Mengenali Tanda Bahaya pada Kehamilan

Inilah 4 Langkah Mencegah Kelahiran Prematur
Source: mediaindonesia.com

Halo,  Miks!

Kehamilan merupakan dambaan para orang tua dan anugerah dari Tuhan YME yang harus kita syukuri. Setiap ibu hamil tentu menginginkan selama kehamilan sampai dengan melahirkan berjalan lancar dan sehat. Karenanya penting bagi anda untuk selalu menjaga kesehatan agar janin yang dikandung tumbuh dan berkembang secara sehat dan baik.

Namun, kadang selalu ada kemungkinan terjadinya masalah pada kehamilan yang dapat membahayakan ibu atau janin. Berikut tanda bahaya pada kehamilan yang mungkin terjadi, dikutip dari  Buku KIA yang dikeluarkan oleh Kementerian Kesahatan RI:

1. Muntah Terus dan Tidak Mau Makan

Perubahan atau peningkatan hormon pada kehamilan dibutuhkan untuk mempertahankan pertumbuhan dan             menjaga kehamilan. Pada sebagian ibu hamil peningkatan hormon dapat menyebabkan mual dan muntah yang           berlebihan yang dapat mengakibatkan penurunan berat badan, dehidrasi, penurunan kesadaran, gangguan                   elektrolit. Biasanya kondisi ini dapat terjadi pada kehamilan hingga 16 minggu.

2. Demam Tinggi

Demam tinggi pada masa kehamilan berapa pun usia kehamilan dapat membahayakan kehamilan Anda.                       Segeralah periksa ke fasilitas kesehatan  seperti ke Puskesmas, dokter ataupun  rumah sakit. Kemungkinan                  demam yang terjadi pada anda merupakan adanya gejala infeksi dalam kehamilan.

3. Bengkak Kaki, Wajah, Tangan, atau Sakit Kepala Disertai Kejang

Bengkak pada wajah, tangan, dan kaki atau sakit kepala, pandangan mata kabur, diikuti nyeri ulu hati harus                Anda waspadai. Tanda tersebut mengarah pada keracunan kehamilan yang disebut pre eklampsia dan                          eclampsia bila disertai kejang. Pada kondisi ini biasanya akibat dari hipertensi dalam kehamilan.

4. Pergerakan Janin Kurang atau Janin Tidak Bergerak

Penting bagi ibu untuk memantau gerakan janin di dalam kandungannya. Pada umumnya, janin mulai                          bergerak pada usia kehamilan 16—25 minggu. Untuk ibu yang baru pertama kali hamil, Anda akan merasakan gerakan janin pada usia kehamilan 25 minggu. Pada kehamilan kedua, ketiga, dan seterusnya gerkan janin dapat dirasakan lebih cepat pada kehamilan 16 minggu. Minimal diharapkan janin begerak 10—12  kali dalam sehari.

5. Perdarahan dari Vagina

Perdarahan dari vagina dalam masa kehamilan dapat menimbulkan bahaya serta mengindikasikan bermacam             hal. Perdarahan yang terjadi di trimester pertama dan trimester kedua bisa berakibat keguguran janin dalam               kandungan.

Namun, bila disertai dengan nyeri perut hebat, kram atau  hampir pingsan  di trimester pertama adanya kemungkinan kehamilan ektopik harus Anda waspdai. Apabila pada kehamilan trimester tiga bila tiba-tiba Anda mengalami perdarahan berwarna merah segar ataupun merah kehitaman yang diserati nyeri perut atau tidak kemungkina berasal dari plasenta menutupi jalan lahir atau plasenta yang sudah terlepas sebagian.

6. Air Ketuban ke Luar Sebelum Waktunya

Bagi ibu hamil ke luar air ketuban sebelum waktunya tentu saja dapat membahayakan kondisi janin atau bagi              ibu hamil itu sendiri. Kondisi ini bisa terjadi pada kehamilan trimester 1, 2 ataupun 3. Segeralah menuju ke                  pelayanan kesehatan berapa pun usia kehamilan Anda untuk memastikan apakah yang ke luar dari vagina                    Anda air ketuban atau keluar keputihan biasa.

Demikianlah, Miks, tanda bahaya pada kehamilan yang bisa terjadi. Segera datangi fasilitas kesehatan bila saat hamil Anda mengalami salah satu dari enam tanda bahaya yang sudah disebutkan.

0 Shares:
Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You May Also Like