Hindari Stres Dalam Rumah Tangga, Yuk, lakukan 7 Hal Ini.

Manajemen Waktu [pixabay.com]

Menjadi ibu rumah tangga adalah hal yang mulia. Allah memberikan pahala bagi istri atau ibu rumah tangga yang ikhlas mengerjakan tugas rumah tangganya. Namun, ini tidaklah mudah. Karena tugas rumah tangga itu tak pernah selesai dan kadang bisa menimbulkan stres.

Banyak faktor yang membuat pekerjaan rumah yang sebenarnya terasa simpel, menjadi momok yang membuat stres. Waktu seakan-akan cepat habis sementara pekerjaan masih menumpuk. Ini saatnya mengatur waktu bagaimana caranya agar tugas cepat selesai tanpa ada yang terbengkalai.

1. Membuat Prioritas Harian

Bila kita melihat daftar tugas rumah tangga, rasanya mustahil semua akan selesai dalam satu hari. Nah, ini saatnya membuat prioritas harian. Mana saja pekerjaan yang harus selesai di hari ini. Karena bila ditelisik lebih dalam, dari sekian banyak tugas, ada kok, tugas rumah tangga yang masih bisa ditunda. 

Prioritas tugas bisa dibagi skalanya, ya, Miks. Mana tugas penting dan mendesak, penting tapi tidak mendesak, tidak penting tapi mendesak, dan tidak penting juga tidak mendesak. Dalam hal mengatur waktu, sebaiknya prioritaskan yang mendesak.

2. Mencicil Tugas Rumah Tangga

Tugas rumah tangga apa yang tidak disukai, tapi bila tidak dikerjakan akan beranak pinak? Tidak perlu dijawab, ya, Miks! Walaupun tidak suka, tetap saja tugas rumah tangga itu tidak selesai hanya dengan merutuk diri. Sebaiknya segera dicicil atau disiasati agar cepat selesai. Masukkan tugas itu ke dalam prioritas harian kita. 

3. Melakukan Beberapa Tugas Dalam Satu Waktu

Ada satu keistimewaan perempuan yang menurut ilmu psikologi tidak dimiliki oleh laki-laki. Yaitu, perempuan bisa mengerjakan beberapa pekerjaan dalam satu waktu. Seperti memasak sambil mencuci piring. Menyetrika sambil menonton drakor favorit. Bahkan, bisa juga, lo, membuat artikel sambil menyuapi anak. Silakan Miks buat tugas rumah tangga apa saja yang bisa diselesaikan bersamaan. Karena kita lebih tahu kemampuan diri sendiri.

4. Membuat Target Ibadah Harian

Sebanyak apapun tugas rumah tangga, jangan lupa untuk beribadah. Bukannya, mengerjakan tugas rumah tangga adalah ibadah? Itu benar. Tapi jangan melupakan ibadah mahdhoh, karena ibadah mahdhoh merupakan penunjang spritual kita, dan sangat dibutuhkan. Seperti, mengaji, tilawah, membaca buku agama, dll. 

Oleh karena itu, ada baiknya kita membuat target ibadah harian. Prinsip utama dari target ini adalah sedikit tapi kontinyu. Terkadang kita terpukau dengan mereka yang bisa melakukan banyak ibadah sehingga membuat kita rendah diri dan merasa tidak bisa melakukannya. Pada akhirnya kita tidak melakukannya sama sekali. Jangan, ya, Miks!

5. Jangan Lupa Istirahat dan Berolahraga

Istirahat dan olah raga adalah dua hal yang sering dianggap sepele oleh ibu rumah tangga. Sering mendengar, kan, alasan tidak sempat melakukan keduanya. Padahal keduanya penunjang kesehatan. Kekurangan istirahat akan membuat stamina menurun dan membuat kita sakit. Akibatnya tugas rumah tangga terbengkalai. 

Begitu pula dengan olah raga. Ada yang berpikir mengerjakan tugas rumah tangga sama dengan berolah raga. Keduanya berbeda, ya, Miks. Karena olah raga mempunyai aturan sendiri dan gerakan-gerakannya bertujuan untuk kesehatan badan. Rajin berolah raga membuat peredaran darah lancar dan menambah semangat dalam mengerjakan tugas rumah tangga. Jadi, jangan lupa memasukkan istirahat dan olah raga ke dalam prioritas harian, ya. 30 menit seminggu dua atau tiga kali, sudah cukup, kok.

6. Komitmen, Disiplin, dan Fleksibel

Mengeluh merupakan sebuah tanda bahwa ada sesuatu yang tidak berjalan lancar dalam pengerjaan tugas rumah tangga. Mengeluh diperbolehkan, kok, karena bisa melepaskan unek-unek yang ada dalam hati dan menghilangkan stres. Namun, jangan lupa untuk introspeksi diri. Barangkali ada sikap yang belum sepenuhnya dilakukan. 

Seberapa baiknya kita membuat prioritas, target, dan mengerjakan tugas rumah tangga, ingat selalu untuk berkomitmen. Membuat janji pada diri untuk melakukan prioritas tugas yang telah dibuat. Harus disiplin dan tidak bermalas-malasan. Satu lagi yang penting, utamakan mengerjakan sesuatu yang urgen sekali walaupun mengganggu prioritas yang sudah dibuat. Memang benar, kita harus komitmen dan disiplin dalam mengerjakan tugas, namun kita juga harus fleksibel bila hal sedemikian terjadi. 

7. Lambaikan Tangan dan Minta Bantuan

Idealnya, seorang istri bisa mengerjakan seluruh tugas rumah tangga. Namun, ini bergantung kepada kondisi masing-masing. Seperti, kondisi anggota rumah tangga, perekonomian, dan kesibukan. Sebagai ibu rumah tangga, jangan sungkan meminta bantuan suami, anak-anak, atau menggunakan jasa asisten rumah tangga bila perlu dan memungkinkan. Sebaiknya masalah ini didiskusikan dengan suami atau dengan anak. 

Bila anak sudah beranjak remaja atau dewasa, ada baiknya tugas rumah tangga dibagi dengan anak-anak. Hal ini juga bermanfaat bagi keterampilan anak di masa mendatang, dan mengajarkan anak lebih mandiri. 

 

Pada dasarnya porsi waktu yang diberikan Allah kepada setiap orang sama besarnya. Bila pencapaiannya berbeda-beda kembali kepada individu masing-masing. Jangan pernah menganggap remeh tugas sekecil apa pun, sehingga membuat kita sombong dengan apa yang telah dicapai. Tetap bersyukur bahwa kita masih bermanfaat dalam kehidupan ini. Apa yang telah dikemukakan di atas semoga bisa memotivasi, agar bisa melakukan sesuatu sebaik-baiknya. Tetap semangat, Miks!

 

Ditulis untuk Tantangan Menulis Makmood Publishing hari ke-12

 

0 Shares:
Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You May Also Like