Tahu, Si Makanan Populer, Begini Fakta dan Mitosnya

Source: faktualnews.co

Hai, Miks!

Menu apa yang hari ini ada di meja makan Anda? Tahu goreng? Sup, sayur dengan lauk perkedel tahu, dan tahu bacem? Hmmm … tahu memang telah menjadi makanan “wajib” dalam keseharian masyarakat Indonesia, padahal tahu berasal dari negara yang jauh, yakni Cina.

Suryatini N. Ganie dalam bukunya Dapur Naga di Indonesia mengungkapkan bahwa teknologi pembuatan tahu menyebar secara cepat ke seluruh Asia Timur Raya sebelum masuk ke Nusantara.  Bersamaan dengan datangnya tentara Kubilai Khan ke Kediri pada tahun 1292, tahu dan teknik pembuatannya masuk ke Indonesia.

Di balik kepopulerannya, ada fakta dan mitos mengenai tahu, lo, Miks. Yuk kita cari tahu!

1. Konsumsi Tahu Cocok untuk Diet Menurunkan Berat Badan

Faktanya, tahu memiliki kandungan nutrisi yang baik bagi tubuh. Kandungan gizinya komplit, dari energi, protein, lemak,karbohidrat, serat, kalsium, natrium, dan fosfor. Protein tinggi dalam tahu dapat mestimulasi tubuh untuk merasa kenyang dalam waktu lama dan mengendalikan nafsu makan.

Hellosehat.com menyebutkan protein nabati dari kedelai  memiliki efek yang lebih besar dalam penurunan berat badan dibanding protein lainnya. Olahan kedelai pun termasuk makanan yang lebih rendah dan rendah kalori. Maka, tidak heran jika makan tahu tidak membuat berat badan mudah naik. Namun, tentunya proses pemasakan memiliki andil besar. Jika Anda ingin berdiet, konsumsilah tahu yang ditumis, direbus, atau dikukus, bukan digoreng dalam minyak yang melimpah.

2. Lebih Baik Konsumsi Tahu Mentah Daripada Tahu Matang

Faktanya, tahu yang dijual di pasar tradisional atau supermarket besar telah melalui proses perebusan dalam tahap pembuatannya. Mereka yang meyakini makan tahu mentah lebih bagus adalah karena protein yang terkandung dalam tahu masih utuh. Dilansir dari Healthline, makan tahu yang masih mentah merupakan cara cepat untuk menambahkan protein ke dalam menu makanan.

Namun, tahu mentah memiliki risiko terkontaminasi bakteri yang dapat merugikan pencernaan. Untuk memperkecil risiko tersebut, Anda harus membuang air dalam kemasan tahu, membilas tahu dengan air bersih dan selalu memakai peralatan yang steril.

3. Tahu Bisa Membuat Awet Muda

Faktanya, tahu yang terbuat dari kedelai mengandung isoflavon tinggi. Zat ini dipercaya sebagai antioksidan yang bisa menangkal radikal bebas dan membuat Anda awet muda. Kandungan serat yang tinggi dan lemak nabati dalam tahu mampu mengurangi kadar kolesterol dan penumpukan lemak jahat sehingga bisa mencegah penyakit kardiovaskular.

4. Tahu Bisa Meringankan Gejala Menopause

Kedelai sebagai bahan baku tahu mengandung fitoestrogen, yaitu senyawa kimia alami yang berfungsi mirip hormone estrogen pada wanita. Fitoestrogen dan isoflavon pada kedelai mampu mengatasi hot flashes ( sensasi panas dalam tubuh), vagina kering, emosi naik turun, dan sensasi tidak nyaman lainnya pada saat wanita mengalami gejala menopause.

5. Makan Bayam dengan Tahu Bisa Sebabkan Kista

Mitos ini telah lama beredar di masyarakat walaupun ternyata tidak benar. Hal ini dikuatkan oleh pendapat ahli, Dr Damar Prasmusinto, SpOG, seorang ahli kandungan di RS Brawijaya, seperti yang dikutip dari health.grid.id. Tahu dan bayam sama-sama sangat bernutrisi dan tidak menimbulkan efek berbahaya jika dimakan bersamaan.

Nah, demikian Miks, fakta dan mitos tentang tahu, semoga bermanfaat.

10 Shares:
Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You May Also Like