Sering Keteteran Ibadah karena Mempunyai Anak Batita, 3 Tips Ini Bisa Dilakukan Untuk Menjaga Waktu

Menjaga Ibadah Salat [pixabay.com]

Halo, Miks!

Mempunyai anak adalah anugrah terbesar yang diberikan Allah swt. Rasa bahagia yang luar biasa yang Allah hadirkan ditengah keluarga. Namun, memasuki usia batita, terkadang membawa tekanan tersendiri bagi para ibu. Dimana tugas ibu rumah tangga menjadi lebih banyak. Menguras tenaga lahir dan batin. Berbenturan antara waktu untuk menjalankan tugas rumah tangga, mengasuh anak dan beribadah. Khususnya ibadah shalat. Akhirnya, sering keteteran ibadah. Nah, agar berjalan berdampingan antara pekerjaan rumah tangga dan melakukan ibadah 3 tips ini bisa dilakukan untuk menjaga waktu:

  1. Niatkan semua pekerjaan karena Allah Swt

Seberat apapun pekerjaan, sudah bekerja di luar rumah, mengerjakan pekerjaan rumah tangga dan mengasuh anak batita yang perlu perhatian besar jika diniatkan karena Allah Swt, Insya Allah menjadi ringan. Tidak menjadi beban. Pahala yang berlipat akhirnya didapatkan. Shalat, pekerjaan ibu rumah tangga lainnya adalah ibadah dzohir, sementara niat iklas adalah ibadah batin. Tidak ada cara yang lebih baik selain niat ikhlas.

  1. Prioritaskan ibadah, khususnya shalat menjadi yang pertama

Mempunyai anak batita seperti memiliki tantangan sendiri. Kesukaran dan keruwetan rumah tangga bermunculan. Beribadah terasa sulit. Yang sering dikeluhkan adalah susahnya menjaga shalat lima waktu. Benar saja, untuk shalat terkadang baju terkena air kencing anak. Baru akan shalat anak sudah menangis kuat. Akhirnya menunggu sang anak untuk tidur. Karena kelelahan, sang ibupun ikut tertidur. Al hasil, waktu shalat terlewat.

Nah, memprioritaskan ibadah shalat dapat dilakukan dengan cara tetap menjaga waktu shalatnya. Ketika azhan terdengar, segera ganti pakaian khusus untuk shalat. Mandi terlebih dahulu, lalu wudu’. Ketika akan shalat, bila anak menangis biarkan saja. Tetap lakukan shalat. Untuk pertama kali, anak akan menangis. Tetapi selanjutnya, anak akan diam. Anak akan belajar dari indra penglihatannya, ketika ibunya shalat, menangis seperti apapun. Sang ibu tidak akan mengambilnya. Besok hari, dia tidak akan menangis lagi.

Melakukan pekerjaan rumah setelah melakukan ibadah shalat akan terasa ringan. Tidak terbebani. Ada rasa bahagia yang tertanam dalam hati. Bonusnya, sikap anak yang butuh perhatian tidak mengundang emosi sang ibu lho.

  1. Meminta bantuan suami, untuk menjaga ibadah

Pekerjaan rumah tangga yang berat akan terasa ringan jika suami mau bersinergi membantu istri. Mintalah kepada suami ikut menjaga batita, jika memang sangat keteteran dalam beribadah. Ajak suami berdiskusi. Bicarakan baik-baik.

“Sayang, gak apa-apa rumah terlihat kotor, yang penting shalat adik terjaga!” Gimana Miks! Senangkan suami mensuport dengan kata-kata seperti itu.

Yuk, cobain 3 tips diatas untuk menjaga waktu, agar ibadah tidak sering keteteran.

Tantangan Makmood Publishing hari ke-12

3 Shares:
Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You May Also Like