Tips dan Trik Membuat Roti di Musim Penghujan

Halo, Miks!

Camilan yang sering dikonsumsi oleh orang Indonesia selain gorengan adalah roti. Roti adalah sejenis kudapan yang terbuat dari tepung terigu, air, dan ragi. Zaman penjajahan dulu, roti menjadi panganan hanya untuk kalangan atas saja. Seiring berjalannya waktu dan perkembangan zaman, roti tidak hanya bisa dinikmati oleh kalangan konglomerat, tapi semua kalangan bisa menikmati olahan tepung dan ragi ini.

Dengan segala kemudahan yang ada pada zaman now ini, Anda bisa mendapatkan bahan-bahan roti dengan mudah dan membuat roti sendiri di rumah.

Roti adalah olahan tepung yang dibuat mengembang dengan fermentasi ragi. Ragi dapat bekerja dengan baik jika suhu di ruangan normal atau agak hangat. Lalu bagaimana jika suhu di ruangan itu dingin seperti pada musim penghujan?

Nah, Miks. Kita simak yuk, tips dan trik membuat roti di musim penghujan.

1. Menggunakan Air Hangat

Tips:
Menggunakan air hangat untuk mempercepat aksi ragi. Suhu hangat pada air membuat ragi lebih cepat berkembang di dalam tepung. Jangan gunakan air panas ya, Miks. Gunakan air suam kuku. Air panas dapat membuat mikroorganisme, jamur dan bakteri baik di dalam ragi menjadi mati karena kepanasan.

Trik:
Siapkan air hangat suam kuku 120 ml, campurkan 1 sendok teh ragi dan 3 sendok makan gula pasir untuk takaran tepung terigu sebanyak 250 gram. Kenapa harus dicampur dengan gula? Karena di dalam ragi terdapat mikroorganisme yang memerlukan makanan dari rasa manis. Mencampurnya dengan gula, membuat mikroorganisme ragi bekerja dengan baik. Tunggu sampai ragi sedikit berbuih, dan ragi siap digunakan.

2. Menggunakan Tepung Protein Tinggi

Tips:
Miks, terigu banyak kita temukan di toko dan warung sembako. Memang semua jenis tepung dapat kita gunakan untuk membuat roti. Namun, hasilnya tidak sebaik dengan tepung berprotein tinggi yang khusus digunakan untuk membuat roti. Tepung berprotein tinggi membuat roti mengembang sempurna dengan serat dan ketebalan yang bagus.

Trik:
Tepung terigu protein tinggi dicampur dengan air ragi yang tadi sudah Anda buat. Aduk rata dengan spatula. Campuran ini sebenarnya sudah cukup untuk membuat roti, akan tetapi untuk menambah nilai gizi roti yang Anda buat, Anda bisa menambahkan telur dan susu. Tidak hanya gizi, telur dan susu membuat roti menjadi lebih lembut dan gurih.
Uleni adonan sampai kalis elastis. Ciri-ciri adonan roti yang kalis elastis adalah permukaannya mengkilap, jika di tarik seratnya tidak putus, lentur seperti karet. Kemudian tutup adonan dengan kain bersih dan tunggu hingga adonan mengembang kurang lebih selama 1 jam. Ini dinamakan proses proofing. Jika suhu udara dingin seperti di musim penghujan, adonan bisa mengembang setelah 3-5 jam.

3. Menggunakan Bread Improver

Tips:
Bread Improver atau bahan pelembut roti adalah salah satu bahan yang penting digunakan dalam membuat roti. Jika Anda sulit menemukan bahan ini, Anda bisa menggunakan SP, bahan pelembut untuk bolu yang lebih mudah ditemukan. Jika tidak menggunakan pelembut, maka roti yang sudah matang akan lebih cepat mengeras.

Trik:
Gunakan bread improver sedikit saja. Jika Anda menggunakan tepung terigu 1 kg, Anda cukup menggunakan pelembut 1 sendok teh saja.

4. Menggunakan Oven Hangat

Tips:
Pada poin nomor 2, adonan roti bisa mengembang setelah 3-5 jam di suhu udara yang dingin. Anda menjadi terlalu lama menunggu, bukan? Nah, Miks. Anda bisa menyiasatinya dengan memasukkan adonan ke dalam oven hangat.

Trik:
Panaskan oven diatas kompor selama 15-20 menit, lalu matikan api. Setelah itu Anda masukkan adonan ke dalam oven, dan tutup rapat. Ingat ya, Miks, apinya dalam keadaan mati. Anda hanya menggunakan suhu udara yang hangat di dalam oven yang tadi sudah dipanaskan sebelumnya. Dengan trik ini, Anda bisa menghemat waktu 45 menit-1 jam lebih awal untuk proses proofing di suhu udara dingin.
ini adalah poin utama dalam pembahasan artikel kali ini.

Di musim penghujan membuat kita sering merasa lapar karena cuaca dingin. Membuat roti sendiri di rumah tentunya lebih bergizi, higienis dan menyehatkan. Anda dan keluarga dapat langsung menyantapnya selagi masih hangat, dengan istilah yang sering Anda dengar fresh from the oven.

Tertarik untuk mencobanya, Miks?

#TantanganMenulisMakmoodPublishingHariKe-11

0 Shares:
Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You May Also Like