Naja, Alami Lumpuh Otak tapi Hafal 30 Juz Alquran

Source: liputan6.com

Halo, Miks!

Bagaimana rasanya bila dokter memvonis bahwa anak yang merupakan dambaan hati lumpuh otak? Itulah yang dialami orangtua Naja. Muhammad Naja Hudia Afifurohman, merupakan anak pasangan Agusfian Hidayatullah dan Dahlia Andayani. Ia lahir pada tanggal 17 November 2009. Mereka tinggal di Kelurahan Gomong, Kecamatan Selaparang, Mataram, Nusa Tenggara Barat.

Naja lahir dalam kondisi prematur. Hingga usia enam bulan, Naja hanya bisa telentang. Dokter memvonis bahwa Naja mengalami lumpuh otak (cerebral palsy) kategori sedang sejak ia dilahirkan. Naja mengalami kerusakan sel saraf otak yang mengatur motorik. Akibat kerusakan tersebut, Naja sulit berjalan, menggerakkan badan, bahkan menelan makanan. Hal ini pula yang menyebabkan tumbuh kembang Naja berbeda dengan anak pada umumnya.

Namun, Naja memiliki kelebihan yang tidak dimiliki oleh teman-teman sebayanya. Pada usia 9 tahun, Naja mampu menghafalkan 30 juz Alquran beserta posisi ayat dan letak surat dengan baik.

Bagaimana Naja mampu menghafalkan Alquran di usia dini dengan keterbatasan yang dimilikinya? Berikut beberapa fakta tantang Naja.

 

Naja Telah Mendengarkan Alquran Sejak Dalam Kandungan

Orangtua Naja telah memperdengarkan Alquran sejak ia berada dalam kandungan. Ibunda Naja telah mempersiapkan anaknya untuk menjadi seorang hafiz, dengan rutin memperdengarkan Alquran melalui handphone maupun kotak musik. Selain itu, ia juga kerap mengundang anak-anak yatim maupun santri untuk membaca Alquran secara berjamaah.

Naja yang lahir dalam kondisi prematur menyebabkan ia harus dirawat di ruang perawatan anak secara intensif. Selama dirawat, ibunda Naja tetap memperdengarkan ayat Alquran. Ia meletakkan kotak musik yang berisi rekaman Alquran di tempat tidur Naja di ruangan inkubator. Hal ini membangun kecintaan Naja terhadap Alquran.

 

Ditolak Beberapa Sekolah Karena Khawatir Akan Mengganggu Siswa Lain

Memasuki usia sekolah, Naja kesulitan mendapatkan sekolah. Sekolah yang mereka datangi enggan menerima Naja karena khawatir akan mengganggu siswa lainnya. Namun, kesabaran kedua orangtua Naja berbalas kebaikan. Sebuah sekolah yang terletak di Jalan Ireng, Desa Jatisela, Kecamatan Gunungsari, Kabupaten Lombok Barat, yaitu Lentera Hati Islamic Boarding School (LHIBS) bersedia menerima Naja.

 

Hafal Alquran pada Usia 9 Tahun

Naja hanya mampu mendengar. Ia tidak dapat membaca. Namun, saat masih duduk di bangku Taman Kanak-kanak, Naja telah hafal 3 juz Alquran, yaitu juz 28, 29, dan 30. Saat duduk di bangku Sekolah Dasar, orangtua Naja kesulitan ketika diminta mengajarkan Alquran padanya. Salah seorang guru LHIBS menyarankan agar Naja rutin mendengarkan Alquran. Saran tersebut membuahkan hasil yang manis. Naja memiliki kemampuan menghafal dengan sangat baik. Kemampuan ini melesat terutama pada saat ia duduk di kelas tiga. Selama 10 bulan, Naja mampu menghafalkan 30 juz Alquran beserta posisi ayat dan letak surat. Usianya saat itu baru 9 tahun.

 

Selalu Membawa Kotak Musik

Untuk menjaga hafalannya, Naja selalu membawa kotak musik yang berisi rekaman ayat-ayat suci Alquran. Kecintaan Naja terhadap Alquran menyebabkan ia baru bisa tenang setelah mengaji.

.

Peserta Hafiz Indonesia 2019

Mengetahui kemampuan Naja dalam menghafal Alquran, ibunda Naja mendaftarkannya untuk mengikuti lomba Hafiz Indonesia 2019. Naja berhasil lolos audisi dan berlomba di Jakarta. Para juri, pembawa acara, dan penonton tersentuh dengan kemampuan Naja. Salah seorang juri, Syekh Ali Jaber, bahkan menyatakan bahwa Naja sangat mulia. Ia laksana Alquran berjalan.

 

Itulah fakta mengenai Naja, sang hafiz Alquran penderita lumpuh otak. Nah, Miks. Apakah Anda juga terinspirasi olehnya?

 

Tantangan Makmood Publishing hari ke-3

1 Shares:
Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You May Also Like