5 Tips Mengelola Keuangan ala Rasulullah Shalallahu alayhiwassalam

Source: pexels.com

Halo, Miks!

Apakah Anda termasuk orang yang selalu mencatat pengeluaran secara rinci? Berapa banyak uang yang Anda habiskan dalam sebulan? Kemana Anda membelanjakan uang tersebut?

Beberapa orang akan menjawab pertanyaan tersebut dengan cepat, namun tidak bagi sebagian yang lain. Mengelola keuangan bukanlah hal yang mudah. Kerap kali uang menimbulkan masalah dalam rumah tangga.

Rasulullah Shalallahu alayhiwassalam menyatakan bahwa keuangan seorang hamba akan dimintai tanggung jawabnya kelak. Hal ini dinyatakan dalam Hadist Riwayat Tirmidzi yang berbunyi,”Kedua telapak kaki seorang hamba tidak akan beranjak dari tempat kebangkitannya di hari kiamat sebelum ia ditanya tentang empat hal, di antaranya tentang harta; dari mana dia peroleh dan bagaimana membelanjakannya.”

Islam telah memberikan pedoman mengenai pengaturan keuangan. Uang dalam Islam tidak memiliki nilai intrinsik, namun hanyalah sebagai alat pertukaran atau unit pengukuran. Rasulullah Shalallahu alayhiwassalam telah memberikan contoh mengenai cara mengelola keuangan.

Nah,Miks. Berikut 5 tips mengelola keuangan ala Rasulullah Shalallahu alayhiwassalam yang dapat Anda teladani.

  1. Menghindari Hutang

Islam tidak menganjurkan untuk berhutang kecuali dalam keadaan mendesak dan darurat. Melunasi hutang merupakan kewajiban. Apabila seseorang meninggal dunia, ahli waris wajib melunasinya.

  1. Menerapkan Rumus 1-1-1

Salman Al Farisi, seorang sahabat Rasulullah Shalallahu alayhiwassalam menerapkan rumus 1-1-1 dalam mengelola keuangan. Sebanyak 1 bagian digunakan untuk keperluan keluarga, 1 bagian untuk sedekah, dan 1 bagian untuk modal usaha. Rumus sederhana tersebut dapat dijadikan dasar untuk mengelola keuangan keluarga.

Alokasi keuangan untuk keperluan konsumtif sangat mudah dilakukan. Tak perlu ilmu manajemen keuangan, keperluan konsumtif pasti dianggarkan. Banyak orang yang kemudian menghabiskan seluruh penghasilan yang diterima untuk memenuhi kebutuhan ini.

Miks, Anda harus pandai memilih dan memilah antara keperluan mendesak dan keinginan. Hindari membeli barang yang tidak terlalu dibutuhkan. Alokasikan 1 bagian penghasilan Anda untuk memenuhi kebutuhan konsumtif ini.

Sisihkan 1 bagian penghasilan Anda untuk modal atau membeli aset, bukan liabilitas. Aset merupakan barang atau modal yang mendatangkan pemasukan, sedangkan liabilitas adalah barang yang mendatangkan pengeluaran. Aset atau modal tidak hanya berupa barang yang nampak. Ilmu atau skill yang Anda miliki juga merupakan aset. Anda dapat meningkatkan kemampuan atau kompetensi yang akan meningkatkan pula penghasilan Anda.

Sisihkan 1 bagian lain sebagai bekal Akhirat Anda. Gunakan penghasilan yang Anda peroleh untuk menunaikan kewajiban membayar zakat. Alquran surat At Taubah ayat 103 menegaskan bahwa zakat berfungsi untuk membersihkan dan mensucikan harta. Anda juga dapat menunaikan amalan sunah seperti infak, sedekah, dan wakaf. Zakat, infak, dan sedekah akan menyuburkan hati manusia dengan sifat-sifat kebaikan. Selain itu, sedekah juga akan menambah harta benda manusia. Hal ini dijelaskan dalam Alquran surat Al Baqarah ayat 261.

  1. Menabung

Menabung telah dicontohkan sejak dahulu dan berhasil membantu kehidupan manusia. Rasulullah Shalallahu alayhiwassalam dalam Hadist Riwayat Bukhari bersabda, “Simpanlah sebagian dari harta kalian untuk kebaikan masa depan, karena itu jauh lebih baik.”  Melalui menabung, Anda memiliki cadangan uang yang dapat digunakan kapan saja.

  1. Hidup Sederhana

Rasulullah Shalallahu alayhiwassalam merupakan sosok yang sangat sederhana. Meskipun beliau bersama istrinya Khadijah memiliki harta yang sangat banyak, namun harta tersebut digunakan untuk menciptakan lapangan kerja, membantu fakir miskin, dan menyebarkan agama Islam. Hidup sederhana adalah awal kebahagiaan.

Rasulullah Shalallahu alayhiwassalam memuji umatnya yang hidup sederhana, beliau bersabda, “Semoga Allah merahmati seseorang yang mencari penghasilan secara baik, membelanjakan harta secara hemat, dan menyisihkan tabungan sebagai persediaan di saat kekurangan dan kebutuhannya.” (HR. Muttafaq’Alaih)

Dalam Islam, sederhana merupakan gaya hidup yang bertujuan untuk menjauhkan diri dari kesombongan dan sifat tamak. Sederhana dalam Islam juga bukan identik dengan kikir. Sikap hidup sederhana telah ditetapkan Allah dalam Alquran surat Al Araf ayat 31 dan Al Furqan ayat 67.

  1. Memiliki Dana Darurat

Setiap orang tidak mengetahui musibah atau bencana yang akan menimpa. Hal itulah yang mendasari pentingnya memiliki dana darurat.

 

Tantangan Makmood Publishing hari ke-13

1 Shares:
Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You May Also Like