7 Cara Mendidik Anak Menurut Ajaran Rasulullah

Source: republika.com

Halo, Miks! Setiap orang tua berkewajiban mendidik anaknya dengan baik. Tetapi, ternyata dalam Islam cara mendidik anak laki-laki berbeda dengan anak perempuan. Dan Rasulullah adalah sebaik-baiknya teladan dalam mendidik anak secara Islami. Beliau adalah sosok yang penyayang dan lembut terhadap anak-anak.

Rasulullah saw mencontohkan untuk mendidik dan mengajarkan anak penuh dengan kasih sayang dan kesabaran. Beliau tak pernah sekalipun membentak atau memarahi dengan ucapan dan kata-kata kasar, tetapi sangat tegas dalam urusan agama.

Inilah 7 cara mendidik anak menurut ajaran Rasululllah saw.

1. Mengajrkan Ilmu Tauhid dan Akidah

Ilmu Tauhid adalah Ilmu tentang ketuhanan yang sangat penting untuk diajarkan pada anak sejak dini. Begitu pula dengan ilmu akiahah atau keimanan. Rasulullah mengajarkan anak-anaknya untuk mengucap dua kalimat syahadat sejak dini untuk mengenalkan Allah sejak dini pada mereka.

2. Mengajarkan Ilmu Agama

Ilmu agama akan menjadi pondasi kehidupan bagi masa depan seorang anak. Untuk itu, sangat penting untuk menanamkan pondasi ini sedini mungkin. Apalagi untuk seorang anak laki-laki yang kelak akan menjadi pemimpin bagi istri dan anak-anaknya.

Ilmu agama bisa diajarkan sejak dini dengan cara yang sederhana, seperti, belajar mengaji, membiasakan anak untuk berdo’a sebelum dan sesudah beraktivitas,mengenalkan anak pada rukun iman dan rukun islam.

3. Mengajarkan Tata Cara Salat

Salat adalah kewajiban bagi setaip umat islam. Karenanya seorang anak wajib belajar dan membiasakan salat sejak dini. Apalagi untuk anak laki-laki yang kelak akan dituntut menjadi imam salat, hendaknya diajarkan dari kecil untuk menghafal dan memepelajari bacaan serta tata cara salat yang baik.

Dalam Islam, anak sudah wajib melaksanakan salat sejak usia 7 tahun. Sehingga mendidik anak untuk taat pada Allah dan Rasulnya dalah kewajiban mendasar bagi setaip orang tua.

4. Mengajarkan Ibadah Puasa

Islam menganjurkan untuk mengenalkan rukun islam yang ketiga sejak dini pada anak-anaak. Anak bisa diajarkan untuk berpuasa setengah hari, agar terbiasa melakukan puasa penuh saat sudah mampu dan cukup kuat menahan rasa lapar dan haus.

Ajarkan anak untuk terbiasa makan sahur, dan berpuasa penuh, jika dinilai sudah cukup umur dan memenuhi syarat-syarat berpuasa.

5. Mengajarkan Anak untuk Menjadi Pemimpin

Anak lelaki adalah calon pemimpin dan calon imam untuk keluargantya. Ajarkan anak untuk bersikap adil, tegas dan mandiri sesuai tempat dan porsinya. Hal ini bisa dilakukan dengan membacakan kisah-kisah teladan para Nabi dan Sahabatnya.

Jangan lupa juga untuk memberikan contoh sikap-sikap yang baik agar anak meniru dan mempraktikkan sikap-sikap tersebut, karena anak adalah peniru yang ulung.

6. Mendidik Anak Menjadi Laki-laki yang Bertanggung Jawab

Rasa tanggung jawab perlu ditanamkan sejak dini agar anak memahami kewajiban dan kodratnya. Kodrat anak laki-laki berbeda dengan kodrat anak perempuan, hal ini yang harus ditekankan pada anak laki-laki sejak dini.

Kemandirian adalah kunci menggapai kesuksesan. Anak laki-laki yang mandiri akan mudah untuk mengatur kegiatannya, sehingga akan memudahkan dalam mengatur urusan rumah tangga dan pekerjaannya kelak.

7. Mengajarkan untuk Berbakti pada Orang Tua

Anak yang berakhlak mulia adalah yang berbakti pada kedua orang tuanya. Jika seorang anak memuliakan orang tuanya, maka Dia akan terbiasa untuk berbuat baik dan menghormati orang lain.

Ajarkanlah nilai-nilai kebaikan pada anak sejak dini, agar anak tumbuh menjadi manusia berkualitas yang menjunjung tinggi akhlak dan budi pekerti.

Nah, itulah cara-cara mendidik anak sesuai anjuran agama islam. Semoga semakin banyak orang tua yang mengerti akan pentingnya menanammkan nilai-nilai agama pada anak agar tercipta generasi penerus islami yang selain pintar juga beraklak dan berbudi mulia.

#Tantangan Menulis Makmood publishing Hari ke-2

1 Shares:
Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You May Also Like