Madu, Si Manis Sehat dan Berkhasiat. Mitos dan Fakta yang Harus Kamu Ketahui, Miks!

Source: pexels.com

Madu, Si Manis Sehat dan Berkhasiat

Mitos dan Fakta yang Harus Kamu Ketahui, Miks!

Madu, si manis yang semakin dikenal masyarakat. Semakin banyak orang mengonsumsi madu sebagai minuman biasa, sarana menjaga kesehatan, atau sebagai campuran obat-obatan herbal. Madu dikenal memiliki banyak kandungan alami, seperti  antioksidan serta nutrisi lain yang menyehatkan.

Sampai dengan saat ini, madu masih menjadi kontroversial terkait keasliannya. Banyak mitos yang tersebar di masyarakat yang sangat merugikan pebisnis madu maupun konsumen yang mengonsumsi madu sendiri. Hal ini menyebabkan, masyarakat menjadi ragu-ragu ketika hendak membeli madu. Kata pertama yang diucapkan adalah asli tidaknya madu yang dijual tersebut. Apalagi, setelah itu mereka akan menanyakan keaslian madunya dengan menggunakan pengetahuan dari mitos-mitos seputar madu yang tidak benar.

Apa Saja Mitos Seputar Madu  di Masyarakat?  Simak Faktanya!

 

Semut Tidak Suka Madu

Mitos yang beredar di masyarakat mengatakan bahwa semut tidak menyukai madu. Kalau ada madu yang didatangi semut, maka berarti madu itu palsu. Hal ini sama sekali tidak benar. Semut sangat menyukai madu. Apabila semut mendatangi sarang  madu dalam jumlah sedikit, tentu tidak menjadi masalah. Tetapi apabila semut mendatangi sarang madu dalam jumlah besar, tentu semut menjadi hama dan merugikan lebah menghasilkan madu. Semut akan memakan madu, tempayak, lilin dan sisa-sisa pakan lebah. Akhirnya lebah akan hijrah ke tempat yang lain. Hal ini membuktikan, bahwa adalah mitos semut tidak menyukai madu asli.

Apabila semut tertahan tidak bisa masuk ke dalam botol yang berisi madu, itu karena aroma madu yang keluar dari dalam botol.

Faktanya,  perhatikan, apabila ada tetesan madu atau botol terbuka atau madu tinggal sedikit di dalam botol, maka semut secara alami akan mendatangi dan mengerumuni madu.

Apabila semut tidak mau mendatangi madu, justru hal inilah yang patut diwaspadai. Karena bisa jadi, madu telah tercampur bahan-bahan kimia yang tidak disukai semut.

 

Madu Asli Tidak Membeku di Kulkas

Ada anggapan bahwa madu asli bila disimpan di kulkas tidak membeku. Ini adalah anggapan yang salah dan menyesatkan. Telah diketahui bahwa, madu memiliki kandungan air yang cukup tinggi. Madu adalah zat cair kental dengan kandungan air dalam jumlah tertentu, tergantung dari mana madu dipetik.  Berkisar sekitar 18% air (standar WHO) kadar airnya.

Rata-rata madu yang dihasilkan di Indonesia memiliki kadar air di atas 20%. Bahkan Madu hutan Sumatera, memiliki kadar air 22% – 26%, seperti Madu Zahra yang dipetik dari hutan Riau dan Sumatera Barat.  Air akan membeku bila suhunya mencapai nol derajat. Jadi, Miks, apabila madu disimpan di dalam freezer, pasti akan mengkristal.

Faktanya, semua madu memiliki kecenderungan untuk mengkristal. Bahkan madu yang disimpan di kulkas, bukan di freezer, tetap akan mengkristal. Tetapi, cepat atau lambatnya tergantung dari mana madu tersebut dipetik. Madu sebaiknya disimpan pada suhu ruangan, tidak dingin dan tidak panas.

Madu yang tidak membeku atau kental di dalam kulkas, karena kandungan fruktosa jauh melebihi kandungan Glukosa. Pada umumnya, kandungan Fruktosa 38% dan Glukosa 31%. Bila kandungan Glukosa lebih besar dari Fruktosa, maka madu akan mudah mengkristal. Hal ini tidak berhubungan dengan asli tidaknya madu.

 

Tidak Tembus pada Kertas Koran

Ada pendapat yang mengatakan, bahwa madu asli bisa dicek dengan cara meneteskan madu di atas kertas koran. Apabila tidak tembus, maka madu itu asli. Tapi apabila madu tersebut tembus kertas koran, maka tidak asli. Sementara madu palsu, yang dibuat agak kental, dengan kadar air dibawah 17%, tentu saja tidak akan tembus di atas kertas koran.

Faktanya, hal ini tidak benar, karena madu Indonesia mempunyai kadar air yang cukup tinggi. Seperti madu Sumatera dengan kadar air 22%-26%,  apabila diteteskan di atas kertas koran akan tembus dan meresap.

Akibatnya, yang palsu menjadi asli dan yang asli menjadi palsu. Sehingga jelas, bahwa tembus tidaknya madu di atas kertas koran, tidak bisa menjadi acuan keaslian madu.

 

Kuning Telur Akan Masak Bila Dicampur Madu

Kuning telur yang dimasukkan ke dalam madu, apabila masak, maka madu tersebut asli. Faktanya, kuning telur tersebut hanya menggumpal, tetapi bukan matang. Sama saja dengan madu palsu, bila kuning telur dimasukkan ke dalam madu palsu, akan menggumpal juga. Jadi tidak benar, bahwa madu asli bila dimasuki kuning telur akan masak.

 

Madu Bisa Basi?

Madu asli tidak akan basi benar adanya, tetapi dengan catatan bahwa madu tersegel dengan baik dan disimpan dalam suhu ruangan. Bila madu disimpan dalam suhu yang lembab dan tidak tersegel dengan baik, maka madu bisa kadaluwarsa. Warna madu yang berubah tidak menentukan kualitas madu, akan tetapi dari sumber bunga yang diisap oleh lebah.

 

Madu yang Sudah Mengkristal Kualitasnya Buruk

Ada informasi bahwa madu yang mengkristal sebaiknya tidak dikonsumsi lagi.

Faktanya, hal tersebut tidak benar, madu tersebut tetap bisa dikonsumsi, karena hanya mengalami perubahan bentuk. Kualitas dan nutrisinya masih cenderung tidak berubah.

 

Bila Dimasukkan Korek Api ke Dalam Madu dan Menyala,

 berarti Madu Asli, Benarkah?

Madu yang asli maupun palsu, apabila masih dengan kadar air sekitar 22%-26%, maka air dalam madu tersebut tidak akan dapat menyerap ke dalam korek api yang dicelupkan.

Faktanya, dengan tidak meresapnya air ke dalam korek api, maka korek apinya masih bisa menyala. Jadi, menyala tidaknya korek api tersbut setelah dicelupkan ke dalam madu, tidak bisa menjadi ukuran madu asli atau palsu.

 

Madu Asli Dalam Botol Akan Meletup atau Keluar Gas Bila Tutup Botol Dibuka

Di dalam madu, terdapat sel yeast atau ragi. Madu yang kadar airnya tinggi, akan mudah mengalami fermentasi dan akan mengeluarkan gas. Madu yang terkena sinar matahari atau berada dalam suhu ruangan yang panas, juga akan lebih mudah mengalami fermentasi. Sementara madu yang kadar airnya lebih rendah, sekitar 18%, tidak akan mudah mengalami fermentasi dan sedikit mengeluarkan gas bila tutup btolnya dibuka.

 

Penderita Diabetes Tidak Boleh Minum Madu?

Madu yang palsu, dicampur dengan gula yang memiliki Indeks Glikemik tinggi yang tidak sehat bagi penderita diabetes. Ini yang sebaiknya dihindari. Akan tetapi, madu alami boleh dikonsumsi oleh penderita diabetes.

Faktanya,  madu memiliki Indeks Glikemik yang rendah, sehingga aman dikonsumsi oleh penderita diabetes.

 

Nah, Miks, sudah  paham ya, bahwa menentukan amdu asli dan tidaknya tidak bisa berdasarkan mitos-mitos di atas. Bagaimanapun juga, kita tidak bisa melihat secara kasat mata untuk menentukan madu asli atau palsu. Cara yang terbaik adalah dengan melakukan tes kandungan madu di laboratorium. Apakah asli atau tidak.

Jadi, Miks, jangan lupa minum madu untuk menjaga kesehatan dan meningkatkan imunitas tubuh ya. Pastikan membeli madu dari sumber dan penjual yang dapat dipercaya.

2 Shares:
Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You May Also Like