5 Mitos dan Fakta Daging Ayam

Source: lifestyle.kompas.com

Halo, apakah di antara Miks ada yang masak daging ayam hari ini? Olahan daging ayam ini pasti akan sering hadir dalam menu harian. Apa Miks mau tahu mitos dan fakta daging ayam? Jika ya, yuk simak ulasan berikut ini.

Rumor seputar daging ayam kerap menjadi perbincangan kaum ibu. Mereka sering mencari kebenaran info berita yang diterima karena merasa khawatir saat akan mengolah bahan masakan ini. Tidak semua berita itu benar, namun untuk membuktikannya tentu dibutuhkan fakta pendukung.

  • Daging ayam dapat menularkan virus flu burung

Faktanya adalah flu burung tidak akan ditularkan melalui daging ayam jika Miks memasaknya dengan benar. Gunakan suhu sekitar 165 derajat Fahrenheit dan memasaknya dengan waktu yang tepat hingga ayam benar-benar matang sempurna.

  • Kulit ayam berbahaya bagi kesehatan tubuh

Beberapa mitos mengatakan jika kulit ayam berbahaya untuk jantung karena mengandung kolesterol tinggi. Faktanya adalah kulit ayam justru memiliki lemak tak jenuh yang sama sekali tidak berbahaya untuk jantung.

Dalam pengolahannya, kulit ayam juga berguna untuk menjaga kelembaban daging saat dimasak. Hal ini disebabkan karena kulit ayam dapat menjadi penghalang minyak agar tidak diserap oleh daging secara berlebih. Inilah yang menyebabkan daging ayam terasa lebih lembut dan segar.

  • Minum susu dan makan daging ayam menyebabkan keracunan

Susu mengandung protein yang disebut kasein dan tubuh membutuhkan waktu untuk memprosesnya agar dapat diserap tubuh. Sementara daging ayam mengandung protein tinggi yang memerlukan waktu lebih lama untuk mencernanya. Jika kedua bahan makanan ini dikonsumsi bersamaan maka kinerja organ pencernaan akan semakin berat dan ujungnya tidak akan maksimal.

Mengonsumsi susu dan ayam secara bersamaan akan memicu hadirnya racun yang akan terakumulasi dalam tubuh. Pada sebagian orang yang sensitif  akan timbul reaksi alergi kulit, pencernaan hingga keracunan. Oleh karena itu berilah jeda satu hingga dua jam untuk memakannya.

  • Anak kecil pamali ketika makan sayap, leher, ekor, ceker dan kepala ayam

Orang tua zaman dulu sering mengatakan pamali ketika ada anak kecil makan bagian tertentu ayam dengan alasan yang tidak masuk akal. Faktanya adalah bagian-bagian tubuh ayam itu mengandung tulang kecil yang mungkin akan sulit untukdiperhatikan olehanak kecil, sehingga khawatir tersedak.

Sedangkan untuk bagian ekor, ini karena merupakan tempat keluarnya kotoran. Khawatir tidak bersih saat pegolahannya maka orang tua melarang anak kecil memakan bagian-bagian itu.

  • Ikan laut dan daging ayam sebabkan keracunan

Lagi-lagi ini hanya soal waktu mengonsumsinya. Daging ayam membutuhkan waktu yang lebih lama untuk dicerna dalam tubuh. Jika ikan dimakan bersamaan dengan daging ayam maka alat pencernaan akan bekerja sangat berat.

Jika terjadi pada orang yang miliki alat pencernaan sensitif, maka hal ini akan menyebabkan masalah serius seperti keracunan, diare, perut melilit, atau kembung. Maka berilah jeda ketika Miks ingin memakan keduanya.

Ok Miks, itulah 5 mitos dan fakta daging ayam. Mengetahui fakta dari sebuah mitos akan membuat kita semakin bijak memilih, mengolah dan memakan sesuatu.

 

Tantangan Menulis Makmood Publishing Hari Ke-10

 

1 Shares:
Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You May Also Like