Menjadi Generasi Milenial Anti Insecure

Source: pexels.com

Hai, Miks!

Tidak dimungkiri bahwa perkembangan teknologi yang makin maju pada zaman ini, memicu para generasi milenial terserang perasaan insecure. Insecure adalah perasaan tidak aman dan tidak puas dengan diri sendiri. Pemicunya bisa jadi karena kegagalan ataupun penolakan yang dialami. Kedua hal tersebut sangat memengaruhi harga diri seseorang sehingga menurunkan kepercayaan dirinya.

Begitu pula dengan sifat perfeksionis atau merasa harus sempurna dalam segala hal, padahal faktanya, tak akan ada seorang pun yang benar-benar sempurna dalam segala hal. Karena sejatinya kesempurnaan itu hanya milik Sang Pencipta. Untuk menghindari faktor-faktor pemicu insecure, berikut 6 cara menghilangkan perasaan insecure tersebut.

1. Pahamilah Diri Anda

Dengan memahami diri, tentu kita bisa menyeleksi hal mana saja yang bisa dan mustahil kita lakukan. Daripada memaksa hal yang tidak mungkin, bukankah lebih baik mengoptimalkan dan mengembangkan apa yang kita miliki?

2. Fokus Menjadi Diri Sendiri

Kebiasaan mengikuti perilaku dan kehidupan sosial orang lain yang tampak lebih percaya diri dari Anda, sejatinya hanya memperburuk perasaan insecure. Hal ini hanya akan menyebabkan kita merasa minder. Fokuslah pada diri sendiri, sosok istimewa dengan pesona unik yang tidak dimiliki orang lain.

3. Temukan Kelebihan

Selama mengetahui kelebihan yang ada pada diri sendiri, kita bisa melihat orang lain. Bukan untuk dibandingkan, tetapi cukup membuat sadar dan bersyukur atas apa yang telah kita miliki. Dengan demikian, perasaan insecure itu memudar dengan sendirinya.

4. Stop Membandingkan Diri dengan Orang Lain!

Setiap manusia pasti diciptakan dengan keistimewaannya masing-masing. Lihatlah diri Anda! Betapa banyak kelebihan yang tak orang lain miliki. Percayalah, keistimewaan kita akan bersinar di waktu yang akan datang. Perhatikanlah bulan dan matahari. Keduanya indah dan bercahaya, tetapi tidak di waktu yang sama. Keindahan yang tak dapat disatukan. Mereka akan bersinar bila waktunya tiba. Jadi, tak perlu membandingkan diri kita dengan orang lain.

5. Ingatlah Kebaikan Anda

Ketika seseorang merasa dirinya tidak bisa berbuat apa-apa dan memberikan manfaat kepada siapa pun seperti orang lain, mereka akan cenderung merasa insecure. Ingatlah kebaikan-kebaikan yang telah dilakukan. Anda pernah menjadi cahaya yang bersinar terang, sosok penyelamat, dan peneduh hati mereka yang kala itu terjerembap ke lubang sempit nan dalam. Sosok yang amat berharga bagi mereka.

6. Mengapresiasi Setiap Kebaikan

Akuilah dan pujilah diri kita atas setiap keberhasilan kecil yang diraih. Bukan untuk menjadi sombong, tetapi sekiranya berhasil untuk mendiskriminasi rasa insecure pada diri. Berpikirlah bahwa kita bisa melakukannya, tidak hanya orang-orang yang Anda lihat di luar sana. Tidak semua orang berhasil dengan cara yang sama. Syukuri hal itu! Makin kita bersyukur, makin Tuhan dekatkan kita menuju puncak keberhasilan. Beruntunglah menjadi diri Anda!

Meski tergolong biasa, perasaan insecure tidak boleh dianggap sebelah mata karena bisa berdampak buruk bagi kehidupan sosial dan kesehatan mental. Untuk itu, hilangkanlah perasaan insecure pada diri Anda. Jangan biarkan perasaan itu makin mengakar kuat di hati dan pikiran. Kemudian, upgrade diri kita menjadi sosok yang lebih bisa mensyukuri hal kecil sekalipun yang kita miliki.

1 Shares:
Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You May Also Like