Cara Menyimpan Protein Hewani yang Benar untuk Mpasi

Source: alodokter.com

Hai, Miks!

Protein hewani merupakan salah satu yang penting untuk MPASI si kecil. Namun, faktanya banyak ibu muda yang masih bingung tentang cara penyimpanan protein hewani. Bagaimanakah menyimpan protein hewani secara baik dan benar? Kali ini Makmood Publishing akan membahas secara detail cara penyimpanan protein hewani.

Protein hewani yang terdiri dari daging sapi, daging ayam, ikan, seafood, dan telur, merupakan bahan makanan yang mudah rusak karena itu perlu diperhatikan cara penyimpanannya agar bisa tahan lama.

Sebelumnya Anda perlu tahu apa itu metode blansir dan tujuannya. Blansir yaitu mencuci bahan menggunakan air mendidih, kemudian memasukkan di air es untuk menghentikan proses pemasakan. Tujuannya adalah membersihkan bahan makanan dan mengurangi jumlah mikroba serta menghilangkan bakteri.

Berikut cara menyimpan protein hewani:

1. Daging sapi

Untuk daging sapi sebaiknya tidak dicuci dengan air dingin karena akan membuat tekstur daging alot dan keras. Namun, bisa dicuci dengan cara blansir, lalu tiriskan setelah itu potong per porsi, masukkan plastik klip atau wadah tertutup, kemudian masukkan ke dalam freezer.

2. Daging Ayam

Potong daging ayam, pisahkan dari jeroan, lalu cuci bersih dengan air mengalir. Setelah itu, tiriskan sampai benar-benar tiris atau bisa juga lap dengan tisu. Pisah per porsi, masukkan plastik klip dan simpan di dalam freezer. Berlaku juga untuk hati, jeroan, dan otak ayam.

3. Seafood

Seafood seperti udang, kerang, cumi, dan lain-lain, sebelum disimpan cuci bersih dengan air mengalir, tiriskan dan pisah per porsi, masukkan plastik klip dan simpan di dalam freezer.

4. Ikan

Bersihkan ikan dari insang dan sisik. Cuci bersih dengan air mengalir, tiriskan dan pisah per porsi masukkan plastik klip dan simpan di dalam freezer.

5. Telur

Untuk telur jangan dicuci sebelum disimpan karena jika akan menyebabkan telur cepat busuk dan rentan tercemar mikroba. Simpan telur dalam wadah dengan posisi bagian runcing di bawah dan bagian yang tumpul di atas. Jangan simpan di tempat yang dekat dengan bahan yang berbau tajam. Jika ingin menyimpan di dalam kulkas, jangan disimpan di sisi rak pintu kulkas. Sebab, pintu sering dibuka dikhawatirkan terjadi perubahan suhu sehingga telur cepat rusak.

6. Telur puyuh

• Tempat yang digunakan untuk menyimpan telur puyuh harus dalam keadaan kering tanpa bercampur bahan makanan lain ataupun bahan kimia. Usahakan juga agar wadah penyimpanannya berbahan kayu, karton, atau bamboo. Hindari wadah penyimpanan berbahan logam seng, kaca, dan porselin.

• Letakkan telur dengan cara bagian yang runcing berada di bawah.

• Tempat penyimpanan telur puyuh harus mempunyai lubang angin, jangan diletakkan di tempat yang rapat dan panas.

• Hindarkan telur yang disimpan dari percikan air.

• Jangan simpan telur puyuh lebih dari dua minggu.

Mana yang lebih baik, menyimpan telur di dalam kulkas atau menyimpannya di dalam suhu ruang?

Seperti dikutip dari Daily Mail, ada beberapa kelebihan saat menyimpan telur di dalam kulkas. Pertama, usia telur lebih panjang karena bakteri salmonella tidak memperbanyak diri. Kedua, telur tidak mudah busuk sehingga selalu segar dan siap dimasak. Namun ada pula kekurangannya, yaitu telur yang disimpan di dalam kulkas, kualitasnya menurun. Ia bisa saja tercampur bagian kuning dan putihnya karena pintu lemari es seringkali dibuka tutup. selain itu, suhu telur yang disimpan di dalam kulkas biasanya dingin dan rasanya sedikit berubah dan tidak sama lagi.

Jadi, lebih baik menyimpan telur di suhu ruang atau di dalam kulkas?

Menyimpan telur segar di suhu ruang boleh, akan tetapi maksimal hanya tujuh hari saja. Setelah itu lebih baik tidak dipakai lagi karena sudah tidak segar sehingga disarankan tidak menyimpan stok telur terlalu banyak di suhu ruangan.

Cara pengolahan protein hewani yang beku:

1. Taruh protein hewani beku di rak kulkas bagian bawah sekitar 6 jam atau semalaman agar mencair. Tujuannya adalah agar tidak terjadi perubahan suhu secara mendadak sehingga nutrisi berkurang. Setelah protein hewani mencair, taruh suhu ruang sebentar, kemudian olah sesuai selera.

2. Rendam protein hewani dengan air dingin dan ganti airnya setiap 30 menit sampai mencair. Setelah itu biarkan sebentar, lalu olah sesuai selera.

3. Bisa juga dengan memarut protein hewani dalam keadaan beku, setelah itu biarkan sebentar, lalu olah sesuai selera.

Lama penyimpanan protein hewani:

Daging sapi
Freezer 1 pintu: 1—2 minggu
Freezer 2 pintu: 1—3 bulan
Chiller: 1—2 hari

• Daging ayam
Freezer 1 pintu: 1—2 minggu
Freezer 2 pintu: 1—3 bulan
Chiller: 1—2 hari

• Jeroan
Freezer 1 pintu: 1 minggu
Freezer 2 pintu: 1 bulan
Chiller: 1-2 hari

• Seafood
Freezer 1 pintu: 1 minggu
Freezer 2 pintu: 1 bulan
Chiller: 1—2 hari

• Ikan
Freezer 1 pintu: 1 minggu
Freezer 2 pintu: 1 bulan
Chiller: 1—2 hari

Dikutip dari berbagai sumber. Semoga informasi di atas bermanfaat Miks.

 

2 Shares:
Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You May Also Like