Abdurrahman bin Auf, Rahasia Sukses Bisnis Zaman Rasulullah

Source: kompasiana.com

Hai, Miks!

Berbicara bisnis pada masa pandemi sekarang ini masih menjadi topik yang hangat dibahas. Bagaimana perputaran uang bisa berjalan lancar sementara ruang gerak dibatasi? Tidak perlu ragu, Miks. Anda bisa menjalankan bisnis dengan mematuhi protokol yang ditetapkan pemerintah. Selain dengan terus berikhtiar seperti itu, perlu ditanamkan juga keyakinan. Percaya diri dan keyakinan dalam menjalankan bisnis sangat berpengaruh terhadap kelancaran bisnis tersebut. Sikap ini pernah ditunjukkan oleh salah seorang sahabat Rasullullah SAW, yang bernama Abdurrahman bin Auf.

Abdurrahman bin Auf adalah salah satu dari 10 sahabat Rasulullah yang dijamin masuk surga. Masuk surga karena kekayaannya. Ia ikut hijrah dari Mekkah ke Madinah dan menjadi seorang saudagar di Madinah. Setibanya di Madinah, dalam keadaan tidak memiliki apa-apa, Abdurrahman bin Auf dipersaudarakan oleh Rasulullah dengan Sa’d bin Rabi’ dari kaum Anshar yang kaya raya. Sa’d bin Rabi menawarkan separuh hartanya dan salah satu istrinya untuk diceraikan dan dinikahi oleh Abdurrahman bin Auf.

Namun, apakah jawabannya? Abdurrahman bin Auf menjawab, “ Semoga Allah memberkahimu. Tunjukkan saja padaku dimana arah pasar.” Miks, ia hanya meminta ditunjukkan tempat untuk berusaha, untuk berdagang, karena ia yakin bisa berdiri diatas kaki sendiri.

Tidak perlu waktu lama untuk mengembangkan bisnis Abdurrahman bin Auf. Ia mengumpulkan keuntungan untuk digunakan kembali menjadi modal bisnisnya. Selain pintar dalam mengatur keuangan, ia juga memiliki niat yang tulus dalam berbisnis, yaitu untuk membantu kepentingan perjuangan di jalan Allah.

Miks, bagaimana Abdurrahman bin Auf bisa sukses menjalani bisnisnya? Mari kita simak ulasannya.

Percaya dan Yakin dengan Kemampuan Diri Sendiri

Abdurrahman bin Auf memulai bisnisnya dengan berdagang. Ia jalankan bisnisnya sendirian tanpa mendelegasikan kepada orang lain karena ia yakin akan kemampuannya dalam berdagang, dan memilih pasar untuk memulainya. Pasar menjadi tempat banyak orang bertemu untuk melakukan transaksi jual beli, di situ terdapat peluang dan kesempatan yang besar untuk mendapatkan pelanggan.

Selalu Menjual Barang Dagangan yang Terbaik

Yang menjadikan bisnisnya sukses dan berkah adalah karena ia selalu memperhatikan kehalalan bisnisnya. Bahkan, ia tidak mau melakukan yang syubhat (tidak jelas kehalalannya dan keharamannya). Abdurrahman bin Auf tidak pernah menjual barang cacat.

Berbisnis karena Allah SWT

Ia semakin sukses dan berkah karena harta yang diperolehnya bukan untuk simpanan pribadi melainkan untuk kepentingan di jalan Allah. Dibagikan kepada keluarga dan saudara-saudaranya, juga kebutuhan pasukan Islam.

Pribadi yang Penuh Semangat

Bisnis yang ia jalankan bukan pelampiasan atas sifat rakus atau menimbun kekayaan. Ia sama sekali tidak ingin mengumpulkan harta kekayaan. Baginya, bisnis adalah pekerjaan dan tanggung jawab. Jika sukses akan semakin mengasah jiwanya dan menambah semangat kerjanya. Abdurrahman bin Auf adalah orang yang penuh semangat. Semangatnya yang tinggi itu tersalurkan ketika ia sibuk bekerja.

Banyak Berbagi

Abdurrahman bin Auf adalah pebisnis yang sangat sukses. 700 unta pernah memuat barang dagangannya. Khafilah dagangnya datang dari Mesir dan Syam membawa muatan yang mencukupi kebutuhan seluruh penduduk Madinah. Ia membayarkan utang-utang penduduk Madinah, ia sumbangkan 500 kuda dan 1500 kendaraan untuk kepentingan pasukan perang. Ia banyak mendermakan hartanya untuk Islam.

Meskipun hartanya melimpah, Abdurrahman bin Auf tidak diperbudak harta. Ia bisa mengendalikan hartanya dengan baik.

Miks, sebagai pebisnis tentunya kita ingin bisnis kita sukses. Selain keuntungan dunia, sudah semestinya kita juga ingin keuntungan akhirat. Kita bisa meneladani sosok sahabat Rasulullah, Abdurrahman bin Auf. Dialah saudagar yang sangat sukses. Dia sangat kaya raya, kapaknya saja terbuat dari emas dan dipikul oleh delapan pembantunya. Dialah seorang mukmin yang tidak mau merebut kekayaan dunia dengan mengorbankan bekal akhiratnya. Dia tidak ingin kekayaannya membuatnya tertinggal dari iring-iringan iman dan pahala surgawi. Dia mendermakan kekayaannya tanpa batas, dengan senang hati dan penuh keikhlasan.

Siap meneladani beliau, Miks?

Tantangan Menulis Makmood Publishing Hari ke-3

1 Shares:
1 comment
Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You May Also Like