7 Tips Mengasuh agar Berbonus Mengasah Kecerdasan Anak

Mengasah dan Mengasuh Kecerdasan Anak [pixabay.com]

Halo, Miks!

Mengasuh anak adalah pekerjaan yang tidak mudah. Terkadang menguras emosi dan tenaga. Namun, ibu memberikan hal yang terbaik untuk buah hatinya. Kasih sayang dan rasa aman di keluarga, supaya anak dalam kondisi siap menerima pembelajaran dari pengalaman hidupnya. Nah, pelajaran itu akan mengasah kecerdasan sang anak. Lalu, apa saja yang dapat dilakukan seorang ibu supaya pola asuhnya berbonus mengasah kecerdasan anak. Berikut tipsnya:

  1. Mengasuh dengan menjadi teladan

Anak adalah peniru ulung, dia akan melihat dan mempelajari orang-orang disekitarnya. Ilmu dan nasehat yang diberikan kurang berbekas tanpa teladan dari orang tua. Dia akan mempelajari bagaimana orang tuanya beribadah, berbicara dan bersikap.

  1. Mengenalkannya pada Al Qur’an

Sejak dalam kandungan seorang anak dianjurkan untuk dikenalkan dengan Al Qur’an, agar hatinya lembut. Mengenal Rabb semesta alam. Mengenal Rasulullah saw. Ternyata, mengenalkan anak pada Al Qur’an juga membantu perkembangan otak kanan dan otak kiri anak. Ibu bisa membacakan atau mendengarkan murattal Alqur’an.

  1. Mengasuh dengan lemah lembut

Lemah lembut paling disukai anak, tidak saja membuat dia nyaman. Namun, bicara dengan lemah lembut akan membantu kerja otak anak berkembang lebih baik. Sebaliknya bicara kasar dan intonasi keras akan membuat pribadi yang keras pula. Anak akan meniru menggunakan bahasa yang kasar juga.

  1. Berikan respon berupa pelukan, ciuman dan belaian

Dengan memberikan respon berupa pelukan, ciuman dan belaian ke anak akan membuat anak merasa nyaman, merasa disayangi dan merasa dihargai. Belaian pada rambut anak sebelum tidur membantunya untuk merasa tenang dan nyaman. Ia akan mengingat bahwa sang ibu benar-benar menyayanginya.

  1. Mengalihkan kata-kata berupa larangan

Salah satu sikap anak adalah suka sekali melakukan apa yang dilarang. Misalnya, jangan coret-coret. Anak akan gencar untuk coret-coret, menarik simpati sang ibu. Ibu dapat mengalihkan larangan dengan berkata, “sayang kalau mau coret-coret bukan di dinding tetapi dibuku gambar ini ya!” Anak akan memahami dan melakukan.

  1. Memberikan pujian

Siapa sih yang tidak suka dipuji. Pujian merupakan hal yang disukai anak. Kata-kata berupa pujian selain memotivasi anak juga melejitkan kecerdasan anak. “Masyaallah, sayang kamu pintar sekali!” diucapkan ketika anak berhasil memakai sandal sendiri, akan membantu perkembangan anak melakukan hal-hal yang luar biasa lainnya.

  1. Selalu mendo’akan anak

Mendo’akan anak adalah dukungan dari ibu untuk meningkatkan kecerdasan anak. Do’akan ketika dia akan tidur. Setelah anak baca do’a sebelum tidur. Ajak anak menampung tangannya. Lalu, ajak sama-sama berdo’a, “Ya, Allah jadikanlah fulan (sebut nama anak) anak yang sholeh/ sholehah.” Anak akan terbiasa mendengar dan tahu bahwa tujuannya adalah menjadi anak sholeh atau sholehah.

Baiklah, Miks! Selamat mencoba mengasuh anak agar berbonus mengasah kecerdasan anak. Memang perlu usaha keras. Sangat keras. Perlu belajar sepanjang waktu dan terus memperbaiki. Apalagi, untuk tetap berlemah lembut di tengah tekanan dan emosi yang terpancing. Anak adalah investasi akhirat para ibu. Yang mendo’akannya kelak kalau sudah tiada. Memang sukar karena surga itu tidak murah, bukan?

Tantangan Makmood Publishing hari ke-11

2 Shares:
Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You May Also Like