Menemukan Fitrah Diri dalam Kaitannya dengan Tugas sebagai Khalifah

Source: mualaf.com

Hai, Miks!

Berbagai cara ditempuh manusia untuk dapat menemukan kesadaran dan fitrahnya, antara lain dengan melakukan puasa, mengikuti berbagai kajian dan kegiatan keagamaan, meditasi, dan sebagainya.

Berpuasa tidaklah hanya sekadar menahan lapar dan mengendalikan hawa nafsu belaka. Bagi orang yang mengerti, melalui puasa seseorang dapat mencapai sesuatu yang lebih mulia, yaitu meningkatkan ketakwaannya.

Contoh yang sederhana, saat kita berpuasa berarti kita mengurangi asupan makanan, akibatnya kegiatan metabolisme serta kegiatan-kegiatan lain dalam tubuh kita akan menurun juga. Pikiran kita menjadi tenang dan lebih jernih. Selain itu, di saat berpuasa kita berusaha menekan rangsangan nafsu-nafsu inderawi sehingga pikiran dan batin kita menjadi tenang serta tentram.

Apalagi kita sudah mengetahui bahwa bila pikiran yang tenang ini dibarengi dengan merilakskan tubuh, maka kita pun dengan mudah akan bisa memasuki suasana hening dan khusuk atau tahanut. Dalam keadaan inilah sebenarnya kita bisa menemukan diri sejati atau fitrah kita sebagai manusia yang sebenar-benarnya.

Diri Sejati atau Fitrah Kita sebagai Manusia

Manusia itu sebenarnya terdiri dari Body, Mind, dan Soul

Soul atau roh yang terbentuk saat terjadinya konsepsi adalah asal muasal manusia. Roh adalah diri sejati kita sebagai manusia yang dibekali dengan segala kemampuan dan sifat keIlahian sehingga manusia diberi predikat:

  • Sebagai makhluk yang dilahirkan sesuai dengan Citra Tuhan
  • Sebagai Insan Kamil
  • Sebagai makhluk yang paling sempurna di antara makhluk ciptaan lainnya.
  • Sebagai Khalifah

Kita seharusnya menyadari dan mensyukuri predikat-predikat tersebut. Kita terlahir sebagai khalifah artinya kita terlahir dengan membawa peran dan tugas (amanah) yang harus kita laksanakan selama kita hidup di dunia ini.

Agar peran sebagai khalifah dapat terlaksana dengan baik dan sempurna, maka Tuhan juga membekali setiap manusia dengan kemampuan, kecerdasan dan sifat-sifat keIlahian. Bekal karunia yang berupa kecerdasan spiritual inilah yang seharusnya kita gali dari dalam diri kita yang sejati.

Kecerdasan Spiritual Mengandung 4 Kesadaran

      Di dalam kecerdasan spiritual terkandung 4 kesadaran (Awareness)

  1. Kesadaran terhadap diri sendiri
  2. Kesadaran terhadap orang lain
  3. Kesadaran terhadap alam semesta
  4. Kesadaran terhadap Tuhan Yang Maha Esa.

Bila kita telah menemukan jati diri, berarti kesadaran kita juga telah meluas dan kita dapat mewujudkan kesadaran tersebut dalam kepribadian serta segala tindakan kita. Kita juga bisa menyatu dengan segala sesuatu yang ada di dunia ini. Kita akan mengalami perubahan besar dalam diri kita sebab kita akan menyadari bahwa apa pun yang terjadi pada kita tidak terlepas dari makna pembelajaran kesadaran yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan spiritualitas diri kita. Kita harus belajar banyak melalui banyak pendekatan yang berbeda agar pemahaman dan kesadaran kita makin sempurna.

Selalu Ada Rahasia yang Harus Kita Pelajari dalam Kehidupan

Setiap tugas, pekerjaan, dan peran yang kita jalani selalu menyimpan suatu rahasia hidup yang harus kita pelajari dan maknai dengan benar. Begitu pula kaitannya dengan peran dan tugas kekhalifahan kita.

Bila peran ini kita laksanakan dengan berbekal kecerdasan spiritual dan 4 kesadaran tadi, niscaya hidup ini akan terasa sangat mudah dan membahagiakan. Berkah ini pun tidak hanya kita yang merasakan tetapi juga orang di sekitar kita akan mendapatkan manfaat dan pencerahan.

Semoga artikel ini bermanfaat.

0 Shares:
Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You May Also Like