Writer (1934). Dalam bukunya tersebut dia memberi saran untuk menulis secepat mungkin selama 30 menit setiap pagi.

 

Teknik ini bertujuan untuk menghilangkan kekakuan saat mulai menulis. Penulis harus mengabaikan ejaan, rumus kalimat SPOK (subjek, predikat, objek dan keterangan), imbuhan, kata depan atau awalan, kalimat efektif, sebab-akibat, dan segala aturan kepenulisan lainnya.

 

Namun sebelum memulai kegiatan ini, ada beberapa hal yang harus diperhatikan. Diantaranya:

  • Konsisten meluangkan waktu untuk melakukan free writing.
  • Tentukan batas waktu untuk menulis, misalnya 10-15 menit.
  • Tidak usah memperhatikan tata bahasa dan penulisan.
  • Tetaplah fokus dengan menghilangkan berbagai gangguan yang mungkin terjadi.
  • Pilihlah sebuah ide agar tulisan terarah.
  • Komitmen terhadap waktu yang telah ditetapkan.
  • Jika Anda mengalami kebuntuan, maka ulanglah kalimat yang telah ditulis hingga akhirnya ide baru kembali muncul.
  • Jika telah selesai melakukan free writing, maka baca ulang kembali. Beri tanda kata atau kalimat yang dapat dijadikan ide menulis selanjutnya.
  • Tak perlu lakukan pengkoreksian dalam naskah free writing, karena itu akan berfungsi sebagai refleksi ketika Anda lakukan free writing

Ketika Anda telah memahami hal-hal yang harus diperhatikan saat lakukan menulis bebas, maka langkah selanjutnya adalah action. Bagaimana proses melakukannya? Berikut cara yang dapat Anda lakukan.

  • Pilih topik

Walau menulis bebas, Anda tetap harus dapat fokus pada satu ide yang akan dituangkan dalam bentuk kalimat. Hal ini berfungsi agar Anda dapat memusatkan pikiran untuk menulis sesuai dengan satu topik yang dipilih.

Jika tidak memiliki ide untuk dituliskan, maka gunakanlah semua panca indera. Carilah sesuatu yang bisa Anda lihat, rasa atau yang terlintas dalam pikiran. Lalu tulislah itu sebagai bahan tulisan.

  • Atur waktu

Gunakan stop watch atau jam yang telah diatur waktunya. Tentukan batas waktu yang akan digunakan untuk menulis bebas. Misalnya dengan mengatur waktu sekitar 10-15 menit untuk menulis terus tanpa jeda.

  • Mulai menulis

Nyalakan timer lalu mulailah tuangkan ide yang sudah dipilih tadi. Tulislah apa yang ada dalam pikiran. Fokus untuk menyelesaikan tulisan dalam batas waktu yang telah ditentukan tanpa henti walau sedetik pun. Abaikan rasa khawatir salah atau tidak sempurna.

  • Stop menulis

Disiplin pada diri sendiri dengan hentikan kegiatan menulis ketika waktu yang telah ditentukan selesai. Walau tulisan belum tuntas, Anda tetap harus berhenti.

  • Evaluasi

Hal ini dilakukan bukan untuk mengkoreksiĀ  tulisan, tetapi lebih pada menelaah hasil kegiatan tadi. Apakah Anda telah disiplin dalam waktu? Apakah Anda dapat memegang komitmen menulis selama batas waktu yang ditentukan?

  • Buat catatan

Anda akan menemukan beberapa hal yang harus diperhatikan setelah melakukan evaluasi. Catatlah itu semua agar dapat dijadikan pelajaran saat latihan selanjutnya. Atau, mungkin saja Anda menemukan beberapa frasa yang dapat menjadi ide tulisan selanjutnya.

Memulai kegiatan baru memang membutuhkan sebuah usaha yang maksimal. Jika Anda benar-benar tertarik dengan dunia menulis dan sering alami kendala saat memulainya, maka dapat mencoba teknik Free Writing ini.

Selamat mencoba, Miks!

 

Tantangan Makmood Publishing hari ke-1

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.