Ibu Wajib Tahu! Ini Dia 6 Aspek Perkembangan Anak

Source: pexels.com

Hai, Miks!

Sebagai orang tua, tentunya menginginkan anak-anaknya berkembang sesuai dengan tahap-tahap perkembangan yang berdasarkan usianya. Hal tersebut dikarenakan seluruh aspek tersebut berkaitan dengan kemampuan anak dalam menjalankan kehidupannya.

Aspek perkembangan yang satu akan berkaitan dengan aspek perkembangan lainnya. Terhambatnya perkembangan satu aspek akan menghambat perkembangan aspek lainnya. Anak dikatakan tumbuh dan berkembang secara optimal jika seluruh aspeknya berkembang dengan baik.

Oleh karena itu, tugas orang tua adalah untuk menstimulasi berkembangnya keseleruhan aspek tersebut. Dengan berbagai cara dan aktivitas yang membuat anak menikmati masa-masa perkembangannya. Berikut 6 aspek perkembangan pada anak:

1. Aspek Motorik Kasar

Aspek motorik kasar merupakan kemampuan untuk mengontrol gerakan tubuh yang mencakup keterampilan mengontrol otot-otot besar. Perkembangan motorik kasar dapat dilihat dari kemampuan anak dalam merangkak, berjalan, berlari, memanjat, atau berenang.

2. Aspek Motorik Halus

Aspek motorik halus dapat dilihat dari kemampuan anak untuk menyentuh, menjumput, mencoret, melipat, atau memasukkan sendok ke mulut. Intinya, aspek motorik halus pada anak mencakup keluwesan anak dalam menggerakkan jemari.

Dengan menguasai aspek motorik halus, nantinya akan sangat diperlukan sebagai dasar dari kemampuan menulis. Selain itu, dengan motorik halus yang baik, anak juga bisa melakukan pekerjaan-pekerjaan guna membantu dirinya sendiri, seperti makan, minum, memakai baju, mengancing baju, dan sebagainya.

3. Aspek Kognitif

Aspek kognitif merupakan kemampuan anak untuk memproses, menginterpretasi, dan mengelola informasi-informasi yang diterimanya melalui panca indera. Dalam tahap selanjutnya, aspek kognitif ini berkembang menjadi kemampuan untuk berpikir logis dan kemudian akhirnya bisa menyimpulkan serta memahami tiap peristiwa di lingkungan sekitarnya. Anak yang berpikir logis, biasanya menjadi problem solving bagi lingkungannya.

4. Kemampuan Bahasa

Manusia merupakan makhluk sosial yang tidak lepas dari orang lain. Untuk itu, salah satu cara berkomunikasi adalah dengan berbicara. Maka, kemampuan bahasa ini sangatlah penting. Anak dengan aspek bahasa yang berkembang baik, mampu mencerna dan memahami interaksi dengan yang lain. Selain itu, anak juga mampu untuk mengungkapkan apa yang dipikirkan dan dirasakan lewat bahasa. Untuk anak bayi, mengoceh, dan menangis merupakan langkah awal dalam melihat kemampuan berbahasa anak.

5. Aspek Emosi

Aspek emosi merupakan kemampuan anak dalam mengenali emosi yang dirasakan, kemudian berkembang, anak menjadi mampu mengekspresikan emosi dan mengendalikan serta mengatasi perasaannya. Kematangan aspek emosi pada anak tentunya tidak terbentuk begitu saja. Kematangan emosi terjadi dari interaksi mereka dengan lingkungan. Tentunya, yang utama adalah peran orang tua. Orang tua berperan untuk memenuhi kebutuhan emosi anak dan mengarahkannya dengan tepat.

6. Aspek Sosial

Aspek sosial merupakan kemampuan anak dalam beradaptasi atau menyesuaikan diri dengan lingkungan. Cara anak merespon orang lain dan kemampuan untuk berbagai merupakan aspek sosial yang dibutuhkan anak. Pada awalnya, anak merupakan manusia yang individualis. Mereka selalu ingin menang sendiri. Seiring dengan bertambahnya umur, maka aspek sosial ini juga harus berkembang. Maka itu, orang-orang terdekat mereka yang bisa memberikan pengalaman bersosialisasi dan mengarahkan dengan baik.

Demikian keenam aspek perkembangan pada anak. tentunya, perkembangan tersebut tidak terlepas dari peran orang tua dan lingkungan sekitarnya. Selamat menemani anak-anak dalam mengembangkan keenam aspek perkembangan tersebut.

0 Shares:
Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You May Also Like