6 Perubahan Gaya Hidup “Normal” Sebagai Pembuka Peluang Usaha Baru

‘New Normal’ Membuka Peluang Usaha [pixabay.com]

6 Perubahan Gaya Hidup “Normal” Sebagai Pembuka Peluang Usaha Baru

 

Hallo, Miks!

 

Sebelum bahas lebih jauh mengenai perubahan gaya hidup baru di masa “normal” ini, sangat perlu memahami makna dari Gaya Hidup (Bahasa Inggris : Lifestyle) itu sendiri. Gaya Hidup adalah kebutuhan sekunder manusia untuk berubah, tergantung zaman atau keinginan seseorang dalam mengubah gaya hidupnya. Gaya hidup itu dapat dilihat dari cara berpakaian, kebiasaan, maupun hal lain yang dapat dinilai secara relatif tergantung penilaian orang lain. Gaya hidup yang baik akan menjadi acuan bagi orang lain, tetapi gaya hidup yang tidak wajar dianggap tabu untuk dilakukan maupun tampilkan.

Saat ini, masyarakat mau tidak mau mengubah gaya hidupnya. Perubahan ini di pengaruhi oleh beberapa faktor, baik dari segi kewaspadaan diri terhadap kesehatan maupun ekonomi yang belum stabil. Dengan perubahan ini, membuat masayarakat mencari kebutuhan hidup yang hemat, bersih dan praktis. Untuk memenuhi kebutuhan masyarahat tersebut, hal ini menjadi peluang bagi para pengusaha untuk membuka lapangan usaha baru.

Berikut beberapa perubahan gaya hidup “new normal” yang menjadi hal “normal” sebagai peluang membuka lapangan usaha baru.

  1. Perubahan Fashion Dengan Penampilan Baru

Sejak terjadinya pandemic hingga saat ini, masyarakat masih terbatasi untuk kembali beraktifitas di luar rumah. Dengan peraturan yang ditetapkan, masyarakat diwajibkan mengenakan atribut sebagai pelindung diri dari penularan virus. Antara lain dengan tetap mengenakan masker, face shild, topi, bahkan ada yang memakai baju berlengan panjang maupun jaket sebagai pelindung diri di manapun berada. Dengan adanya kebutuhan untuk melindungi diri seperti tersebut diatas, masyarakat juga ingin tetap tampil secara fashionablenya. Hal ini membuat  para designer dan pengusaha fashion berpikir untuk menghasilkan karya yang fashionable, tetapi tetap aman bagi kesehatan.

  1. Penunjang Kebersihan Dengan Peralatan Yang Praktis

Anjuran untuk selalu memperhatikan kebersihan diri di manapun berada, membuat masyarakat semakin ketat dalam penerapannya. Tidak hanya dari segi fungsi pemakaian, tetapi juga dari segi teknis. Masyarakat menginginkan segalanya serba praktis, tanpa perlu menyetuh semua peralatan kebersihan yang tersedia. Atas dasar kondisi tersebut,  menjadi tantangan tersendiri para pengusaha untuk menciptakan peralatan otomatis yang dapat memenuhi target pasar. Dimana peralatan otomatis tersebut, haruslah canggih dan praktis dengan harga terjangkau tetapi kebersihan yang tetap terjaga.

  1. Kebutuhan Asupan Yang Bergizi Dan Bersih

Untuk tetap bugar dan sehat, masyarakat membutuhkan asupan makanan dan minuman yang bergizi dan bersih. Tidak hanya sehat dan bersih dalam prosesnya, tetapi juga dalam pengolahannya. Dan semua itu sangat dipengaruhi dari beberapa faktor, baik dari segi bahan, sumber daya manusia, juga packagingnya. Dengan mengedepankan semua faktor tersebut, banyak hal yang akan berubah. Perubahan ini membuka peluang-peluang baru bagi dunia usaha, baik dari segi penyediaan bahan pangan, proses pengolahan juga lain demi memenuhi kebutuhan masyarakat yang sehat.

  1. Terciptanya Sarana Untuk Berkumpul

Sejak pandemic hingga diberlakukan kehidupan menuju “nomal”, masih ada larangan untuk acara berkumpul dan bergerombol seperti sebelumnya. Hal ini membuat masyarakat, mengurangi pergaulan dan kegiatan berkumpul hanya sekedar bersosialisasi. Dan untuk menyiasati kegiatan hal ini, santa dibutuhkan sarana pendukung baik secara online maupun offline. Contoh sarana online yang sudah ada, terciptanya sarana Zoom Meet, Google Meet, dan lain sebagainya sebagai sarana bertemu dan berkumpul. Baik sebagai ajang berkumpul untuk kebutuhan pmbelajaran maupun berbisnis. Dalam prosesnya masih banyak kedala yang terjadi, tetapi kedepan peluang ini sangat menjanjikan demi memenuhi kebutuhan masyarakat dengan sarana yang lebih baik dan canggih.

  1. Bergaya Hidup Hemat Yang Praktis

Efek dari pembatasan dan protokol yang ditetapkan juga mempengaruhi berkurangnya pendapatan, dan masyarakat mulai cermat dan berhitung serta berhemat dalam pengeluaran. Tidak hanya menyangkut pengeluaran untuk kebutuhan rumah tangga, kantor, sekolah maupun kebutuhan lain. Dengan adanya penghematan tersebut, membuat peluang baru bagi pengusaha, dalam memenuhi kebutuhan pasar sesui kebutuhan masyarakat.

  1. Memanfaatkan Waktu Yang Ada

Banyaknya waktu yang tersedia, membuat masyarakat berfikir untuk memanfaatkan demi menghilangkan kebosanan maupun penghilang stress. Waktu yang ada akan dimanfaatkan untuk kegiatan positif, seperti berkebun, membuat aneka produk ketrampilan, menulis dan banyak hal lainnya. Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, masyarakat membutuhkan sarana penunjang. Dan hasil karyanya dapat digunakan sendiri, maupun dijual kembali sebagai pemenuhan perekonomian keluarga.

Perubahan gaya hidup menuju kehidupan ‘normal” ini, berpotensi besar untuk membuka lapangan usaha baru. Dengan terciptanya usaha baru, berpeluang menciptakan lapangan kerja baru bagi masyarakat. Dan perekonomianpun, akan kembali berjalan dengan stabil dan baik. Dengan perekonomian yang kembali stabil, akan membuat kehidupan akan kembali normal sesuai dengan situasi dan kondisi yang terjadi.

 

0 Shares:
Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You May Also Like