Tips Tetap Menulis Meski Lagi Sakit

Source: pexels.com

Hai Miks!

Pagi yang cerah, suasana terasa damai, aktivitas pagi yang menyejukkan tidak akan dirasakan apabila tubuh lagi sakit. Respon tubuh yang mendadak menjadi lunglai, lesu, mual-mual menjadi penyebab untuk merubah aktivitas. Biasanya pagi dinikmati dengan hati yang berbunga-bunga, menata ini dan itu. Banyak aktivitas-aktivitas yang di mulai dikerjakan di waktu pagi.

 

Eits, ketika tubuh mulai menandakan kurang fit, bukan berarti aktivitas yang biasa dikerjakan menjadi terhambat. Salah satu  kegiatan yang tetap berjalan yaitu menulis. Menulis menjadi terapi supaya tubuh menjadi sehat. Pasti bertanya-tanya, orang sakit mengapa harus tetap menulis?

 

Menulis sebagai terapi supaya organ-organ dalam tubuh bisa menangkal virus yang mulai mengajak untuk lesu, mudah lelah, dan mual-mual. Selama sakitnya masih dalam skala yang normal, bukan sakit yang menyebabkan organ-organ tubuh harus mengalami penanganan khusus bahkan tidak sadarkan diri berarti masih bisa ditangani oleh diri sendiri.

 

Diri sendiri sebenarnya bisa untuk memberikan terapi supaya tetap sehat. Terlebih kalau sudah jadi seorang ibu. Ibu menjadi seseorang yang berada di garda terdepan dalam hal mengatur segala kebutuhan sehari-hari dalam rumah tangga. Kalau seorang ibu sakit, bisa berantakan semua kinerja yang ada di rumah.

 

Bagaimana dengan sarapan anak-anak. Bagaimana dengan kerepotan suami yang harus menggantikan peran sang istri. Tidak terbayang semua hal yang menakutkan terjadi di rumah, saat sang istri sakit. Yuk simak tips supaya rumah tetap aman kembali dan pastinya aktivitas menulis tidak terganggu

  1. Bangun tidur minum air putih

Tidak perlu banyak-banyak cukup satu gelas atau setengah gelas. Bagi yang tidak terbiasa minum air putih, cukup beberapa teguk saja. Setelah itu, bisa dilanjutkan dengan minum teh atau kopi hangat. Hangat ya, bukan panas.

  1. Siapkan camilan atau makanan ringan

Camilan atau makanan ringan sebagai teman hidup, eh, maksudnya teman menulis. Jadi, tubuh yang kurang bersemangat dalam menghadapi kehidupan bisa jadi karena tubuh memberikan sinyal sedang lapar atau sedang membutuhkan asupan lebih. Tubuh yang mulai menandakan kondisi kurang fit, bisa jadi karena faktor aktivitas yang padat dan diri sendiri lupa untuk memperhatikannya. Makanya, itu sebagai warning agar diri sendiri care terhadap tubuh.

  1. Sipkan media untuk menulis

Bisa laptop, buku atau HP. Tergantung kebiasaan menulis di mana. Pokoknya dibuat senyaman diri sendiri enaknya nulis di mana.

  1. Buat tema yang mau ditulis hari itu

Kalau semisal seorang content writer, sudah pasti setiap hari sudah ada tema. Jadi, tidak pusing mau bikin tulisan tentang apa. Hanya memikirkan isi dari tulisan tersebut akan bercerita tentang apa. Proses berpikir untuk menulis artikel tersebut yang menyebabkan tubuh merespon untuk menjadi sehat. Syaraf-syaraf bekerja untuk terus menggali ide. Rasa sakit yang dialami akan dengan sendirinya menghilang. Karena titik fokus bukan diarahkan pada rasa sakit, melainkan pada penggalian ide. Setelah menulis selesai, lenyap sudah sakit yang meradang. Bye-bye sakit, selamat datang sehat.

 

Empat tips di atas boleh dicoba. Semoga tubuh tetap sehat dan aktivitas menulis tetap lancar. Karena pada tubuh yang sehat, segala hal bisa dilakukan lebih leluasa daripada saat sakit. Jangan lupa untuk jaga kesehatan ya… dan semangat selalu untuk terus menulis supaya banyak manfaat yang bisa dibagi kepada orang lain. Nah, Miks selamat memulai untuk menulis.

*Tantangan Makmood Publishing hari ke-1

Tips Tetap Menulis Meski Lagi Sakit

6 Shares:
Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You May Also Like