Pandemi Covid-19 Menjadi Pemicu Budaya Bersepeda Kembali Populer

Bersepada [pixabay.com]

 

 

Halo, Miks!

Sudah tidak asing lagi rasanya akhir-akhir ini melihat pemandangan orang bersepeda. Tren gowes kembali populer setelah sempat meredup beberapa tahun terakhir ini. Di setiap weekend segerombolan para goweser hampir memenuhi badan jalan, hampir sebanding dengan abang gojek dan grab sebagai penguasa jalanan trotoar.

Tren bersepeda ini tidak hanya melanda pria dewasa, tetapi juga para wanita, anak muda bahkan anak-anak. Hal ini dipicu karena keinginan mereka untuk tetap sehat di masa pandemi. Dengan diberlakukannya PSBB menyebabkan masyarakat kurang beraktivitas diluar. Mereka merasa bosan ketika berada di rumah dalam jangka waktu lama.

Dengan adanya tren gowes yang meningkat, bisnis penjualan sepeda pun seolah mendapat angin segar, permintaan sepeda meningkat tajam dan mendapatkan omzet penjualan besar pula. Masyarakat yang membeli sepeda baru saat ini tidak memperdulikan harga, asalkan mereka bisa mengikuti tren bersama teman  mereka. Semakin mahal sepeda semakin keren, asalkan bisa mengikuti tren. Sah, sah aja sih asalkan tidak menjerumuskan diri mengikuti tren, ya.

 

Tahukah Miks, Mengapa tren bersepeda kembali populer ? Yuk, simak di bawah ini  :

  1. Ketakutan Publik Naik Kendaraan Umum

Daripada mereka harus naik kendaraan umum, otomatis susah melakukan physical distancing, mereka lebih memilih menggunakan sepeda sebagai transportasi. Selain menyehatkan mereka bisa berolahraga dan menghirup udara segar diluar.

  1. Pusat Kebugaran Belum Beroperasi Normal

Tempat Gym dan sanggar senam masih belum banyak yang beroperasi, kalaupun sudah beroperasi mereka akan membatasi peserta. Nah, kalau anggota tidak mengikuti informasi jadwal, kuota sudah penuh maka akan tertinggal. Dan beralih bersepeda yang setiap saat dan dimana saja bisa dilakukan.

  1. Munculnya Rasa Bosan Akibat Berada Di Rumah

Hampir 4 bulan sejak pandemi covid-19 ini melanda, pemerintah menganjurkan untuk tetap di rumah supaya terhindar dari penularan. Sampai saat ini pun wabah Covid-19 masih tinggi, di masa transisi ke New Normal  masyarakat sudah mulai melakukan kegiatan diluar rumah bekerja, berbelanja dan olahraga.  Meskipun bersepeda menyehatkan ada baiknya tetap mengikut aturan pemerintah, melakukan protokol kesehatan karena berada di kerumunan orang yang bisa memicu penularan Covid-19.

  1. Sebagai Makluk Sosial Ingin Berinteraksi Dengan Orang Lain

Sejak diterapkan PSBB, jarang bertemu dengan teman-teman. Interaksi dilakukan hanya dengan chat, vidio call yang membuat mereka tidak bisa hang out bareng. Dengan bersepeda selain berolahraga juga bisa bertemu teman-teman lagi.

  1. Banyaknya Publik Figur Yang Memposting Kegiatan Bersepeda Di Medsos

Dengan banyaknya publik figur yang mempunyai hobby bersepeda dari mulai pejabat hingga para artis yang memposting kegiatan mereka di medsos, membuat tren baru di masyarakat. Karena sifat dasar manusia meniru, setiap kegiatan publik figur akan menjadi tren.

 

Miks, Tren olahraga memang tidak bisa diprediksi. Dulunya bersepeda adalah olahraga bergengsi, hanya orang tertentu yang memiliki sepeda mahal yang sering gowes bahkan touring, tetapi sekarang semua lapisan masyarakat sudah ikut meramaikan tren sepeda ini. Meskipun lagi tren, jangan lupa tetap jaga jarak dan tetap sopan dalam bersepeda ya, jangan memenuhi jalan hingga pengguna lain terganggu, utamakan keselamatan juga.

 

1 Shares:
3 comments
Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You May Also Like