Ibu Wajib Tahu! Inilah Jenis Tantrum pada Anak

Source: nakita.grid.id

Hai, Miks!

Tantrum adalah suatu kondisi ketika anak marah-marah dan mengamuk. Mengatasi anak dalam kondisi seperti itu memang bukan pekerjaan yang mudah. Orang tua dituntut untuk lebih sabar dan mampu menahan mengendalikan emosinya agar tidak turut mengeluarkan amarah.

Setiap anak pasti mengalami kondisi di mana mereka merasakan ledakan emosi. Hal tersebut merupakan sesuatu yang wajar. Sebagai orang tua, Anda bisa menilai perkembangan karakter anak dengan kondisi tantrum yang mereka alami.

Umumnya, tantrum dialami oleh anak mulai dari usia lima belas bulan. Kondisi itu biasanya terjadi karena mereka belum bisa mengatakan dengan jelas keinginannya. Akibatnya, mereka mengalami emosi yang memuncak dan akhirnya tantrum.

Untuk mengatasinya, sebaiknya Anda mengetahui terlebih dahulu dua jenis tantrum pada anak agar dapat menangani masalah tersebut dengan baik.

1. Tantrum Manipulatif

Tantrum jenis ini biasanya terjadi karena keinginan anak tidak terpenuhi. Mereka akan melakukan tantrum manipulatif jika keinginannya tidak dipenuhi dengan baik. Dengan kata lain, tantrum manipulatif merupakan suatu tindakan emosional yang dibuat-buat oleh anak agar orang tua menuruti keinginannya.

Biasanya, tantrum manipulatif terjadi karena adanya penolakan atas keinginan mereka. Tantrum jenis itu tidak terjadi pada semua anak. Hanya mereka yang marah atas penolakan yang akan melakukan tantrum manipulatif.

Untuk menghentikan kondisi tantrum ini, ada banyak hal yang bisa Anda lakukan. Salah satunya adalah dengan membawa anak ke suatu tempat yang tenang. Anda bisa mengawasi dan memantau anak dari jarak yang tak begitu jauh. Biarkan mereka melakukan apa saja untuk meluapkan emosinya.

Perlu diingat, bahwa Anda dan pasangan harus mampu mengendalikan emosi agar tetap terlihat tenang saat mengatasi anak tantrum. Setelah anak mulai terlihat tenang, Anda bisa memberikan penjelasan kepadanya secara pelan dan dengan bahasa yang dapat dimengerti anak, bahwa apa yang tadi dilakukannya adalah tidak baik. Beri tahu anak bagaimana bersikap jika ia menginginkan sesuatu.

Menurut Kids Health, jika di kemudian hari anak tantrum lagi, maka Anda bisa mengabaikannya untuk mengurangi perilaku tersebut. Anda bisa mengajak anak melakukan kegiatan lain yang menyenangkan. Jika perlu, mintalah bantuan psikolog apabila mengalami kesulitan dalam menghadapi anak tantrum manipulatif.

2. Tantrum Frustasi

Tantrum jenis ini umumnya terjadi karena anak belum mampu mengekspresikan dirinya dengan baik. Balita dengan usia di bawah delapan belas bulas biasanya rentan mengalami hal ini. Sebab, mereka belum dapat mengekspresikan diri dan keinginannya kepada orang lain.

Namun, perlu Anda ketahui bahwa tantrum frustasi tak hanya terjadi akibat hal yang telah disebutkan di atas. Tantrum ini juga bisa terjadi karena beberapa faktor, di antaranya yaitu kelaparan, kelelahan, atau pun karena anak gagal melakukan sesuatu.

Jika anak Anda mengalami tantrum frustasi, dekati anak dan tenangkanlah hatinya. Jika anak sudah terlihat tenang, bantulah ia menyelesaikan yang tidak bisa ia lakukan. Setelah ia dapat menyelesaikannya dan menjadi tenang, beri penjelasan padanya bahwa yang ia lakukan (tantrum) bukanlah perbuatan yang baik.

Anda perlu mengajari anak bagaimana caranya meminta bantuan atau pertolongan kepada orang tua maupun orang yang tidak dikenal. Jangan lupa untuk memberikan pujian jika ia mampu melakukan sesuatu tanpa menangis atau mengamuk. Berikan bantuan dengan lembut dan penuh kasih sayang saat anak meminta bantuan Anda.

Tantrum pada anak memang tak mudah diatasi oleh orang tua. Namun, jika Anda dapat mengenali jenis dan keinginan anak, Anda akan mudah meredakan emosi anak. Namun, jangan pernah sesekali memukul anak saat ia tantrum, ya, Miks!

0 Shares:
Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You May Also Like