5 Kegiatan untuk Meningkatkan Karakter Inventor pada Anak

Source: frugalfun4boy.com

Halo, Miks!

Anda mempunyai anak kecil yang suka bermain dengan sesuatu dan mengutak-atik mainannya hingga rusak? Jangan lekas marah, tetapi bersyukurlah karena itu salah satu bukti anak Anda seorang tinkerer yang memiliki karakter sebagai seorang inventor atau penemu. Mengapa karakter ini sangat penting? Tinkerer adalah orang yang senang mengutak-atik, misalnya mengambil sebuah mainan dan membongkarnya untuk melihat bagaimana mainan itu bisa bekerja, dan ia akan menggunakan pengetahuan tersebut untuk bereksperimen, berinovasi, dan membangun mesin buatannya sendiri.

Untuk menumbuhkan karakter inventor ini Anda perlu memberikan berbagai kegiatan yang dapat mendorong rasa ingin tahu dan berpikir kreatif. Karakter inventor ini dimulai dengan mendorong anak untuk dapat memecahkan masalah yang sedang dihadapi, berikan pertanyaan atau diskusi tentang sesuatu, biarkan anak mencoba dan berusaha hingga mampu menyelesaikan tantangan yang ada.

Berikut ini adalah 5 kegiatan yang bersifat eksperimen yang dapat mendorong rasa ingin tahu dan membangun karakter inventor pada anak:

Aneka Bentuk Kerangka dari Kelereng Playdough

Bahan:
Playdough warna-warni yang dibentuk seperti kelereng.
Tusuk gigi.

Cara bermain/eksperimen:
Letakkan kelereng playdough dan tusuk gigi pada mangkuk yang terpisah. Ambil 2 buah kelereng playdough, lalu tusukkan pada kedua ujung tusuk gigi. Ajak anak Anda untuk membuat hal serupa. Kemudian, tunjukkan padanya bagaimana cara membentuk segitiga, persegi, dan bentuk lainnya.

Berikan tantangan atau pertanyaan seperti: Bisakah kamu membuat semua kelereng menjadi satu bentuk kerangka khusus? Seberapa tinggi kamu bisa membuat kerangka yang kokoh? Dan pertanyaan lainnya yang bisa memancing rasa ingin tahu anak. Bandingkan jika menggunakan spaghetti kering, buah potong, permen jelly atau media lainnya. Diskusikan mana yang lebih kuat, lebih mudah, dan buat kesimpulan.

Roket dari Sedotan

Bahan:
Sedotan plastik (ukuran untuk milkshake atau bubble tea)
Kertas HVS
Selotip bening
Gunting

Cara bermain/eksperimen:
Siapkan kertas HVS dengan lebar ± 8 cm dan panjang separuh panjang sedotan.

Buat lingkaran dengan diameter ± 4 cm, lalu gunting salah satu sisi hingga pusat lingkaran.

Gulung kertas pada sedotan, sekelilingnya hingga menutupi separuh sedotan, dan rekatkan dengan selotip pada bagian atas dan bawah. Sedotan untuk membantu membentuk badan roket, setelah diberi selotip dapat dilepaskan dari sedotan.

Gulung kertas lingkaran mulai dari salah satu sisi yang telah digunting untuk membentuk kerucut dan beri selotip agar kuat. Rekatkan kerucut tersebut pada ujung kertas badan roket (membentuk kepala roket yang runcing).

Letakkan roket pada salah satu ujung sedotan, lalu tiup dengan keras pada ujung lainnya. Lihat seberapa jauh roket kertas dapat meluncur dari sedotan.

Variasikan dengan mencoba sedotan berbagai ukuran, atau gunakan pipa lainnya sebagai alat peluncur roket. Coba juga menggunakan kertas dengan ketebalan berbeda. Bandingkan hasilnya dan buatlah kesimpulan.

Ragi dan Gula yang “Mengembang”

Bahan:
Balon ukuran standar
Botol dengan kepala kecil yang cukup untuk mulut balon
2¼ sdm ragi roti
2 sdm gula
1 cup/237 ml air hangat kuku
Mangkuk/gelas
Corong

Cara bermain/eksperimen:
Siapkan semua bahan dan alat. Ajak anak Anda untuk menyiapkan larutan ragi dan gula. Antisipasi aroma yang akan timbul, mungkin tidak disukai oleh anak. Campur air dan gula, aduk hingga gula larut, tambahkan ragi. Lalu, masukkan larutan ke dalam botol dengan menggunakan corong. Segera tutup botol dengan balon. Diamkan beberapa menit. Perhatikan gelembung yang tercipta, sebagai tanda terbentuknya karbon dioksida. Tunggu beberapa menit hingga balon mengembang. Balon mungkin tidak akan meledak, tetapi larutan ragi mungkin akan keluar jika balon dilepaskan dari leher botol.

Coba buat hal yang sama dengan pewarna makanan yang ditambahkan ke air atau bahan lainnya. Gunakan perbandingan yang berbeda untuk jumlah air, gula, dan ragi. Gunakan suhu air yang bervariasi (air es, normal, panas, hangat kuku) secara bersamaan menggunakan beberapa botol. Ganti gula dengan pemanis jenis lainnya. Bandingkan semua cara yang berbeda tersebut dan buat kesimpulan.

CD Spinner

Bahan:
CD bekas
Karton atau kardus bekas
Spidol
Kelereng
Tutup botol plastik
Low-heat glue gun (lem tembak)
Gunting
Lem putih

Cara bermain/eksperimen:
Letakkan CD di atas karton/kardus dan cetak bentuk lingkaran CD. Gunting karton sesuai bentuk lingkaran. Sisihkan CD dan ajak anak untuk menggambar pola di lingkaran karton tersebut (bisa lingkaran spiral, titik-titik tebal, dan garis tipis atau pola lainnya). Tempelkan karton berpola pada salah satu sisi CD dengan lem putih. Tunggu hingga kering.

Pasang tutup botol plastik di bagian tengah karton dan beri lem tembak. Pasang kelereng di sisi satunya dengan lem tembak. Tunggu hingga kering dan siap dimainkan. Putar CD Spinner dan perhatikan pola yang terbentuk. Pola yang berputar akan menghasilkan fenomena mata yang disebut optikal ilusi. Berbeda pola akan menghasilkan optikal ilusi yang berbeda pula.

Cobalah berkreasi dengan aneka pola atau gunakan benda selain kelereng untuk pusat putaran. Bandingkan hasilnya dan buat kesimpulan. Catatan: penggunaan lem tembak harus dibawah pengawasan orang dewasa, hati-hati benda panas.

Ramuan Ajaib

Bahan:
Vinegar (cuka)
Baking soda
Mangkuk/botol selai/gelas
Nampan/loyang
Pewarna makanan
Pipet tetes
Botol semprot

Cara bermain/eksperimen:
Siapkan beberapa mangkuk kecil dan isi masing-masing dengan 1 sdt baking soda. Siapkan cuka dalam botol kecil. Tuang cuka ke mangkuk dan perhatikan apa yang terjadi.

Isi nampan dengan baking soda. Isi mangkuk dengan cuka yang telah diberi pewarna makanan. Gunakan pipet tetes untuk membuat tetesan cuka di atas nampan tersebut.

Siapkan baking soda di seluruh permukaan nampan. Siapkan cuka yang telah diberi pewarna makanan, masukkan dalam botol semprot (yang mudah digunakan anak). Semprot ke permukaan baking soda pada nampan.

Eksperimen dengan mencampur sabun cair dan pewarna makanan pada cuka, sebelum ditambahkan pada baking soda. Perhatikan perbedaan yang terjadi. Dapat juga ditambahkan bahan lainnya untuk reaksi yang berbeda.

Ganti baking soda dengan baking powder. Perhatikan hasilnya, berbeda atau sama?

Ganti cuka dengan larutan asam lainnya seperti sari lemon atau sari jeruk nipis. Bagaimanakah hasilnya?
Anda bisa kreasikan bahan yang digunakan atau ditambahkan dan diskusikan hasilnya dengan putra putri Anda.

Bagaimana, Miks? Siap untuk mencoba permainan dan bereksperimen bersama ananda? Anda cukup menjadi fasilitator dan bantu ananda menyiapkan kelengkapan eksperimen, selanjutnya biarkan ananda bermain dan belajar.

Jangan lupa untuk mendorong ananda berpikir kreatif dengan mengajukan pertanyaan dan diskusi. Dengan membantu anak melakukan kegiatan yang bersifat eksperimen, akan bermanfaat untuk membangun karakter inventor pada anak. Orang tua hanya perlu menjadi fasilitator dan bersabar dalam prosesnya.

0 Shares:
Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You May Also Like