3 Tips Menghadapi Menopause agar Lebih Bahagia

Source: pexels.com

Hai, Miks!

Menopause banyak dialami wanita di usia 50-an. Menopause adalah berhentinya kesuburan dan menstruasi secara permanen. Banyak masalah dialami wanita ketika memasuki masa menopause ini. Hal tersebut menimbulkan stres bagi wanita dalam menghadapi masa menopause. Tahukah Anda? Menurut buku karangan Mickey Harpaz, Ph.D. and Robert Wolff yang berjudul Menopause Reset!, ternyata ada cara mereset menopause agar hidup Anda menjadi lebih bahagia, bermakna dan tanpa stres.

Sebelum menopause, ada beberapa gangguan yang akan mengganggu dan berpengaruh pada kehidupan Anda. Gejala yang umum terjadi antara lain: semburan hawa panas, berkeringat di malahari, insomnia, menstruasi tidak teratur, berkurangnya libido, dan kekeringan vagina.

Perubahan-perubahan lain yang dialami wanita antara lain: rasa lelah, rambut rontok, gangguan tidur di luar insomnia, sulit berkonsentrasi, berkurangnya kemampuan mengingat, pusing, tidak bisa menahan kemih, kembung, alergi baru, kuku rapuh, perubahan aroma tubuh, detak jantung tidak beraturan, perubahan suasana hati, depresi, gelisah, mudah marah, dan gangguan panik.

Ketidaknyamanan mungkin akan terasa di sekujur tubuh dan dapat mencakup nyeri di payudara, migrain, nyeri sendi, rasa terbakar di lidah, sensasi tersengat listrik, masalah-masalah pencernaan, masalah pada gusi, ketegangan otot, dan gatal-gatal.

Permasalahan di atas terjadi akibat perubahan hormonal. Dikenal dengan istilah PEAT.
P: Progesteron menurun.
E: Estrogen menurun.
A: Androgen meningkat.
T: Testosteron menurun.

Pengaruh terhadap wanita adalah ketika progesteron menurun, mengakibatkan berat badan naik. Estrogen menurun, maka menstruasi berhenti dan sel-sel lemak yang menggantikan estrogen akan merangsang tubuh untuk mengubah kalori menjadi estrogen. Namun sayangnya, sel-sel lemak tidak membakar kalori seperti yang dilakukan otot sehingga berat badan pun naik.

Androgen naik, mengakibatkan kenaikan berat badan. Testosteron menurun, mengakibatkan massa otot berkurang. Hal ini berarti laju metabolisme Anda melambat akibat proses pembakaran kalori yang lebih lambat. Tiga langkah perlu dilakukan agar menopause tidak menjadi momok menakutkan, tetapi dihadapi sebagai hal yang lumrah terjadi pada wanita. Tiga hal tersebut antara lain:

1. Mereset Pola Pikir Anda

Langkah pertama adalah yakin pada diri sendiri untuk mampu mencapai tujuan yang ingin dicapai. Dengan memiliki visi dan misi yang kuat, akan mengubah visualisasi menjadi kenyataan. Menopause dan gejala-gejalanya mempengaruhi wanita secara fisik dan psikis dan tentu saja akan berpengaruh dan menimbulkan stres. Untuk itu dibutuhkan pola pikir dan keinginan yang kuat untuk meghadapinya.

Kemauan kuat menjaga visi dan misi tetap kuat karena proses mencapai tujuan membutuhkan waktu yang tidak secepat Anda inginkan. Jangan menyerah bila hasil belum terlihat. Mulai motivasi diri sendiri dengan kata-kata positif. Kata-kata positif merupakan motivator kuat untuk menginspirasi Anda dan orang lain dengan cara yang luar biasa. Kata-kata positif, “Saya dapat mengatasinya,” maka semua rintangan akan teratasi. Pun sebaliknya, ketika Anda berkata “Saya tidak mampu mengatasinya,” maka usaha sebesar apapun akan gagal. Jadi berhatilah dengan kata-kata yang Anda ucapkan. Be positive.

Lakukan langkah awal untuk mengubah pola pikir Anda untuk memulai hal baru. Mulai dari sekarang, jangan takut pada apa pun. Setiap perubahan membawa pengaruh pada hidup Anda. Hadapi segala sesuatu dengan lapang dada. Yang terjadi, maka terjadilah.

Manajemen stres yang baik. Stres yang dihadapi dicari penyebab dan cari jalan keluarnya. Tentukan skala tingkat stres yang dialami dan juga jalan keluar yang dapat dilakukan.

2. Mereset Diet Anda

Menopause menyebabkan para wanita kesulitan menurunkan berat badan dan lemak. Sebab sistem pembakar lemak tubuh Anda perlu diset ulang agar dapat memaksimalkan pembakaran lemak. Tubuh memakai lebih banyak kalori untuk mengurai dan mencerna karbohidrat dan protein daripada lemak.

Oleh karena itu, pola makan yang banyak mengandung karbohidrat dan protein lebih menghasilkan laju metabolisme yang lebih tinggi. Kebiasaan makanan yang salah dan seringkali dilakukan antara lain: melewatkan waktu makan, menyantap makanan dalam jumlah besar untuk sekali makan, kenaikan asupan gula, dan asupan dua karbohidrat dalam satu sajian.

Apa yang perlu dilakukan adalah mulai menyusun pola makan Anda. Dalam setiap hidangan, campuran satu jenis protein dan salah satu karbohidrat. Makanlah dalam porsi kecil kira-kira setiap 22,5 jam sekali. Makanlah hanya dengan satu jenis karbohidrat.

Jagalah asupan gula Anda dibawah 10 gr persajian. Jagalah asupan lemak Anda tidak lebih dari 10 gram per hidangan dan tidak melebihi 2030 gram sepanjang hari. Setiap makan idealnya terdiri dari 60 persen karbohidrat (dari padi-padian/ gandum, sayuran, dan buah), 30 persen protein dan 10 persen lemak. Jaga porsi makan tidak berlebihan dan jangan pernah melewatkan waktu makan atau tidak mengudap di antara waktu makan.

3. Mereset Gerakan Anda

Makin Anda aktif, maka metabolisme tubuh Anda akan meningkat. Ganti kebiasaan Anda. Berjalan kaki daripada naik kendaraan. Gunakan tangga daripada elevator. Kebiasaan baru ini membantu Anda aktif dan memperbaiki rasio otot dan lemak Anda. Memiliki otot yang kuat dan membentuk tubuh membantu tubuh membentuk metabolisme Anda berjalan lebih cepat dibandingkan Anda tidak memiliki otot.

Jadi, mulailah berolahraga. Latihan kardio, dengan gerakan untuk membakar lemak dan mengubah rasio massa tubuh dan lemak Anda. Lakukan selama 30 menit maksimal 60 menit sepanjang hari. Anda dapat melakukannya 2 sesi, pagi dan sore, 30 menit dipagi hari dan 30 menit disore hari. Manfaat lain dari berolahraga adalah menurunkan resiko faktor-faktor resiko atas penyakit kardiovaskular, diabetes, osteoporosisdan penyakit yang berhubungan dengan stres.

Menopause adalah masa yang pasti dialami oleh kaum wanita. Hal tersebut menimbulkan stres dan kecemasan ketika mengalaminya. Namun, dengan 3 langkah mereset menopause di atas, maka hal itu tidak menjadi momok lagi bagi Anda. Walaupun menopause di depan mata, Anda bisa hidup bahagia dan bebas stres.

0 Shares:
Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You May Also Like