Mengenal Imam Al-Khawarizmi, Ilmuwan Muslim yang Dikagumi Mark Zuckerberg

Source: ceknricek.com

Hai, Miks!

Muhammad ibn Musa Al-Khawarizmi atau lebih dikenal dengan Imam Al-Khawarizmi lahir di Uzbekistan pada tahun 194 H/780 M. Besar di kota kelahiran dan meninggal di Baghdad pada 266 H/850 M.

Beliau salah satu ilmuwan muslim yang paling berpengaruh di dunia. Beliau dikenal sebagai sosok yang berkontribusi besar dalam banyak bidang sehingga tak heran dengan segala keputusannya menjadikan dirinya sebagai sosok yang dikagumi banyak orang.  Berikut beberapa penemuan Imam Al-Khawarizmi yang perlu kita ketahui.

Penemu Aljabar

Siapa yang masih asing mendengar aljabar? Aljabar merupakan bagian dari ilmu matematika termasuk teori bilangan, geometri, analisis, dan penyelesaian. Aljabar memiliki banyak manfaat dalam kehidupan sehari-hari. Di antaranya adalah untuk menghitung keuntungan atau kerugian yang diperoleh dan memanajemen uang saku dan pengeluaran rumah tangga.

Penemu Algoritma

Selain Aljabar, beliau merupakan penemu algoritma. Algoritma merupakan langkah-langkah logis penyelesaian masalah yang disusun secara sistematis dan logis untuk mendapatkan solusi yang tepat sehingga ilmu ini sangat bermanfaat di era yang serba canggih ini. Dan sebagai ilmu abadi yang tak lekang oleh waktu.

Memperkenalkan Angka Nol

Angka nol ternyata memiliki sejarah yang panjang. Sebelum Al-Khawarizmi memperkenalkannya, para ilmuwan menggunakan semacam daftar untuk membedakan satuan, puluhan, ratusan, ribuan, dan seterusnya. Kemudian lewat karya pertamanya, angka nol diperkenalkan. Dengan demikian, angka nol akhirnya baru digunakan oleh ilmuwan-ilmuwan barat setengah abad setelah dipekenalkan pada abad ke-9.

Ahli di Berbagai Bidang

Selain sebagai sosok penemu dan pengembang aljabar, algoritma, dan angka nol, beliau merupakan seorang penerjemah, ahli geografi, astronomi, hingga astrologi. Maka tak berlebihan rasanya jika ia dianggap amat jenius, mengingat ilmu-ilmu yang ia cetuskan mempelajari seisi dunia.

Karyanya yang Abadi

Karya Pertamanya adalah Al-Kitab Al-Mukhtasar fi Hisab Al-Jabr wa Al-Muqabalah (الكتاب المختصر في حساب الجبر و المقابلة). Buku ini membahas tentang aljabar dan penyelesaian persamaan linear dan kuadrat dengan menyederhanakan persamaan. Karya-karyanya yang lain adalah Dixit Algorizmi, Kitab Surat Al-Ard (كتاب صورة الأرض), Zij Al-Sindhid, dan masih banyak lagi.

Sosok yang dikagumi Mark Zuckerberg

Siapa yang tak kenal tokoh pendiri Facebook ini? Menjadi salah satu pemuda terkaya di dunia menjadikan dirinya sosok yang diidolakan banyak orang. Namun, ternyata ia justru mengagumi Imam Al-Khawarizmi. Ia mengatakan bahwa ia heran dengan orang-orang yang terlalu mengidolakan dirinya, padahal ia sendiri mengidolakan Imam Al-Khawarizmi. Karena menurutnya tanpa algoritma dan aljabar, maka Facebook, Whats app, BBM, Line, games, bahkan komputer pun tak akan ada.

Salah satu penulis kenamaan Indonesia, bapak Pramoedya Ananta Toer pernah mengatakan bahwa orang pandai sepanjang langit pun, jika ia tidak menulis maka ia akan hilang dari masyarakat dan sejarah. Dan terbukti, dengan karya-karya yang Imam Al-Khawarizmi abadikan dalam bentuk tulisan, seolah-olah masih hidup bersama dengan ilmu-ilmunya.
Belajar mungkin memang melelahkan, tetapi jika Anda tidak sanggup menahan bebannya, Anda harus sanggup menahan perihnya kebodohan.

0 Shares:
Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You May Also Like