Mengajarkan kebiasaan sehat pada balita

Source: pexels.com

Hai Miks!

Apa kabar? Gimana atmosfer di rumah hari ini? Adem ayem, aman terkendali atau sebaliknya masih kacau balau?

Saya yakin, sekian purnama di rumah aja pasti ada banyak hal yang sudah Miks ajarkan pada buah hati tercinta. Salah satunya adalah hidup sehat menjalani new normal seperti sekarang ini.

Hidup sehat tidak bisa diperoleh secara instan. Karena itu penting sekali menerapkan pola hidup sehat pada buah hati tercinta sejak dini. Buat yang punya balita di rumah, ini adalah saat yang tepat mengajari mereka bagaimana hidup sehat yang harus mereka jalankan.

Masa balita merupakan masa terpenting dalam kehidupan anak. Ada yang menyebutnya masa ini adalah periode emas dalam masa tumbuh kembang anak. Pada masa ini anak akan merekam semua perkataan dan perbuatan dari lingkungan terdekatnya.

Karena itu cara terbaik mengajarkan kebiasaan untuk hidup sehat dan bersih adalah dengan memberi contoh langsung. Jadi orang tua bertindak langsung sebagai panutan. Melihat kebiasaan hidup yang diterapkan orang tuanya, anak cenderung akan melakukan fotokopi atas apa yang kita lakukan, tanpa tekanan tanpa paksaan. Lebih mudah bukan? Ketimbang sekedar lewat omongan ataupun nasihat.

So, gimana dong caranya agar kita bisa menjadi panutan yang baik bagi anak? Ada beberapa hal yang perlu kita perhatikan.

📍Menjadi contoh yang positif.

Kalau kita tidak mau anak kita makan makanan yang tidak bergizi, sebisa mungkin kita tidak memberi mereka makanan yang masuk kategori tidak bergizi.

Selain itu juga memberi tahu makanan yang tidak bergizi itu makanan yang seperti apa.
Sebagai gantinya isi kulkas dengan buah-buahan segar atau jelly.

Apalagi di masa pandemi seperti sekarang ini, mengajarkan bagaimana menjaga kebersihan, merapikan mainan, membuang sampah pada tempatnya dan bagaimana cara mencuci tangan yang baik dan benar.

📍Stop complain dan mengeluh.

Kalau anda tidak suka makan sayur, jangan mengeluh di depan anak. Karena mereka akan ikut-ikutan mengeluh dan bahkan mungkin akan tidak menyukai sayur sama sekali.

📍 Lakukan kegiatan yang sehat dan menyenangkan.

Libatkan anak dalam membuat rencana kegiatan sehat yang akan anda lakukan bersama mereka, misalnya membersihkan rumah. Kegiatan menata mainan, menyapu dan mengepel lantai bersama-sama bisa menjadi kegiatan yang menyenangkan.

📍 Hindari memberi makanan sebagai hadiah.

Ada masa-masanya anak sulit makan dan menjadi sangat pemilih. Jangan sekali-sekali memberi iming-iming permen agar si kecil mau makan sayur. Karena mereka akan berpikir permen baik di makan sementara sayur bukan makanan yang baik.

📍Beri pemahaman.

Saat sedang menemani anak belajar atau bermain, sampaikan pada si kecil akan pentingnya hidup sehat. Jelaskan betapa tidak enak rasanya jika mereka sakit, harus ke dokter dan minum obat.

So, tunggu apa lagi? Segera mantapkan hati dan luruskan niat untuk mengajak keluarga anda hidup sehat. Mulailah sekarang juga. Bukankah lebih baik mencegah daripada mengobati?

0 Shares:
Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You May Also Like