Hamil di Usia Tua Berbahayakah? Inilah 3 Tips Mengurangi Risikonya

Source: istockphoto.com

Hai, Miks!

Pasti banyak pertanyaan tentang hamil di usia tua. Apakah aman? Apakah tidak berbahaya dan apa risiko serta dampaknya? Kemudian, masih banyak lagi pertanyaan-pertanyaan lain. Lalu, usia berapakah yang disebut tua? Yaitu mulai usia 35 tahun ke atas, itulah rentang usia tua.

Pada era globalisasi seperti ini, kehamilan di usia tua mengalami peningkatan. Seperti halnya hamil di usia muda, maka kehamilan di usia tua ini memiliki dampak dan risiko juga. Namun, zaman sekarang meskipun sudah tua masih ada yang hamil. Kenapa? Karena wanita sadar tentang persamaan derajat antara pria dan wanita sehingga wanita lebih mengejar karier dibanding mempunyai anak.

Hamil di usia tua tentu berbeda dengan hamil di usia muda. Sebab, di usia tersebut Anda cenderung lebih rentan mengalami masalah dan komplikasi kehamilan. Ini karena seiring pertambahan usia, tingkat kesuburan wanita dan vitalitas tubuh menurun. Oleh karena itu, sebelum memutuskan untuk hamil di usia tua, sebaiknya Anda mencari tahu apa saja risikonya agar lebih bisa menjaga dan memperhatikan kehamilan.

Lalu, pertanyaannya, apakah aman hamil di usia tua itu?

Hamil di usia tua memang memiliki risiko, tetapi bukan berarti tidak aman. Hamil di usia tua tetap bisa melahirkan anak yang sehat. Namun, semua itu bisa terjadi asal benar-benar menjaga kehamilannya. Jadi, walaupun sudah tua kehamilannya tetap aman, asal tahu cara pencegahannya.

Berikut ini beberapa macam risiko wanita yang hamil di usia tua, di antaranya:

1. Lahir dengan berat badan lahir rendah (BBLR).

2. Kelahiran prematur, yaitu bayi lahir lebih awal dari waktu yang seharusnya.

3. Kelainan pada kromosom atau genetika janin yang menyebabkan bayi lahir cacat.

4. Tingginya kemungkinan bayi lahir melalui operasi caesar.

5. Keguguran, terutama saat usia kehamilan masih di bawah 4 bulan.

6. Ibu mengalami gangguan kesehatan, seperti tekanan darah tinggi, diabetes, plasenta previa, hingga preeklamsia.

Kemudian, bagaimanakah caranya agar risiko dan bahaya hamil di usia tua bisa sedikit berkurang?

Berikut tips agar risiko hamil di usia 35 tahun ke atas sedikit berkurang:

1. Harus Rutin Memeriksakan Kandungan ke Bidan dan Dokter Kandungan

Dengan cara ini, wanita hamil bisa tahu kondisi kesehatan ibu dan janin sehingga dapat mendeteksi adanya kemungkinan kelainan pada janin. Ibu juga bisa berdiskusi dengan dokter tentang rencana persalinan yang akan diambil dan hal-hal apa saja yang bisa dilakukan untuk meminimalkan risiko hamil di usia tua. Periksa kandungan itu sangat penting, bukan sekadar mengetahui jenis kelamin janin saja.

2. Menjaga Kenaikan Berat Badan

Menjaga kenaikan berat badan agar stabil ini perlu dilakukan karena supaya bisa mencegah terjadinya obesitas (kenaikan yang berlebih). Bagaimana caranya? Yaitu dengan menerapkan pola hidup sehat ketika hamil.

3. Menerapkan Pola Hidup Sehat

Seperti disebutkan di atas, jika ibu hamil perlu menerapkan hidup sehat agar bisa menjaga berat badan naik secara stabil, tidak berlebihan. Selain itu juga agar nutrisinya terpenuhi dengan baik.

Akan tetapi, selain memiliki risiko dan bahaya, sebenarnya menurut penelitian seorang wanita yang hamil di usia tua memiliki beberapa manfaat.

Berdasar penelitian ilmiah, mengalami kehamilan di usia yang sudah tidak muda lagi ada manfaatnya karena usia lebih matang dan tentu sudah siap mempunyai momongan sehingga kemungkinan mengalami depresi sangat kecil. Keadaan ekonominya pun sudah stabil. Anak yang lahir pun lebih sehat dan cerdas.

Demikianlah penjelasan tentang hamil di usia tua. Beberapa bahaya, dampak, dan manfaatnya. Semoga bisa membantu dan bermanfaat bagi Anda semua. Terima kasih.

 

0 Shares:
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

You May Also Like