Inilah 5 Fakta Sejarah dan Perkembangan Paskibraka yang Penting Anda Ketahui

Source: kompas.com

Hai, Miks!

Anda tentu tahu, setiap tahun anggota Paskibraka menjadi sorotan dan buah bibir. Mereka adalah pasukan khusus yang bertugas untuk mengibarkan duplikat bendera pusaka saat pelaksanaan upacara Kemerdekaan Republik Indonesia. Mereka mengemban amanah negara agar bendera merah putih dapat berkibar tinggi di udara. Namun, tahukah Anda mengenai sejarah dan perkembangannya?

Nah, Miks, berikut 5 fakta sejarah dan perkembangan Paskibraka yang penting untuk Anda ketahui.

1. Lahirnya Paskibraka

Meski saat itu belum dikenal istilah Paskibraka, namun pasukan ini lahir bertepatan dengan Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia. Proklamasi dikumandangkan pada hari Jumat tanggal 17 Agustus 1945 di jalan Pegangsaan Timur No. 56 Jakarta jam 10.00. Setelah teks proklamasi dibacakan, dua orang muda-mudi yang dipimpin oleh Latief Hendradiningrat mengibarkan bendera merah putih. Bendera yang dijahit tangan oleh  ibu Fatmawati Soekarno ini kemudian disebut Bendera Pusaka. Dua orang muda-mudi tersebut adalah cikal bakal lahirnya Paskibraka.

2. Perwakilan Daerah

Pada tahun 1946, Presiden Soekarno bermaksud untuk melaksanakan peringatan Hari Ulang Tahun ke-2 Kemerdekaan Republik Indonesia. Presiden Soekarno kemudian menugaskan Mayor Husein Mutahar untuk mempersiapkan upacara peringatan Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia. Mayor Husein Mutahar menginginkan agar petugas pengerek bendera adalah perwakilan setiap daerah di Indonesia. Karena kondisi yang tidak memungkinkan, Mayor Husein Mutahar kemudian menunjuk 5 orang pemuda yang terdiri atas 3 orang putri dan 2 orang putra sebagai perwakilan daerah. Pelaksanaan pengibaran Bendera Pusaka.berhasil dilaksanakan pada tanggal 17 Agustus 1946 di halaman Istana Presiden Gedung Agung Yogyakarta.

3. Pasukan Penggerek Bendera Pusaka

Pada tahun 1967, Husein Mutahar ditugaskan oleh Presiden Soeharto untuk mempersiapkan upacara pengibaran Bendera Pusaka. Husein Mutahar kemudian mengembangkan formasi berdasarkan ide pelaksanaan tahun 1946. Formasi yang dibentuk merupakan simbol Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia pada tanggal 17 Agustus 1945 (17-8-45). Formasi tersebut terdiri atas kelompok 17 sebagai pengiring/pemandu, kelompok 8 sebagai pembawa/inti, dan kelompok 45 sebagai pengawal. Sesuai dengan situasi dan kondisi saat itu, Husein Mutahar  melibatkan putra daerah yang ada di Jakarta untuk melaksanakan tugas pengibaran Bendera Pusaka.

Pada Peringatan Hari Ulang Tahun Proklamasi Kemerdekaan RI tahun 1968, Husein Mutahar kembali ditugaskan untuk mempersiapkan upacara pengibaran Bendera Pusaka. Ia kemudian menunjuk sepasang remaja (pelajar) utusan setiap Provinsi sebagai petugas, meski kondisi saat itu tidak memungkinkan setiap provinsi mengirimkan utusannya. Tahun 1968 ini adalah kali terakhir Bendera Pusaka dikibarkan.

Sejak tahun 1967 hingga 1972, anggota Pasukan Pengibar Bendera adalah remaja SMA utusan dari 26 provinsi di Indonesia. Setiap provinsi diwakili oleh sepasang remaja. Pasukan ini dinamakan Pasukan Pengerek Bendera Pusaka.

4. Tiga Tingkatan

Pada tahun 1969, Presiden Soeharto menyerahkan Duplikat Bendera Pusaka Merah Putih dan Reproduksi Naskah Proklamasi kepada seluruh Gubernur/Kepala Daerah Tingkat I dan II.  Hal inilah yang menjadi dasar Paskibraka ada di 3 (tiga) tingkatan yaitu Paskibraka Nasional, Provinsi, dan Kabupaten/Kota. Mereka bertugas untuk melaksanakan pengibaran duplikat bendera pusaka.

5. Pasukan Pengibar Bendera Pusaka

Pada tahun 1973, Idik Sulaeman melontarkan sebuah akronim untuk anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka. Ia menyebut pasukan tersebut dengan istilah Paskibraka. Sejak saat itulah istilah Paskibraka dikenal. Idik Sulaiman jugalah yang kemudian menjadi penyempurna Paskibraka mulai metode latihan hingga atribut yang digunakan.

Miks, tidak mudah untuk bisa menjadi anggota Paskibraka. Rangkaian seleksi dilakukan agar upacara pengibaran bendera pada peringatan hari kemerdekaan Republik Indonesia berjalan dengan tertib dan lancar. Meskipun tidak mengikuti langsung rangkaian upacara di lapangan, Anda tentu tetap menunggu tibanya detik-detik proklamasi, bukan?

Dirgahayu Republik Indonesia!

0 Shares:
Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You May Also Like