Bu Kasur, Tokoh Pendidikan Indonesia

Source: ceknricek.com

Hai Miks…..

Pernah denger lagu berikut ini?

Dua mata saya, hidung saya satu

Dua kaki saya, pakai sepatu baru

Dua kuping saya, yang kiri dan kanan

Satu mulut saya, tidak berhenti makan.

Siapa yang tidak kenal dengan syair lagu di atas? Lagu ini berjudul “Dua Mata Saya”, karangan Bu Kasur. Hampir semua orang mengenal dan hapal lagu ini, karena sejak kecil kita sering berulang-ulang menyanyikan lagu ini, bahkan hingga dewasa pun kita mengajarkan lagu ini kepada anak-anak dan keponakan kita atau anak kecil yang kita ajak bermain.

Tulisan berikut ini akan membuat kita lebih mengenal sosok  pengarang banyak lagu anak-anak. Tokoh inspiratif ini merupakan seseorang yang begitu peduli dan dekat dengan dunia anak-anak. Siapakah dia? Dia adalah Bu Kasur, seorang  seniman dan tokoh pendidikan di Indonesia.

Nama asli Bu Kasur adalah Sandiah, Beliau lahir    di Batavia,  Hindia Belanda,  pada 16 Januari 1926.  Bu Kasur   adalah   tamatan Meer Uitgebreid Lager Onderwijs (MULO) di  akhir tahun 1930- an. Ia seorang seniman dan tokoh pendidikan Indonesia. Selain mencipta lagu dan tampil di berbagai panggung acara televisi dan siaran radio, ia juga mengelola lima Taman Kanak-kanak  (TK) miliknya yang didirikan bersama Pak Kasur. Taman Kanak-Kanak yang mereka namai TK “Mini”.

Selain  sebagai pendidik yang mencintai anak-anak, Ibu Kasur juga dikenal sebagai pencipta lagu anak-anak. Bu Kasur juga dikenal karena mengasuh sejumlah acara anak-anak di televisi dan  radio. Dunia anak-anak sepertinya tak bisa lepas dari kehidupan Bu Kasur dan  suaminya. Mereka  membimbing anak-anak belajar sambil bermain dan bernyanyi.

Ada ratusan  lagu yang mereka berdua ciptakan. Selain lagu Dua Mata Saya, diantaranya ada lagu Bangun Tidur, ada lagi Naik Delman Istimewa, Dakocan, Kucingku, Bertepuk Tangan, dan Main Sembunyi serta Sayang Semua.

Semua lagu ciptaan mereka penuh dengan pesan moral, misalnya harus bersikap sopan santun, harus rajin  belajar, harus  menabung dan lain sebagainya, Lagu Sayang Semua, misalnya, mengandung unsur pembelajaran sekaligus pendidikan meski sederhana. Lagu itu lahir karena Ia ingin mengajar anak-anak mengenali dan menanamkan rasa cinta kepada anggota keluarga sambil memperkenalkan angka-angka.

Lagu- lagunya  mudah dihafal dan diingat anak-anak. Menurut Ibu Kasur kesederhanaan mutlak menjadi karakteristik lagu anak-anak. Sederhana lagunya, sederhana syairnya. Dalam lagu ciptaannya Ibu Kasur  dan Pak Kasur berusaha sebisa mungkin menghindari pemakaian huruf “r” pada syair-syair lagunya. Alasannya, huruf ‘r’ itu  termasuk huruf yang relatif sulit di lidah anak-anak”.

Kenapa dipanggil Pak Kasur dan Bu Kasur, padahal nama sebenarnya bukan itu.

Gini Miks, Bu Kasur  merupakan istri dari Soerjono, pria kelahiran 26 Juli 1912, yang juga merupakan tokoh pendidikan. Mereka menikah pada 29 Juli 1946 di Yogyakata  dan  dikaruniai lima orang anak yang diberi nama  Sursantio, Suryaningdiah, Suryo Prabowo, Suryo Prasojo, dan Suryo Pranoto. Mereka pertama kali bertemu  ketika sama-sama menjadi pegawai di Kantor Karesidenan Priangan, Bandung.

Soerjono dan Sandiah sama-sama aktif di Kepanduan Indonesia atau sekarang disebut Kepramukaan. Di gerakan Kepanduan  tersebut, Soerjono akrab disapa Kak Soer atau kak Sur untuk ejaan sekarang, lama kelamaan  sapaan itu berubah menjadi Kasur dan akhirnya menjadi pak Kasur, begitu juga Sandiah yang merupakan istri Soerjono pun selanjutnya dipanggil dengan sebutan Bu Kasur.

Berkat sumbangsihnya untuk pendidikan anak-anak, Ibu Kasur dan Pak Kasur memperoleh beberapa penghargaan, diantaranya pada tahun 1976, Ibu Kasur mendapat penghargaan Centro Culture Italiano Premio Adelaide Ristori Anno II dari pemerintah Italia. Tahun 1992, mendapat penghargaan Bintang Budaya Para Dhama, terang Ayah.

Ibu Kasur meninggal di Rumah Sakit Cikini, Jakarta, pada tanggal 22 Oktober 2002 di usia 76 tahun akibat serangan stroke.  Beliau  dimakamkan di samping makam Pak Kasur yang  meninggal tahun 1992 di Desa Kaliori, Kalibagor, Banyumas, Jawa Tengah.

#Tantangan Makmood Hari ke-3

0 Shares:
Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You May Also Like