7 Fakta Dokter Nyentrik dr. Tirta Mandira Hudhi

Source: pikiran-rakyat.com

Penampilan nyentrik, bicara ceplas-ceplos tapi tetap rendah hati, itu yang ditangkap dari dr. Tirta Mandira Hudhi. Kemunculannya di ruang publik menjadi viral seiring dengan berita pandemi Covid-19. Dokter sekaligus influencer ini menjadi inspirasi atas sumbangsihnya kepada rekan-rekan tenaga medis. 

Lahir di Surakarta, 30 Juli 1991. Pria 29 tahun ini mendirikan usaha jasa pencucian sepatu, dan telah mendirikan 60 cabang di seluruh Indonesia. Kegemaran akan sepatu mendorongnya membuat agensi brand online Tukutu yang mewadahi 17 brand sepatu lokal. Hal ini sebagai wujud tekadnya mengembangkan brand lokal. Hebat, ya, Miks!

Siapa sebenarnya dr. Tirta, tokoh muda inspiratif ini? Berikut 7 faktanya.

 

1. Lulus di 3 Universitas Ternama

            Fakultas Kedokteran adalah fakultas yang dipilih oleh dr. Tirta atas anjuran ayahnya, mengingat ibunya yang sakit keras. Sebelum akhirnya memilih berkuliah di UGM, Dr. Tirta ternyata lulus di tiga universitas ternama, lo. Menunjukkan bahwa dr. Tirta memang sosok yang cerdas.

 

2. Sempat Menjadi Atheis 

Dr. Tirta lahir dari keluarga beda agama. Namun, orang tua memberi kebebasan kepadanya memilih keyakinan. Hal ini membuat kolom agama di Kartu Keluarga tidak terisi. Sampai akhirnya pada tahun 2012, dr. Tirta menjadi mualaf.

Ada yang unik dibalik cerita mualafnya. Dr. Tirta bermimpi bertemu dengan dengan seseorang berpakaian putih, bersorban, dan bercahaya. Orang itu memberinya pesan bahwa dia kelak akan melakukan tugas yang besar. Ini terjadi setelah ayahnya kembali dari ibadah umroh. Dr. Tirta menafsirkan mimpinya sebagai hidayah untuk memilih Islam sebagai keyakinannya. 

 

3. Merekrut Anak Jalanan Sebagai Karyawan

Sifat yang rendah hati dan gampang bergaul membuatnya mudah masuk ke segala kalangan. Tidak heran, bila dr. Tirta Merekrut anak jalanan untuk usaha Shoes & Care-nya. Tercatat ada 360 karyawan yang bekerja di perusahaannya. Beberapa di antaranya adalah anak jalanan. 

 

4. Sempat Berjualan Gorengan

Bisnis Shoes & Care ternyata bukan bisnis pertama yang digelutinya. Bisnis pertama yang dilakukan adalah jualan gorengan. Ini dilakukan saat kuliah Kedokteran semester pertama, medio 2009. Ketekunannya berbisnis, dan memegang prinsip tidak gengsian membawa hasil di tahun-tahun berikutnya. Inspiratif sekali, ya!

 

5. Menolak Tawaran Beasiswa S2 di Luar Negeri

Dr. Tirta menyelesaikan kuliah Kedokteran selama tiga tahun, bukti dari kecerdasan dan ketekunannya. Selanjutnya menjadi ko-as di IGD RS. Dr. Sardjito selama dua tahun. Selama ko-as, ia tetap menjalankan bisnis Shoes & Care. Sempat ditawari beasiswa S2 di luar negeri, tapi tidak diambilnya. Alasannya belum siap, karena ia ingin belajar lebih dalam Kedokteran secara praktik. Oleh karena itu ia juga memutuskan bekerja di Puskesmas.

 

6. Memutuskan Fokus di Dunia Usaha

Perkembangan bisnisnya yang pesat mendorongnya untuk memilih antara dunia bisnis atau kesehatan. Padahal, ia berniat sekolah Dokter Spesialis dan sudah menabung untuk itu. Namun, bisnis membutuhkan perhatiannya lebih. Akhirnya ia memutuskan vakum dari dunia kesehatan dan fokus bisnis pada tahun 2018. 

Dalam wawancaranya di kanal You Tube Helmy Yahya, ia menuturkan bahwa dokter adalah profesi yang dipilih dari pada pengusaha. Jadi cita-citanya menjadi Dokter Spesialis tetap akan diwujudkan. Kita tunggu, ya, Miks!

 

7. Tidak Segan Berdonasi

Sebagaimana diketahui, pada awal masa pandemi Covid-19, harga alat-alat kesehatan seperti masker, hand sanitizer, dan lain-lain mengalami lonjakan harga. Ketersediaannya juga langka. Saat itu, dr. Tirta mengeluarkan ratusan juta dari kantong pribadi untuk pengadaan alat kesehatan yang dibutuhkan tenaga medis. Selain itu ia juga menggalang dana yang disalurkan untuk tenaga kesehatan yang menangani wabah Covid-19. 

 

Demikian fakta-fakta mengenai dr. Tirta Mandira Hudhi. Ketekunan dan sifatnya yang dermawan sangat menginspirasi, kan? Semoga banyak orang dapat meneladani sifat positif dr. Tirta. 

 

Ditulis untuk Tantangan Makmood Publishing hari ke-3

1 Shares:
Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You May Also Like